Saham Global Cetak Rekor Didorong Sentimen Damai
Saham global cetak rekor setelah laporan menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Optimisme ini langsung mendorong pelaku pasar masuk ke aset berisiko dan mempercepat reli di berbagai bursa utama.
Indeks saham di Wall Street mencatatkan kenaikan solid. Dow Jones Industrial Average naik 1,24%, S&P 500 menguat 1,46%, dan Nasdaq Composite melonjak 2%, dengan dua indeks terakhir mencetak rekor tertinggi baru.
Di Eropa, STOXX Europe 600 naik 2,2%. Sementara itu, MSCI All-Country World Index menguat 1,64% dan menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Pelaku pasar terlihat mulai mengantisipasi hasil positif tanpa menunggu konfirmasi resmi.
Harga Minyak Anjlok Seiring Harapan Kesepakatan
Harga minyak turun tajam karena pasar memperkirakan gangguan pasokan akan mereda. Jalur distribusi utama di Selat Hormuz kembali menjadi fokus utama.
Minyak Brent sempat turun di bawah $100 per barel dan akhirnya ditutup melemah 7,83% di $101,27. Sementara itu, minyak mentah AS (WTI) turun sekitar 7% ke $95,08 per barel.
Penurunan ini mencerminkan ekspektasi bahwa akses energi global akan kembali normal jika kesepakatan tercapai.
Dolar Melemah, Yen Menguat Tajam
Dolar AS kehilangan daya tarik sebagai safe haven dan melemah sekitar 0,3% terhadap mata uang utama. Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya selera risiko di pasar global.
Sebaliknya, yen Jepang menguat hingga 1,8% terhadap dolar AS. Kenaikan ini memicu spekulasi adanya potensi intervensi dari otoritas Jepang.
Imbal hasil US 10-Year Treasury juga turun 6,4 basis poin ke 4,352%. Penurunan ini terjadi seiring berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga setelah harga energi melemah.
Reli AI Dorong Kenaikan Saham Teknologi
Sektor teknologi menjadi pendorong utama reli lanjutan. Saham Advanced Micro Devices melonjak 18,6% setelah proyeksi pendapatan melampaui ekspektasi pasar.
Kenaikan juga terjadi pada Intel yang mencetak rekor tertinggi. Arm Holdings dan Qualcomm turut menguat seiring meningkatnya minat pada tema AI.
Di Asia, Samsung Electronics melonjak 14% dan menembus kapitalisasi pasar $1 triliun, melampaui Berkshire Hathaway.
Harga Emas Ikut Melonjak
Harga emas ikut naik tajam di tengah pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi. Logam mulia kembali menarik minat investor sebagai lindung nilai.
Harga emas spot naik 3% ke $4.694,40 per troy ounce, sementara kontrak berjangka mencapai $4.705,50 per troy ounce.
Prospek Kesepakatan Jadi Fokus Pasar
Laporan menyebutkan bahwa Gedung Putih tengah menyusun kesepakatan awal dengan Iran dalam bentuk memorandum. Dokumen ini akan menjadi dasar negosiasi nuklir lanjutan.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa jika Iran menyetujui poin-poin utama, konflik dapat segera berakhir dan akses di Selat Hormuz akan kembali terbuka untuk semua pihak.
Kesepakatan ini berpotensi mencakup penghentian pengayaan nuklir oleh Iran serta pencabutan sanksi oleh AS, termasuk pencairan dana yang sebelumnya dibekukan.
Prospek Harga Emas Kamis| 07 Mei 2026
Pergerakan emas pada H4 kini menunjukkan pergeseran bias ke arah bullish setelah harga berhasil breakout dan bertahan di atas SMA 50, yang sebelumnya menjadi resistance dan kini berubah fungsi sebagai support dinamis di area 4.618. Penembusan level 4.660 juga mengonfirmasi kekuatan buyer, dengan level tersebut kini menjadi support terdekat yang menjaga struktur kenaikan tetap valid.
Selama harga mampu bertahan di atas 4.660, momentum bullish berpotensi berlanjut untuk menguji resistance di 4.740 hingga 4.798, dan jika tekanan beli tetap konsisten, peluang kenaikan dapat diperluas menuju 4.842. RSI yang berada di atas level 60 turut mendukung skenario ini dengan mencerminkan momentum beli yang menguat, sementara penurunan kembali di bawah 4.618 akan menjadi sinyal awal melemahnya struktur bullish dan membuka peluang koreksi lebih dalam.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.740 R2 4.798 R3 4.842
S1 4.660 S2 4.618 S3 4.555
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.660 |
| Profit Target Level | 4.730 |
| Stop Loss Level | 4.610 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.740 |
| Profit Target Level | 4.680 |
| Stop Loss Level | 4.780 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 07 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat kembali berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan posisi di atas area resistance 101,46–104,06, dengan harga juga turun kembali ke bawah SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Penolakan dari area tersebut diperkuat oleh terbentuknya lower high serta garis tren turun yang masih terjaga, mencerminkan dominasi seller dalam jangka pendek.
Selama harga tetap berada di bawah 101,46, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support 92,26, dan jika tekanan jual berlanjut, harga berpeluang turun lebih dalam menuju 88,57 hingga 85,41. RSI yang bergerak di bawah level 50 turut mengonfirmasi melemahnya momentum, sehingga bias pergerakan masih cenderung bearish kecuali harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 101,46 yang dapat membuka peluang pembalikan arah.
US Oil INTRADAY AREA
R1 99,13 R2 101,46 R3 104,06
S1 92,26 S2 88,57 S3 85,41
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 88,60 |
| Profit Target Level | 96,00 |
| Stop Loss Level | 85,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 99,13 |
| Profit Target Level | 94,00 |
| Stop Loss Level | 101,50 |
Baca analisa sebelumnya: Saham Global Menguat, Abaikan Risiko Geopolitik
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas pada H4 masih berada dalam fase downtrend, tercermin dari struktur lower high dan posisi harga yang konsisten di bawah SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Setelah sempat menyentuh area 4.500, harga memang menunjukkan reaksi pantulan, namun kenaikan tersebut masih terlihat sebagai koreksi selama belum mampu menembus area 4.618–4.660 yang menjadi zona supply sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pelemahan setelah gagal bertahan di atas 106,56 dan mulai membentuk pola lower high, yang mengindikasikan tekanan bearish mulai dominan. Harga juga telah menembus ke bawah area 101,46 yang bertepatan dengan SMA 50, sehingga memperkuat sinyal perubahan arah jangka pendek menjadi bearish.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.618–4.660, dengan harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan membentuk struktur lower high. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga menembus area 4.560 dan saat ini mengarah ke support 4.482, yang menjadi level kunci dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil rebound dari area support 98,36 dan kembali bergerak di atas MA yang mulai mengarah naik, mencerminkan perubahan momentum ke sisi atas. Saat ini harga sedang menguji resistance 106,56, dan jika mampu ditembus secara konsisten, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 111,20 hingga 113,25 sebagai target berikutnya.
Pergerakan emas masih dalam bias bearish setelah sempat mencoba rebound namun tertahan di resistance 4667, yang kini menjadi level kunci penahan kenaikan. Penolakan di area tersebut memicu koreksi lanjutan dan harga kembali turun menguji support 4586.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga terkoreksi setelah tertahan di resistance 106,56, namun tekanan turun masih terbatas karena harga tetap bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 98,36. Selama area ini tidak ditembus, bias masih cenderung bullish dengan potensi harga kembali menguat untuk menguji 106,56, dan jika berhasil ditembus maka membuka peluang kenaikan lanjutan menuju 111,20 hingga 113,25. Sebaliknya, penembusan di bawah 98,36 akan mengubah outlook menjadi lebih bearish dengan potensi penurunan ke 94,52 hingga 92,63.
Outlook Pekan Ini: Geopolitik dan Minyak Tetap Dominan
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat membentuk low baru di area 4.510 sebelum akhirnya mengalami rebound dan menembus area 4.580–4.605 yang kini beralih menjadi support. Meskipun demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan karena harga masih tertahan di bawah resistance 4.667 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga bias pergerakan masih cenderung bearish dengan pola lower high yang tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan kenaikan tajam hingga menguji area resistance 111,20, namun penguatan tersebut tertahan di level tersebut sehingga memicu koreksi. Setelah itu, harga membentuk support baru di kisaran 103,28, yang kini menjadi area kunci dalam menjaga momentum bullish jangka pendek. Meskipun terjadi tekanan turun, harga masih bergerak di atas SMA 50 yang berdekatan dengan support berikutnya di 98,36, sehingga struktur bullish belum sepenuhnya patah.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support kuat di 4.630 yang kini berubah menjadi resistance. Penurunan berlanjut hingga mendekati area demand di kisaran 4.510–4.483, dengan struktur lower high dan lower low yang masih terjaga, mengindikasikan tren turun belum berakhir.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang solid setelah harga berhasil menembus resistance 101,78 dan 105,56, yang kini beralih fungsi menjadi area support. Struktur higher high dan higher low semakin menguat, dengan harga bergerak stabil di atas moving average, menandakan dominasi buyer masih terjaga. Saat ini harga sedang mendekati resistance kunci di 111,20, sehingga potensi kenaikan masih terbuka selama tidak kembali turun di bawah 105,56.
Pergerakan emas pada time frame H4 mengonfirmasi tren bearish setelah harga menembus support 4.657 yang kini beralih menjadi resistance, sejalan dengan posisi harga yang berada di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan struktur lower high yang terbentuk. Harga saat ini telah membentuk support baru di 4.554 setelah penurunan tajam, dengan RSI yang berada di area oversold sehingga membuka peluang rebound jangka pendek untuk menguji resistance 4.630 hingga 4.657.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pemulihan bullish setelah harga berhasil menembus resistance 98,08 yang kini berpotensi menjadi support, didukung oleh posisi harga yang mulai bergerak di atas moving average serta struktur higher low yang terbentuk. Kenaikan ini mendorong harga mendekati area resistance 101,78, dengan RSI yang berada di kisaran 60–70 mengindikasikan momentum bullish masih terjaga meskipun mendekati area jenuh beli.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.743, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 serta tertahan oleh trendline turun yang mengindikasikan dominasi tekanan jual. Selama harga tidak mampu menembus kembali area 4.717, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support di 4.668 hingga 4.644, bahkan berlanjut ke 4.607 jika tekanan semakin kuat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound yang mulai menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan turun, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 dan mendekati area resistance 97,90. Selama harga belum mampu menembus level tersebut, potensi koreksi jangka pendek masih terbuka untuk kembali menguji support di 94,52 hingga 92,26.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat sedang dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.743, dengan harga kini bergerak di bawah SMA 50 dan menembus trendline naik, yang mengindikasikan melemahnya momentum bullish. Selama harga masih tertahan di bawah area 4743, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji zona support kuat di 4.668–4.644, bahkan bisa melebar ke 4607 jika tekanan jual meningkat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mencoba rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan turun cukup tajam, dengan harga kini mendekati area resistance 97.90. Selama harga belum mampu menembus area tersebut, potensi koreksi masih terbuka untuk kembali menguji support di 92.26 hingga 89.57. Namun, jika resistance 97.90 berhasil ditembus secara valid, maka kenaikan berpotensi berlanjut menuju 99.92 hingga 102.58.
