Market Summary
Peluang Trading Emas Jelang Data PPI AS menjadi perhatian pelaku pasar global setelah harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan Rabu. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat masih membebani pergerakan logam mulia. Di sisi lain, pelaku pasar kini menanti rilis Data PPI AS yang dinilai dapat memberikan arah baru bagi kebijakan moneter Federal Reserve.
Harga emas (XAU/USD) bergerak dengan bias bearish untuk hari kedua berturut-turut, meskipun masih bertahan di atas area terendah beberapa hari terakhir di kisaran 4.638. Tekanan terhadap emas muncul setelah data inflasi konsumen Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Inflasi AS Menguat, Ekspektasi Hawkish The Fed Naik
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi tahunan berdasarkan Consumer Price Index (CPI) naik menjadi 3,8% pada April, dari sebelumnya 3,3%. Angka tersebut menjadi level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.
Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi naik 0,4% secara bulanan. Secara tahunan, inflasi inti mencapai 2,8% dan semakin menjauh dari target inflasi Federal Reserve sebesar 2%.
Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperkirakan sikap hawkish dari bank sentral AS. Pelaku pasar bahkan mulai membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan pada akhir tahun ini.
Ekspektasi suku bunga tinggi membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut naik. Yield obligasi tenor 30 tahun sempat menyentuh level 5%, sedangkan yield tenor dua tahun bertahan dekat area 4%.
Kenaikan yield tersebut meningkatkan daya tarik dolar AS dan menekan permintaan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik
Indeks dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 98,30 setelah mencatat penguatan dalam dua hari terakhir. Penguatan greenback juga mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa situasi gencatan senjata dengan Iran masih sangat rapuh dan berada dalam kondisi kritis. Trump juga menegaskan bahwa Iran berada “di bawah kendali” dan hanya memiliki dua pilihan, yakni mencapai kesepakatan baru atau menghadapi kehancuran total.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa setiap kesepakatan damai harus mencakup kompensasi, pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz, serta penghentian penuh sanksi AS.
Ketegangan tersebut menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan kembali membatasi ruang kenaikan harga emas.
Fokus Pasar Beralih ke Data PPI AS
Meski emas masih berada dalam tekanan, pelaku pasar terlihat mulai berhati-hati untuk membuka posisi jual lebih agresif. Investor kini menunggu hasil pertemuan antara Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, serta perkembangan terbaru konflik Timur Tengah. Selain faktor geopolitik, perhatian utama pasar pada perdagangan hari ini tertuju pada rilis Data PPI AS yang dijadwalkan pukul 19:30 WIB berdasarkan kalender ekonomi.
Data yang akan dirilis meliputi Core PPI bulanan dengan perkiraan naik 0,3%, lebih tinggi dibandingkan data sebelumnya sebesar 0,1%. Sementara itu, PPI bulanan diperkirakan berada di level 0,5%, sama seperti periode sebelumnya.
Kenaikan proyeksi Core PPI menunjukkan bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen masih cukup tinggi. Kondisi ini dapat memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Jika Data PPI AS dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, dolar AS berpotensi kembali menguat dan menekan harga emas lebih dalam. Sebaliknya, apabila hasil rilis lebih rendah dari ekspektasi, harga emas dapat memperoleh momentum rebound karena pasar kembali membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish. Level pivot berada di area 4.685. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Harga berpotensi menguji resistance 4.725, kemudian 4.745, hingga 4.770.
Sebagai skenario alternatif, tekanan bearish dapat meningkat jika harga turun menembus level 4.685. Jika itu terjadi, harga berpotensi menguji area support di 4.650 hingga 4.620.
Resistance 1: 4.725 Resistance 2: 4.745 Resistance 3: 4.770
Support1: 4.685 Support 2: 4.650 Support 3: 4.620
Baca juga: Peluang Trading Perak Jelang Data Inflasi AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
