Dolar AS Menguat Tipis Setelah Data Jobless Claims
Dolar AS menguat tipis setelah rilis jobless claims AS menunjukkan penurunan signifikan ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Penguatan dolar AS terjadi di tengah sentimen positif pada pasar global, sementara indeks saham utama AS ditutup variatif dengan kecenderungan menguat.
Saham Global Menguat Menjelang Keputusan Fed
Saham global bergerak naik mengikuti meningkatnya optimisme pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed. Di Amerika Serikat, S&P 500 menguat 0,11% dan Nasdaq naik 0,22%, sementara Dow Jones melemah tipis 0,07% di sesi yang berfluktuasi. Penguatan dipimpin sektor industri, teknologi, dan komunikasi, sedangkan consumer staples, kesehatan, dan material mengalami tekanan.
Di Eropa, STOXX 600 naik 0,45% dan berada di jalur penguatan mingguan. FTSE 100 Inggris menguat 0,19%, sedangkan DAX Jerman mencatat kenaikan 0,32%. Pasar Asia juga solid, dengan Nikkei Jepang melonjak 2,33% setelah lelang obligasi pemerintah mencatat permintaan terkuat dalam lebih dari enam tahun, memberikan dorongan tambahan pada sentimen risiko regional.
Pasar Tenaga Kerja AS dan Ekspektasi Kebijakan Fed
Dolar AS menguat tipis setelah data tenaga kerja terbaru menenangkan kekhawatiran perlambatan ekonomi. Klaim pengangguran turun menjadi 191.000, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat meski ada penurunan besar pada payroll sektor swasta. Peluang pemangkasan suku bunga 25 bps pada 10 Desember kini mencapai sekitar 90%, meningkat dari pekan sebelumnya.
Imbal Hasil Obligasi Menguat dan Ketidakpastian Politik AS
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 4,2 basis poin ke 4,1%, turut memperkuat dolar. Ketidakpastian muncul setelah laporan bahwa kandidat pengganti Jerome Powell, Kevin Hassett, berpotensi mendukung arah kebijakan yang lebih dovish sesuai preferensi Presiden Donald Trump.
Pergerakan Mata Uang dan Komoditas
Yen menguat setelah laporan bahwa pemerintah Jepang siap menerima kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan pada Desember. Yuan offshore melemah tipis dengan dolar bergerak ke 7,071. Emas stabil di $4.208,66 sementara perak terkoreksi 2,32%. Harga minyak menguat, dengan Brent di $63,26 dan WTI di $59,67 akibat serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia serta mandeknya negosiasi perdamaian.
Prospek harga Emas Jumat | 05 Desember 2025
XAUUSD pada H4 terlihat bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish, seiring harga yang masih bertahan di atas SMA 50 dan struktur higher low yang tetap terjaga. Penutupan harga yang meyakinkan di atas area 4.245–4.265 berpotensi membuka peluang penguatan lanjutan menuju resistensi 4.293, sementara kegagalan bertahan di atas support 4.182 dapat memicu koreksi ke area 4.162 hingga 4.140, dengan RSI di kisaran 52 yang mencerminkan momentum netral cenderung positif.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.245 R2 4.265 R3 4.293
S1 4.182 S2 4.162 S3 4.140
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.190 |
| Profit Target Level | 4.240 |
| Stop Loss Level | 4.160 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.245 |
| Profit Target Level | 4.210 |
| Stop Loss Level | 4.270 |
Prospek harga US Oil Jumat | 05 Desember 2025
US Oil pada H4 mulai menunjukkan bias bullish setelah rebound dari area 57,63 dan membentuk higher low yang didukung trendline naik, sementara harga juga mulai kembali bergerak di atas SMA. Penutupan harga di atas resistance 59,95–60,33 berpotensi membuka ruang penguatan menuju 60,81, sedangkan kegagalan bertahan di atas support 58,86 masih membuka risiko pelemahan lanjutan ke 58,23 hingga 57,63. Indikator RSI di kisaran 58,54 mencerminkan momentum bullish secara moderat.
US Oil INTRADAY AREA
R1 59,95 R2 60,33 R3 60,81
S1 58,86 S2 58,23 S3 57,65
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,10 |
| Profit Target Level | 59,90 |
| Stop Loss Level | 58,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,95 |
| Profit Target Level | 59,20 |
| Stop Loss Level | 60,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan XAG/USD masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 58,35. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, peluang penurunan tetap terbuka menuju support terdekat di 56,65. Jika harga menembus level itu, tekanan jual berpotensi berlanjut ke zona support berikutnya di 56,15–55,50.





Harga emas pada time frame H4 terlihat membentuk fase konsolidasi sempit di area yang ditandai, namun masih bergerak di atas SMA 50 sehingga tren jangka pendek tetap bullish. Selama harga bertahan di atas support 4.182–4.162 dan tidak menembus 4.140, peluang kenaikan tetap lebih dominan.
Harga US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase bearish karena harga tertahan di bawah downtrend line meskipun telah bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini menunjukkan bahwa buyer mulai mencoba mengangkat harga, namun struktur tren turun tetap dominan selama downtrend line belum ditembus. Area 59,37 menjadi resistance kunci yang harus dilampaui untuk membuka jalan menuju 59,95 hingga 60,20.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa emas masih bergerak bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.193. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance 4.229–4.264.

Harga emas bergerak stabil di atas SMA 50 pada time frame H4, menunjukkan bahwa struktur tren masih cenderung bullish. Penurunan sebelumnya tertahan di area support 4.182–4.162, yang kini menjadi zona penahan koreksi jangka pendek. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance 4.265 terlebih dahulu.
Harga US Oil kembali melemah setelah gagal bertahan di atas SMA 50 pada time frame H4 dan tertahan oleh trendline turun yang masih mendominasi pergerakan sejak Oktober. Area 59,37 kini menjadi resistance terdekat yang menahan kenaikan, sedangkan dua resistance lain berada di 59,95 dan 60,20 hingga 60,54. Selama harga bergerak di bawah trendline turun tersebut, potensi tekanan jual tetap lebih besar dan penurunan menuju support 58,23 dapat berlanjut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1635. Selama harga bergerak di bawah level ini, peluang penurunan tetap terbuka untuk menguji area support 1.1590–1.1555.

Harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tren naik selama tetap bertahan di atas SMA 50, meski saat ini harga mengalami penolakan dari resistance 4.265. Area support terdekat berada di 4.205, dan penembusan level tersebut dapat memicu tekanan jual menuju 4.182 hingga 4.162.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah bertahan di atas area support 58,77, yang juga bertepatan dengan posisi SMA 50 sehingga memperkuat area tersebut sebagai penahan tekanan jual. Harga kini menguji resistance 60,07 dan masih berada di bawah descending trendline, sehingga kenaikan berpotensi tertahan apabila tidak mampu menembus garis tren tersebut.
