Saham Global Naik Dorong Sentimen Risiko
Saham global naik pada perdagangan Rabu seiring harapan meredanya konflik di Timur Tengah. Optimisme ini langsung mendorong aset berisiko, sementara harga minyak justru terkoreksi.
Indeks saham global dari MSCI melonjak 1,75%. Di Wall Street, Dow Jones naik ke 46.565, S&P 500 menguat ke 6.575, dan Nasdaq melonjak ke 21.840. Kenaikan ini menunjukkan minat risiko kembali pulih.
Pasar merespons komentar dari Donald Trump yang membuka peluang penghentian serangan militer dalam dua hingga tiga minggu. Ia juga menyebut kemungkinan serangan terbatas jika diperlukan. Pernyataan ini memicu harapan bahwa konflik tidak akan berkepanjangan.
Harapan De-Eskalasi Tekan Harga Minyak
Saham global naik juga terjadi saat harga minyak mengalami koreksi. Minyak Brent turun ke sekitar $101 per barel, sementara WTI melemah ke kisaran $100.
Penurunan ini terjadi karena pasar mulai memperhitungkan potensi de-eskalasi konflik Iran. Namun, risiko masih tinggi. Fatih Birol menyatakan bahwa gangguan pasokan energi dari Timur Tengah akan meningkat pada April.
Ia juga menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat membatasi suplai minyak secara signifikan dan berdampak pada ekonomi Eropa.
Dolar Melemah, Yield AS Berbalik Naik
Saham global naik sejalan dengan pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Indeks dolar turun tipis, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS kembali naik. Yield obligasi tenor 10 tahun naik ke 4,32%, sementara tenor 2 tahun juga mengalami kenaikan.
Data ekonomi AS yang tetap solid menjadi faktor pendorong kenaikan yield. Hal ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi masih cukup kuat meskipun ketidakpastian global meningkat.
Eropa dan Asia Ikut Menguat
Di Eropa, indeks STOXX 600 melonjak 2,5% setelah sebelumnya mencatat penurunan tajam pada bulan Maret. Sektor travel, aerospace, dan pertahanan memimpin penguatan.
Indeks FTSEurofirst 300 juga naik lebih dari 2%. Sementara itu, pasar Asia mencatat reli signifikan dengan Nikkei Jepang melonjak lebih dari 5%.
Survei PMI menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro mencatat pertumbuhan tertinggi dalam hampir empat tahun. Namun, sebagian kenaikan ini dipicu gangguan rantai pasok.
Emas Naik di Tengah Pelemahan Dolar
Emas melanjutkan kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut. Harga emas spot naik ke $4.768 per ounce, sementara emas berjangka AS ditutup lebih tinggi di $4.813.
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar, yang membuat emas lebih menarik bagi investor global. Selain itu, ketidakpastian geopolitik tetap menjaga permintaan aset safe haven.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar saat ini menunjukkan bahwa investor mulai mengantisipasi skenario meredanya konflik. Namun, volatilitas masih berpotensi tinggi seiring perkembangan situasi geopolitik.
Prospek Harga Emas Kamis | 02 April 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat mulai pulih setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam, di mana harga kini berhasil naik dan menembus area trendline bearish serta bergerak di atas SMA 50, menandakan adanya perubahan momentum ke arah bullish. Saat ini harga sedang menguji resistance terdekat di area 4.803, dan jika mampu menembus level tersebut secara konsisten, maka peluang kenaikan dapat berlanjut menuju area 4.840 hingga 4.867, bahkan membuka jalan ke resistance berikutnya di sekitar 4.899.
Namun, jika gagal bertahan dan kembali turun, maka area 4.716 hingga 4.675 menjadi support kunci yang perlu diperhatikan, karena penembusan ke bawah zona ini dapat memicu tekanan lanjutan dan mengembalikan bias ke arah bearish. RSI yang berada di area mendekati overbought juga mengindikasikan bahwa ruang kenaikan mulai terbatas sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.803 R2 4.867 R3 4.899
S1 4.716 S2 4.675 S3 4.636
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.720 |
| Profit Target Level | 4.800 |
| Stop Loss Level | 4.670 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.865 |
| Profit Target Level | 4.730 |
| Stop Loss Level | 4.900 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 02 April 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mengalami koreksi setelah sebelumnya menguat cukup signifikan, di mana harga kini bergerak turun mendekati area support di sekitar 96,50 yang juga berdekatan dengan garis SMA, sehingga zona ini menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi rebound masih terbuka untuk kembali menguji resistance 103,23 hingga 106,75, namun jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus ke bawah 96,50, maka penurunan berpotensi berlanjut menuju 93,27 hingga 89,47. RSI yang mulai melemah dari area menengah juga mengindikasikan momentum bullish mulai berkurang dalam jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 106,75 R2 105,10 R3 103,23
S1 96,50 S2 93,27 S3 89,47
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 97,00 |
| Profit Target Level | 100,00 |
| Stop Loss Level | 96,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 103,00 |
| Profit Target Level | 105,20 |
| Stop Loss Level | 100,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan emas di time frame H4 masih cenderung bullish dengan pivot di 4.665. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Saat ini, harga mencoba bertahan di atas resistance 4.735. Jika level tersebut ditembus dengan kuat, kenaikan bisa berlanjut ke area 4.800 hingga 4.860.





Pergerakan emas di time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup tajam. Harga kini berhasil naik dan menembus area resistance 4.600, sekaligus bergerak di atas SMA, yang mengindikasikan adanya perubahan momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area 4.529–4.600, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 4.726.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus area resistance sebelumnya dan bergerak di atas SMA 50, meskipun saat ini mulai mengalami koreksi dari area puncak di sekitar 105.10 106,75. Koreksi yang terjadi berpotensi menguji area support terdekat di 99,54 hingga 96,50, yang menjadi zona penting untuk menjaga struktur kenaikan tetap valid.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki potensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 160,00, dilanjutkan ke 160,20 hingga 160,45.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan struktur lower high yang terus terbentuk. Setelah sempat rebound, kenaikan tertahan di area resistance 4.600, yang juga berdekatan dengan garis SMA sehingga memperkuat tekanan jual.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang kuat setelah harga berhasil menembus resistance 103,30 yang kini beralih menjadi support terdekat. Saat ini harga sedang menguji resistance berikutnya di area 108,00, dengan struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga serta posisi harga yang konsisten di atas SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot berada di 4.467. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.555. Jika resistance ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju 4.600 hingga 4.640.

Pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA serta struktur lower high yang terbentuk. Setelah sempat rebound dari area support sekitar 4.230–4.300, kenaikan tertahan di area resistance 4.550–4.600 yang berdekatan dengan SMA 50, menandakan adanya tekanan jual yang masih dominan. RSI yang berada di kisaran netral cenderung naik menunjukkan adanya momentum pemulihan terbatas, namun belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang mulai menguat setelah harga berhasil rebound dan menembus area resistance 98,82 hingga 101,20. Saat ini harga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan adanya perubahan arah tren jangka pendek menjadi lebih positif. RSI yang berada di atas level 70 mencerminkan kondisi overbought, namun juga menegaskan kuatnya momentum beli dalam waktu dekat.
