Emas Tembus $4.400 pada awal pekan ini, didukung oleh pelemahan Dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Indeks Dolar AS (DXY) tergelincir menuju level terendah dua bulan dan bertahan di bawah angka 100,00. Serangkaian data ekonomi AS yang mengecewakan sepanjang Agustus mulai dari data lapangan kerja, inflasi, hingga penjualan ritel terus memangkas ekspektasi pasar terhadap langkah pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) bulan depan.
Emas Tembus $4.400 di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Teheran kini mengambil sikap “sepenuhnya ofensif” dan memperingatkan potensi eskalasi di Selat Hormuz jika jalur diplomasi gagal. Pernyataan tersebut langsung mendorong harga Minyak melonjak lebih dari 2% dan memperkuat permintaan terhadap Emas sebagai aset lindung nilai.
Harga Emas Tembus $4.400 melanjutkan reli seiring pelemahan Dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melompat menuju area $84,00 per barel setelah ancaman eskalasi baru dari Iran menambah premi risiko geopolitik di pasar energi.
Dolar AS Melemah, Mata Uang Utama Menguat
Pelemahan Dolar AS berlanjut seiring investor menilai ulang prospek kebijakan moneter The Fed. Pasar kini melihat peluang lebih kecil bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, mengingat data tenaga kerja dan ritel yang lesu. Kondisi ini membuka ruang penguatan bagi mata uang utama lain.
EUR/USD mempertahankan penguatan di kisaran 1,1580 setelah sempat mundur dari level tertinggi dua bulan di dekat 1,1614, dengan pelemahan Greenback menjadi penopang utama pasangan mata uang ini. GBP/USD bertahan di kisaran pertengahan 1,3500-an, mendekati level tertinggi tiga bulan menjelang rilis data ketenagakerjaan Inggris pada Selasa.
USD/JPY bergerak stagnan di kisaran 159,00 setelah data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua Jepang yang lemah, namun pasar tampak mengabaikan angka tersebut.
AUD/USD memimpin penguatan mata uang utama di kisaran rendah 0,7100-an, meski data akhir pekan menunjukkan perlambatan pada Produksi Industri dan Penjualan Ritel China.
Wall Street Tertekan oleh Kekhawatiran Inflasi
Indeks saham AS ditutup melemah pada hari Senin di tengah kekhawatiran bahwa harga minyak yang tinggi akan memicu tekanan inflasi, seiring harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah yang memudar. S&P 500 turun 0,5%, Nasdaq melemah 0,2%, dan Dow Jones kehilangan 273 poin. Kenaikan harga Minyak menambah kekhawatiran bahwa Fed mungkin menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, sementara imbal hasil Treasury tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007 akibat kekhawatiran atas lonjakan belanja pemerintah.
Saham-saham sensitif terhadap suku bunga, termasuk sektor keuangan dan perusahaan teknologi besar, ikut melemah. Google turun 0,6%, Microsoft anjlok 3%, dan Meta merosot 3,5%. Berkshire Hathaway turun 1,1%, Visa melemah 1,5%, dan American Express mundur 1,8%. Di sisi lain, saham produsen chip mencatat penguatan setelah Anthropic melaporkan pertumbuhan pendapatan yang kuat dan tengah menjajaki pertemuan dengan sejumlah bank terkait rencana penawaran umum perdana (IPO) yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah. Micron naik 4,1%, Intel menguat 1%, dan Sandisk melonjak 9%.
Fokus Pasar Hari Ini
Sesi Asia pada hari Selasa dibuka dengan rilis data Westpac Consumer Confidence Australia, sebelum sesi Eropa menghadirkan sorotan utama berupa laporan pasar tenaga kerja Inggris. Bank of England (BoE) akan mencermati data Average Earnings secara ketat, sementara tingkat pengangguran ILO diperkirakan sedikit menurun. Survei sentimen ZEW dari Jerman dan Zona Euro turut menyusul, bersama jadwal pidato dari pejabat European Central Bank (ECB), Philip Lane.
Sesi AS kemudian mengambil alih perhatian pasar lewat rilis data Building Permits, Housing Starts, Industrial Production, dan Pending Home Sales, yang memberikan gambaran terbaru kondisi ekonomi terbesar dunia. Data Producer Price Index (PPI) kuartal kedua Selandia Baru menutup rangkaian rilis data pada akhir sesi.
Prospek Harga Emas Selasa | 18 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang cukup kuat, terlihat dari harga yang konsisten bergerak di atas SMA 50 dan membentuk pola higher high serta higher low dalam beberapa sesi terakhir. Saat ini harga berada di sekitar 4.418, sementara RSI(14) berada di level 59, yang menunjukkan momentum bullish masih terjaga namun belum memasuki area overbought. Selama harga mampu bertahan di atas level 4.354, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.444, kemudian 4.476 hingga 4.515.
Namun, jika harga gagal mempertahankan 4.354, tekanan koreksi berpotensi meningkat dengan target menuju 4.310, sehingga level tersebut menjadi area penting untuk menjaga struktur bullish emas.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.444 R2 4.476 R3 4.515
S1 4.377 S2 4.354 S3 4.310
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.380 |
| Profit Target Level | 4.430 |
| Stop Loss Level | 4.350 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.400 |
| Profit Target Level | 4.360 |
| Stop Loss Level | 4.445 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 18 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus resistance 82,68, yang kini bertindak sebagai support dan bergerak di atas SMA 50, sementara RSI(14) di 64.48 masih menunjukkan momentum beli yang cukup kuat namun belum memasuki area overbought.
Selama harga bertahan di atas 82,68, peluang kenaikan masih terbuka menuju 86,14, kemudian 87,63 dan 89,19, sedangkan jika kembali turun di bawah 82,68, harga berpotensi terkoreksi menuju 81,24 dan 79,88.
US Oil INTRADAY AREA
R1 86,14 R2 87,63 R3 89,19
S1 82,68 S2 81,24 S3 79,98
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 82,70 |
| Profit Target Level | 85,50 |
| Stop Loss Level | 81,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 86,00 |
| Profit Target Level | 84,00 |
| Stop Loss Level | 87,65 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Melemah, Emas dan Euro Melesat Pekan Ini
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
