Market Summary
Pasangan mata uang GBP/USD mengalami pelemahan tipis terhadap dolar AS pada hari Rabu (2 Juli 2025), namun tetap berada di dekat level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir yang dicapai sehari sebelumnya. Penguatan ini terjadi sebagai dampak dari pelemahan dolar AS secara luas dalam beberapa waktu terakhir, serta pernyataan Bank of England (BoE).
Meskipun terdapat gejolak politik di Inggris, pasar tampaknya mengabaikan isu tersebut. Perdana Menteri Keir Starmer mengalami pemberontakan terbesar selama masa jabatannya di parlemen, memaksanya mundur dari sebagian rencana pemangkasan tunjangan. Namun, dampak dari krisis politik ini terhadap pound masih terbatas.
Pernyataan Gubernur Bank of England Beri Dukungan pada Sterling
Fokus pasar lebih banyak tertuju pada komentar dari Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey yang disampaikan pada hari Selasa. Bailey mengisyaratkan kemungkinan perubahan dalam proses quantitative tightening (QT), khususnya perlambatan dalam penarikan likuiditas dari pasar obligasi pemerintah jangka panjang (gilts).
Menurut analis mata uang di ING, pasar obligasi tidak menunjukkan reaksi negatif terhadap perkembangan politik karena adanya sinyal dari BoE tersebut. “Pernyataan Andrew Bailey mengenai pelonggaran QT mungkin turut membantu menjaga stabilitas sterling,” ungkap Pesole.
Sterling Melemah Bersama Dollar, Namun Tetap di Level Tinggi
Pada sesi terakhir, pound melemah sebesar 0,35% terhadap dollar AS, pergerakan yang sejalan dengan mata uang utama lainnya karena dollar menunjukkan tanda-tanda konsolidasi setelah penurunan tajam sebelumnya. Pound mencapai $1,3787 pada hari Selasa, level tertingginya sejak musim gugur 2021.
Sementara itu, pound juga sedikit melemah terhadap euro, yang naik 0,15% menjadi 85,98 pence, level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Mata uang Eropa lainnya seperti euro dan franc Swiss juga menunjukkan penguatan signifikan terhadap dollar AS.
Minim Data Ekonomi Inggris, Pasar Menunggu Sinyal BoE
Tidak banyak data ekonomi Inggris yang dijadwalkan akan dirilis sepanjang sisa pekan ini. Namun, perhatian pasar akan tertuju pada pidato Alan Taylor, salah satu pengambil kebijakan BoE. Ia dijadwalkan berbicara dalam konferensi bank sentral di Sintra, Portugal.
Pada pertemuan terakhir BoE bulan Juni, Taylor memilih mendukung pemangkasan suku bunga. Sementara itu, mayoritas anggota komite justru memilih untuk mempertahankannya.
Saat ini, pasar memperkirakan adanya kemungkinan besar pemangkasan suku bunga pada pertemuan BoE berikutnya bulan depan. Namun, ekspektasi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar (not fully priced in).
Fokus Bergeser ke Data Ketenagakerjaan AS: ADP dan NFP
Ke depan, perhatian investor akan beralih ke data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) untuk bulan Juni yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis. Sebelum rilis laporan NFP, investor akan mencermati data ADP Employment Change yang akan dipublikasikan hari ini pukul 12:15 GMT (19:15 WIB).
Diperkirakan bahwa perusahaan swasta di AS telah menambah sekitar 95.000 lapangan kerja baru, meningkat tajam dibandingkan 37.000 pada bulan Mei. Jika realisasi data ini lebih tinggi dari ekspektasi, hal tersebut bisa memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan tambahan pada pound dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD berpotensi bergerak bearish dengan level pivot di 1.3730. Selama harga berada di bawah level ini, pasangan mata uang tersebut berpeluang melanjutkan pelemahan. Target penurunan berada di area support 1.3670 hingga 1.3600.
Sebagai skenario alternatif, jika harga menembus ke atas 1.3730, maka pergerakan diperkirakan berubah menjadi bullish. Target kenaikan berikutnya berada di area resistance 1.3750 hingga 1.3780.
Resistance 1: 1.3730 Resistance 2: 1.3750 Resistance 3: 1.3780
Support1: 1.3670 Support 2: 1.3640 Support 3: 1.3600
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan potensi bullish, terlihat dari breakout garis tren merah ke atas, yang didukung oleh RSI yang keluar dari pola penurunan dan mendekati area overbought. Harga telah berhasil berada di atas SMA 50, yang berfungsi sebagai support dinamis dan memberikan indikasi penguatan lanjutan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah koreksi tajam dari level puncak. Posisi harga saat ini berada di bawah SMA 50, yang menunjukkan tekanan bearish, meskipun garis tren biru sebagai support masih bertahan. RSI berada di bawah level 50, memberikan indikasi bahwa momentum masih cenderung negatif.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY masih berada dalam tekanan bearish, dengan level pivot di 144.10. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut menuju area support di 142.30 hingga 141.70.

Pergerakan harga emas pada time frame H4 menunjukkan pemantulan dari zona support kuat di sekitar 3.245, mengindikasikan adanya minat beli yang signifikan. Saat ini, fokus akan tertuju pada level resistance di area 3.337-3.350. Jika harga mampu menembus area ini, peluang penguatan menuju target selanjutnya di 3.397 akan semakin besar. Namun, keberadaan garis tren menurun (trendline merah) menjadi tantangan penting yang harus dilewati untuk mengonfirmasi perubahan tren ke arah bullish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini bergerak dalam fase konsolidasi di zona 64.15 hingga 66.40, dengan dukungan dari trendline naik (garis biru) yang menahan penurunan lebih lanjut. Posisi harga yang berada di bawah SMA merah menunjukkan bahwa momentum bullish jangka pendek mulai melemah, meskipun tren naik secara keseluruhan masih tetap terjaga selama harga bertahan di atas trendline tersebut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 1.3740. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan masih terbuka dengan target support terdekat di 1.3675. Jika level support ini berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya di 1.3650 hingga 1.3635.





Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish yang kuat, ditandai dengan harga bergerak di bawah garis moving average dan adanya pola lower highs dan lower lows. Tekanan jual terlihat signifikan setelah breakdown dari support di level 3.295.
Pekan depan, perhatian investor akan terpusat pada sejumlah agenda penting di tingkat global, termasuk negosiasi perdagangan, forum bank sentral, dan data ekonomi utama dari berbagai kawasan. Tenggat waktu 9 Juli menjadi momen kunci bagi kebijakan perdagangan, sementara Forum Bank Sentral ECB akan menjadi platform penting untuk memahami prospek ekonomi global dan kebijakan moneter.
