Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (13/05/2026)

by Dewi Hernawati
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity:   Bearish  Range         0,72400 – 0,71500

Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Dollar AS masih mengalami pelemahan, meski terbatas. Pelemahan Aussie tersebut tetap berada di dekat level tertingginya sejak April 2022 karena investor menjadi lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian dalam perundingan perdamaian AS-Iran, sementara anggaran pemerintah yang akan datang memperkuat upaya untuk mengendalikan inflasi. Pemerintah Australia akan mengumumkan anggaran tahunannya pada hari Selasa, dengan harapan defisit yang lebih kecil dari perkiraan, sekitar A$25 miliar, atau 0,8% dari PDB. Anggaran tersebut diperkirakan akan menekankan pengendalian pengeluaran, termasuk perubahan pada pengaturan pajak investasi, dan sikap fiskal yang lebih ketat dapat membantu meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kebutuhan akan kenaikan suku bunga lebih lanjut di akhir tahun ini. Swap saat ini menyiratkan peluang 18% bahwa Bank Sentral akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni, sementara kenaikan pada bulan Agustus diperkirakan sekitar 82%, dengan suku bunga mendekati 4,6% sepenuhnya diperkirakan pada bulan September. Sementara itu, AS dan Iran terus berupaya mencapai resolusi diplomatik dalam konflik tersebut, sementara Selat Hormuz tetap tertutup, sehingga harga energi tetap tinggi.

Pivot : 0,72331

R1 : 0,72579          S1 : 0,72145      

R2 : 0,72765          S2 : 0,71897

R3 : 0,73013          S3 : 0,71711


USDJPY

Opportunity:   Bullish  Range       157,500 – 158,000

Nampaknya pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Terlebih saat ini Yen memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut karena dolar menguat setelah Presiden Donald Trump menimbulkan keraguan tentang keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran menyusul penolakannya terhadap proposal perdamaian terbaru Teheran, sehingga risiko inflasi tetap menjadi fokus perhatian. Sementara itu, Jepang dan AS menegaskan kembali koordinasi erat dalam kebijakan mata uang setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Tokyo diduga telah menghabiskan lebih dari $63 miliar untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna mendukung yen, meskipun pihak berwenang belum mengkonfirmasi operasi tersebut. Di tempat lain, Ringkasan Opini dari pertemuan Bank Sentral Jepang bulan April menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga paling cepat pada pertemuan berikutnya, karena melonjaknya harga minyak terus meningkatkan tekanan inflasi.

Pivot : 157,362

R1 : 157,993          S1 : 156,968      

R2 : 158,387          S2 : 156,337

R3 : 159,018          S3 : 155,943


GBPUSD

Opportunity  :  Bearish menuju  :  1.3455  –  1.3405

Sesuai perkiraan, pounds tertekan turun pada perdagangan Selasa kemarin. Pelemahan mata-uang Poundsterling seiring dengan meningkatnya ketegangan konflik Timur-tengah dan melonjaknya harga minyak global. Disatu-sisi Inggris mengalami tekanan politik terhadap Perdana Menteri Keir Starmer ikut memicu kenaikan pelemahan mata-uang Inggris. Starmer menolak tuntutan mundur setelah Partai Buruh mengalami kekalahan besar dalam pemilu lokal. Disisi lain data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat naik menjadi 3,8% pada April, level tertinggi sejak Mei 2023. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 3,7% dan meningkat dari 3,3% pada Maret. Inflasi inti atau core CPI juga naik ke 2,8%, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan melampaui perkiraan pasar sebesar 2,7%.

GBP masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini, selain tekanan politik dan ketegangan konflik Timur-tengah, penguatan U.S Dollar masih membayangi pergerakan mata-uang Poundsterling.

Open  : 1.3534           Pivot  1.3541

R1  : 1.3568                S1  : 1.3500

R2  : 1.3609                S2  : 1.3455

R3  : 1.3633                S3  : 1.3405


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1703 – 1.1676

Euro kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar di tengah naiknya tingkat Inflasi. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat naik menjadi 3,8% pada April, level tertinggi sejak Mei 2023. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 3,7% dan meningkat dari 3,3% pada Maret. Inflasi inti atau core CPI juga naik ke 2,8%, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan melampaui perkiraan pasar sebesar 2,7%. Disisi lain Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi kritis. Trump menilai respon Iran terhadap proposal perdamaian AS menunjukkan kedua pihak masih memiliki perbedaan besar. Dolar AS menguat untuk hari kedua berturut-turut. Indeks Dollar AS naik 0,35% ke 98,31, sementara Euro turun 0,38% ke US$1,1737.

Open  : 1.1737           Pivot  : 1.1747

R1  : 1.1762                S1  : 1.1721

R2  : 1.1787                S2  : 1.1703

R3  : 1.1824                S3  : 1.1676


USDCHF

Opportunity  :  Bullish menuju  :  0.7846  –  0.7868

Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Meningkatnya ketegangan konflik Timur-tengah dan naiknya harga minyak mentah global menekan nilai mata-uang Swisd Franc. Disatu sisi Dolar AS menguat untuk hari kedua berturut-turut. Indeks Dollar AS naik 0,35% ke 98,31. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat naik menjadi 3,8% pada April, level tertinggi sejak Mei 2023. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 3,7% dan meningkat dari 3,3% pada Maret. Inflasi inti atau core CPI juga naik ke 2,8%, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan melampaui perkiraan pasar sebesar 2,7%. Disisi lain Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi kritis. Trump menilai respon Iran terhadap proposal perdamaian AS menunjukkan kedua pihak masih memiliki perbedaan besar. CHF masih berpotebsi untuk tertekan pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan Dollar AS.

Open  : 0.7803           Pivot  : 0.7800

R1  : 0.7822                S1  : 0.7786

R2  : 0.7846                S2  : 0.7764

R3  : 0.7868                S3. : 0.7728


USDCAD

Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488

Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.

Open price :1.38722        Pivot :1.38871

R1: 1.39025         S1: 1.38562

R2: 1.39334         S2: 1.38408

R3: 1.39488         S3: 1.38099


DXY

Opportunity:   Bullish  Range         98,200 – 98,600

Kebangkitan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai muncul di market. Dimana kebangkitan tersebut dapat dilihat pada Indeks Dolar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 98,460. Penguatan Dollar AS ini disebabkan setelah laporan inflasi penting AS (CPI) menyoroti dampak ekonomi dari biaya energi yang lebih tinggi dan gangguan pasokan yang terkait dengan perang di Iran. Harga konsumen naik 3,8% secara tahunan pada bulan April, laju tercepat sejak 2023, sementara inflasi bulanan meningkat menjadi 0,6%. CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, meningkat 0,4% dari bulan Maret dan 2,8% secara tahunan, melebihi perkiraan. Sebagian dari kenaikan tersebut terkait dengan distorsi dalam perhitungan sewa setelah penutupan pemerintah tahun 2025. Investor juga memantau meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan Presiden Donald Trump dilaporkan frustrasi dengan kurangnya kemajuan dalam negosiasi dengan Iran. Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, sangat mengganggu pengiriman energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi. Guncangan pasokan telah mulai memengaruhi ukuran yang lebih luas dari tekanan rantai pasokan, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang terus-menerus dan membuat bank sentral berhati-hati dalam kebijakan suku bunga.

Pivot : 98,233

R1 :    98,515         S1 :    98,006

R2 :    98,742         S2 :    97,724

R3 :    99,024         S3 :    97,497


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke area 58,300

Indeks Nikkei 225 turun 0,3% menjadi di bawah 62.600 pada hari Rabu, mengembalikan keuntungan dari sesi sebelumnya karena saham-saham teknologi mengikuti pelemahan semalam di Wall Street. Sentimen pasar tertekan setelah harga minyak naik di tengah meningkatnya keraguan atas keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran, sementara data terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve. Di Jepang, Ringkasan Opini dari pertemuan Bank Sentral Jepang bulan April menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan membahas potensi kenaikan suku bunga tambahan sesegera mungkin pada pertemuan berikutnya, dengan harga minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Fujikura (-1,1%), Lasertec (-3,8%), Advantest (-2,9%), Tokyo Electron (-1,2%), dan Disco Corp (-2,6%).

Pivot : 57,153

R1 : 58,186           S1 : 56,023

R2 : 58,718           S2 : 55,588

R3 : 60,283           S3 : 54,023


HANGSENG

Opportunity: Koreksi ke area: 27,000

Indeks Hang Seng turun 80 poin, atau 0,3%, menjadi 26.270 pada hari Rabu, karena investor menyeimbangkan kekhawatiran atas meningkatnya inflasi AS dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dengan optimisme seputar pertemuan Trump-Xi yang diantisipasi. Sentimen tetap waspada setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan sikap yang lebih keras terhadap Iran menyusul kritik terhadap gencatan senjata, sementara risiko geopolitik yang terus-menerus menekan pasar global. Harga minyak tetap stabil setelah kenaikan tajam karena konflik berkepanjangan di Timur Tengah terus mengganggu arus pengiriman melalui Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi yang kembali meningkat. Saham teknologi Tiongkok juga menjadi fokus perhatian karena investor semakin menuntut pengembalian yang lebih jelas dari pengeluaran AI yang besar oleh perusahaan seperti Alibaba Group dan Tencent menjelang musim pendapatan. Saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent Holdings (-0,4%), SMIC (-3,0%), dan Techtronic Industries (-2,9%), sementara AIA Group dan Pop Mart masing-masing naik 1,2% dan 2,0%.

Pivot : 27,272

R1 : 27,428    S1 : 27,125

R2 : 27,575    S2 : 26,969

R3 : 27,878    S3 : 26,666


NASDAQ

Opportunity:Buy Limit: 25,385| SL: 25,285 | TP: 25,800

Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Rabu karena investor menunggu data inflasi produsen terbaru untuk mendapatkan petunjuk tambahan tentang dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung. Selama sesi reguler Selasa, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,16% dan 0,71%, sementara Dow Jones naik 0,11%. Sentimen tertekan oleh pelemahan saham teknologi dan kenaikan harga minyak karena Presiden Donald Trump meragukan keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran setelah menolak usulan balasan Teheran untuk mengakhiri perang. Data ekonomi yang dirilis Selasa juga menunjukkan inflasi konsumen AS meningkat menjadi 3,8% pada bulan April, di atas ekspektasi 3,7% dan level tertinggi sejak Mei 2023. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke putaran pendapatan perusahaan lainnya yang akan dirilis Rabu, termasuk hasil dari Nebius, Allianz, dan Alibaba, di antara lainnya.

Pivot : 25,342.17

R1 : 25,771.08                     S1 : 25,126.33

R2 : 25,986.92                   S2 : 24,697.42

R3 : 26,631.67                  S3 : 24,052.67



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bullish selama harga bertahan di atas level 4.660, dengan potensi menguji kembali area resistance di 4.770.

Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Rabu setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Inflasi konsumen AS pada April tercatat sebesar 3,8% secara tahunan, melampaui proyeksi pasar sebesar 3,7% dan menjadi level tertinggi sejak Mei 2023. Kenaikan inflasi tersebut terutama dipicu oleh lonjakan harga energi yang berkaitan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut mendorong perubahan ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor kini semakin yakin bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada April tahun depan. Prospek suku bunga tinggi memberikan tekanan terhadap harga emas karena meningkatkan imbal hasil aset berbunga dan memperkuat daya tarik dolar AS dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Pivot : 4.696

R1  4.770   R2  4.833  R3 4.890

S1  4.660   S2  4.618  S3  4.2560


Silver

Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900

Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.

Open price :75.003          Pivot :75.041

R1: 76.273            S1: 73.900

R2: 77.374            S2: 72.628

R3: 78.646            S3: 71.527


Oil

Opportunity : Bearish selama harga bergerak di bawah area 99,13–100,50, dengan potensi menguji level support di 96,07.

Harga minyak dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Asia Rabu setelah sebelumnya melonjak selama tiga sesi berturut-turut. Pelaku pasar masih mencermati gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz serta perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Kontrak Brent tercatat turun 0,4% ke level USD107,36 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,3% ke USD101,91 per barel. Koreksi tersebut terjadi setelah reli kuat yang didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan global akibat terganggunya jalur distribusi energi utama dunia.

Pivot: 99,13

R1 99,13          S1  96,07

R2  100,50       S2   93,78

R3  102,62        S3  89,78


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 13 Mei 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Jelang Data PPI AS, I ni Strategi Price Action yang Perlu Diperhatikan

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 13 Mei 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy