FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70200 – 0,69500
Akhirnya tenaga mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS habis untuk melanjutkan penguatannya. Terbukti mata uang Aussie melemah dan berada di level terendah dua bulan karena investor menilai meredanya ketegangan di Timur Tengah sementara tekanan biaya hidup yang terus berlanjut membebani sentimen domestik. Kepercayaan rumah tangga semakin memburuk hingga mencapai pesimisme yang mendalam, dengan Indeks Sentimen Konsumen Westpac–Melbourne Institute turun sekitar 3% menjadi 80,6 pada bulan Juni, menandai penurunan keempat tahun ini dan termasuk yang terlemah dalam beberapa dekade. Rumah tangga melaporkan tekanan berkelanjutan akibat tingginya biaya hidup, sementara pemotongan pajak bahan bakar sementara hanya memberikan bantuan yang terbatas dan berumur pendek. Dengan latar belakang ini, para investor mengalihkan perhatian mereka ke keputusan kebijakan yang akan datang dari Reserve Bank of Australia minggu depan, di mana suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap stabil. Sementara itu, sentimen risiko global sedikit meningkat setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian pertempuran. Namun, Dollar AS sebagai aset aman tetap menguat di tengah ketidakpastian kesepakatan perdamaian AS-Iran dan prediksi kebijakan moneter ketat dari The Fed setelah data pekerjaan AS yang kuat.
Pivot : 0,70334
R1 : 0,70624 S1 : 0,69970
R2 : 0,70988 S2 : 0,69680
R3 : 0,71278 S3 : 0,69316
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 160,300 – 160,700
Tekanan yang melanda mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback belum berhenti. Bahkan Yen melewati level yang secara luas dipandang oleh pasar sebagai pemicu potensial untuk putaran intervensi mata uang berikutnya oleh otoritas Jepang. Mata uang tersebut tetap berada di bawah tekanan karena Dollar AS yang lebih kuat mendapat dukungan dari laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga di akhir tahun ini. Namun, permintaan safe-haven untuk dolar AS mereda setelah Iran dan Israel sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain. Sementara itu, data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan cadangan devisa Jepang mencatat penurunan bulanan terbesar sepanjang sejarah pada bulan Mei karena pemerintah menjual aset asing untuk membiayai intervensi mata uang terbesar yang pernah dilakukan sebulan sebelumnya. Di bidang kebijakan moneter, Bank of Japan secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga akhir bulan ini karena para pembuat kebijakan menghadapi tekanan inflasi yang terus-menerus yang didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi.
Pivot : 160,275
R1 : 160,504 S1 : 160,114
R2 : 160,665 S2 : 159,885
R3 : 160,894 S3 : 159,724
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3330 – 1.3285
Pounds menguat cukup signifikan pada perdagangan Selasa kemarin. Dollar AS memangkas sebagian kerugian setelah meningkatnya ketidakpastian terkait situasi Timur Tengah. Indeks Dollar turun tipis ke level 99,94. Eskalasi konflik Timur-tengah kembali meningkat setelah Israel meningkatkan serangan ke Lebanon. Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka dapat melanjutkan permusuhan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon. Disisi lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan merespons insiden jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Di saat yang sama, investor juga menunggu data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. GBP berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh Kekhawatiran inflasi meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Open : 1.3374 Pivot 1.3380
R1 : 1.3410 S1 : 1.3361
R2 : 1.3435 S2 : 1.3330
R3 : 1.3483 S3 : 1.3285
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1499 – 1.1473
Euro menguat tipis pada perdagangan Selasa kemarin. Euro sempat menguat di awal sesi perdagangan Asia hingga Eropa, namun kembali tertekan di sesi perdagangan Amerika setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan merespons insiden jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Eskalasi konflik Timur-tengah kembali meningkat setelah Iran meningkatkan serangan ke wilayah Lebanon yang akan memicu serangan balasan dari Iran.
Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka dapat melanjutkan permusuhan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon. Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor tertuju pada data inflasi konsumen Amerika Serikat yang akan dirilis pada Rabu.
Kekhawatiran inflasi meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. EUR berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 1.1542 Pivot : 1.1552
R1 : 1.1566 S1 : 1.1526
R2 : 1.1578 S2 : 1.1499
R3 : 1.1613 S3 : 1.1473
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8011 – 0.8039
Swiss Franc masih tertekan pada perdagangan Selasa kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss terjadi akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur-tengah. Ketegangan semakin meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke kota pelabuhan Tyre di Lebanon selatan. Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka dapat melanjutkan permusuhan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon. Disisi lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan merespons insiden jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh kekhawatiran inflasi meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Open : 0.7971 Pivot : 0.7974
R1 : 0.7990 S1 : 0.7964
R2 : 0.8011 S2 : 0.7947
R3 : 0.8039 S3. : 0.7826
DXY
Opportunity: Bullish Range 100,000 – 100,500
Kembali pelemahan terbatas dan sementara melanda mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Tekanan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang merosot sejenak dari level 100,077 ke level 99,994. Dollar AS tertekan terbatas, mundur dari level tertinggi sembilan minggu setelah Iran dan Israel sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain, mengurangi permintaan aset aman bagi dolar AS. Presiden Donald Trump juga mengatakan bahwa kedua belah pihak berupaya mencapai gencatan senjata segera dan bahwa negosiasi akhir sedang berjalan maju. Meskipun mengalami penurunan, dolar tetap berada di dekat level tertinggi multi-bulan terhadap mata uang utama lainnya karena data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada akhir tahun. Pasar sekarang memperkirakan sekitar 70% kemungkinan kenaikan suku bunga seperempat poin pada bulan Desember. Investor juga menunggu data CPI dan PPI AS hari ini dan esok hari untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan Fed. Sementara itu, Bank Sentral Eropa secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu ini.
Pivot : 99,916
R1 : 100,154 S1 : 99,756
R2 : 100,314 S2 : 99,518
R3 : 100,552 S3 : 99,358

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 turun 1,2% menjadi di bawah 65.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,4% menjadi 3.880 pada hari Rabu, mengembalikan keuntungan sesi sebelumnya karena sentimen investor memburuk setelah AS melancarkan “serangan bela diri” terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Amerika. Saham Jepang juga mengikuti aksi jual yang dipimpin sektor teknologi di Wall Street, di mana saham semikonduktor kembali berada di bawah tekanan. Sementara itu, data domestik menunjukkan inflasi grosir Jepang meningkat menjadi 6,3% year-on-year pada bulan Mei, laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun, didorong oleh melonjaknya biaya energi. Produsen chip dan perusahaan terkait AI memimpin penurunan pasar, dengan penurunan tajam dari Kioxia Holdings (-3,6%), Taiyo Yuden (-3%), SoftBank Group (-8,4%), Murata Manufacturing (-4,2%), dan Fujikura (-6,7%). Berlawanan dengan tren, Tokyo Electron melonjak 6,9% ke rekor tertinggi baru.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng merosot 91 poin, atau 0,4%, dan ditutup pada 24.566 pada hari Selasa, memperpanjang kerugian untuk sesi kelima berturut-turut dan berada di dekat level terendahnya sejak akhir Maret. Sentimen tetap rapuh meskipun ada laporan bahwa ketegangan di Timur Tengah mereda setelah penghentian permusuhan antara Israel dan Iran dan karena optimisme seputar saham terkait AI meningkat. Sektor keuangan, perdagangan ritel, dan mineral energi mencatat kerugian sementara saham teknologi tertentu mengalami kenaikan. Saham yang mengalami penurunan signifikan termasuk AIA (-2,2%), Pop Mart (-1,4%), Knowledge Atlas Technology (-12,8%), dan Xiaomi (-0,7%). Sebaliknya, Tencent naik 1,8% dan Semiconductor Manufacturing International Corporation naik 3,2%, membantu indeks acuan pulih dari kerugian sebelumnya. Investor tetap berhati-hati terhadap laju pemulihan ekonomi China secara keseluruhan meskipun data perdagangan China lebih kuat dari perkiraan, dengan ekspor dan impor melebihi perkiraan karena permintaan yang kuat untuk perangkat keras teknologi di tengah meningkatnya investasi AI global.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Kontrak berjangka saham AS turun pada hari Rabu setelah AS melancarkan “serangan bela diri” terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Amerika, yang meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Investor juga menunggu rilis data inflasi AS untuk sinyal baru tentang prospek kebijakan Federal Reserve, setelah angka pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan minggu lalu memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,26% dan 0,97%, sementara Dow naik 0,17%. Saham semikonduktor tetap berada di bawah tekanan, dengan iShares Semiconductor ETF turun lebih dari 3% setelah melonjak 6% pada hari Senin. Dana tersebut telah anjlok 10% pada hari Jumat, menandai penurunan satu hari tercuramnya dalam enam tahun, karena investor semakin khawatir bahwa reli saham chip yang didorong oleh AI telah menjadi terlalu panas.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish menguji area support 4.150 – 4.098
Harga emas mengalami tekanan pada perdagangan Rabu dan bergerak turun mendekati level USD 4.200 per ons, sekaligus menyentuh posisi terendah sejak 23 Maret. Pelemahan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran sebagai respons atas jatuhnya sebuah helikopter militer Amerika, yang memicu peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi terbaru tersebut mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi yang lebih persisten.
Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik, kali ini sentimen pasar lebih banyak dipengaruhi oleh prospek kebijakan moneter yang berpotensi semakin ketat. Kenaikan harga minyak akibat konflik di kawasan Teluk Persia diperkirakan dapat memperkuat tekanan inflasi global, sehingga memunculkan spekulasi bahwa bank-bank sentral, khususnya Federal Reserve, mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.
Pivot : 4.300
R1 4.260 R2 4.300 R3 4.366
S1 4.150 S2 4.098 S3 4.040
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah 91,10, testing support 85,93
Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan Rabu, dengan minyak diperdagangkan di atas level USD 89 per barel setelah berhasil memangkas sebagian kerugian tajam yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah Washington melancarkan serangan militer baru sebagai respons atas penembakan yang menyebabkan jatuhnya sebuah helikopter Apache Amerika.
Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang sebelumnya dicapai antara pihak-pihak yang bertikai mungkin tidak akan bertahan lama. Pasar juga mulai meragukan prospek tercapainya kesepakatan damai yang lebih luas di kawasan, terutama setelah Iran menegaskan bahwa setiap ancaman atau serangan akan mendapatkan balasan dari angkatan bersenjatanya. Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian terhadap keamanan jalur distribusi energi global, termasuk hampir tertutupnya Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Pivot: 90,08
R1 91,10 S1 85,93
R2 93,45 S2 83,60
R3 95,65 S3 81,29
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Rabu, 10 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Arah Emas dengan Candlestick Jelang Data CPI AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 10 Juni 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
