Harga Emas Melemah di Tengah Harapan Damai Timur Tengah
Harga emas melemah pada perdagangan Kamis setelah muncul optimisme terkait potensi kemajuan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen tersebut mendorong penguatan pasar saham global dan menekan permintaan aset safe haven, termasuk emas.
Spot gold tercatat turun tipis 0,1% ke level US$4.540,53 per ounce, sementara kontrak berjangka emas melemah 0,4% ke US$4.540,70 per ounce. Tekanan terhadap harga emas melemah juga datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai rancangan akhir kesepakatan damai terkait konflik di Timur Tengah. Kabar itu langsung mengubah arah pergerakan pasar ke aset berisiko, sehingga minat terhadap emas berkurang.
Diplomasi AS-Iran Tekan Harga Minyak dan Emas
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan terdapat “beberapa sinyal positif” dalam pembicaraan dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa sistem pungutan di Selat Hormuz tidak dapat diterima oleh Amerika Serikat.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington pada akhirnya akan mengambil alih persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran. Di sisi lain, sumber senior Iran menyebut kesepakatan final memang belum tercapai, tetapi jarak perbedaan kedua negara semakin menyempit.
Perkembangan diplomasi tersebut membuat harga minyak terkoreksi tajam. Minyak mentah AS ditutup turun US$1,91 ke level US$96,35 per barel, sedangkan Brent melemah US$2,44 ke US$102,58 per barel.
Penurunan harga energi turut meredakan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini ikut menekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai terhadap kenaikan harga.
Wall Street Menguat Meski Nvidia Terkoreksi
Di tengah pelemahan harga emas melemah, pasar saham AS justru bergerak positif. Indeks Dow Jones naik 0,55% ke 50.285,66, sedangkan S&P 500 menguat 0,17% dan Nasdaq bertambah 0,09%.
Saham teknologi masih menjadi perhatian utama investor. Saham NVIDIA turun 1,8% setelah investor melakukan aksi ambil untung usai reli tajam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, perusahaan tersebut tetap melaporkan laba di atas ekspektasi pasar dan mengumumkan program buyback saham senilai US$80 miliar.
Saham IBM melonjak 12,4% setelah pemerintahan Donald Trump mengumumkan pendanaan untuk sejumlah perusahaan komputasi kuantum, termasuk proyek baru IBM.
Optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau AI juga terus menopang sentimen pasar saham global. Investor menilai potensi pertumbuhan laba sektor teknologi masih sangat besar apabila konflik geopolitik mulai mereda.
Dolar AS Stabil, Investor Tunggu Kepastian Negosiasi
Indeks dolar AS bergerak stabil di level 99,13 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam enam minggu terakhir. Euro tercatat turun tipis 0,03% ke US$1,1624.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga sedikit turun ke 4,575%. Penurunan yield membantu meredakan tekanan di pasar keuangan setelah sebelumnya melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2025.
Pelaku pasar kini menunggu arah yang lebih jelas dari negosiasi AS-Iran dan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Kondisi pasar masih dinilai rapuh karena investor belum sepenuhnya yakin ketegangan geopolitik benar-benar mereda.
Prospek Harga Emas Jumat | 22 Mei 2026
Harga emas sempat mengalami rebound, namun penguatannya masih tertahan di resistance 4.589 sehingga belum mampu mengubah arah trend secara signifikan. Setelah gagal menembus area tersebut, harga kembali melemah dan membentuk low baru di sekitar 4.488 sebelum akhirnya rebound lagi dan bergerak naik mendekati resistance 4.589. Meski rebound masih berlangsung, pergerakan harga yang tetap berada di bawah SMA 50 serta trendline bearish menunjukkan bahwa tekanan turun masih mendominasi.
Namun, jika harga mampu menembus resistance 4.589, rebound berpotensi berlanjut untuk menguji area 4.637 hingga 4.670. Sebaliknya, selama masih tertahan di bawah 4.589, risiko pelemahan kembali menuju support 4.500 hingga 4.453 tetap terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.589 R2 4.673 R3 4.670
S1 4.500 S2 4.453 S3 4.404
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.515 |
| Profit Target Level | 4.585 |
| Stop Loss Level | 4.450 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.580 |
| Profit Target Level | 4.520 |
| Stop Loss Level | 4.640 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 22 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 100,50 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Tekanan jual meningkat setelah harga beberapa kali gagal melanjutkan kenaikan menuju resistance 102,74 dan membentuk pelemahan bertahap dalam jangka pendek. RSI yang bergerak di bawah level netral juga menunjukkan momentum bullish mulai melemah.
Selama harga masih tertahan di bawah resistance 100,50, risiko penurunan kembali menuju support 95,02 hingga 93,21 masih terbuka. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 100,50, rebound berpotensi berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 102,74 hingga 105,15.
US Oil INTRADAY AREA
R1 100,50 R2 102,74 R3 105,15
S1 95,02 S2 93,21 S3 89,76
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 95,50 |
| Profit Target Level | 100,00 |
| Stop Loss Level | 93,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 100,00 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 102,80 |
Baca analisa sebelumnya: Harga Emas Naik di Tengah Harapan Damai Iran
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
