Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (10/06/2026)

by Dewi Hernawati
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity:   Bearish  Range         0,70200 – 0,69500

Akhirnya tenaga mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS habis untuk melanjutkan penguatannya. Terbukti mata uang Aussie melemah dan berada di level terendah dua bulan karena investor menilai meredanya ketegangan di Timur Tengah sementara tekanan biaya hidup yang terus berlanjut membebani sentimen domestik. Kepercayaan rumah tangga semakin memburuk hingga mencapai pesimisme yang mendalam, dengan Indeks Sentimen Konsumen Westpac–Melbourne Institute turun sekitar 3% menjadi 80,6 pada bulan Juni, menandai penurunan keempat tahun ini dan termasuk yang terlemah dalam beberapa dekade. Rumah tangga melaporkan tekanan berkelanjutan akibat tingginya biaya hidup, sementara pemotongan pajak bahan bakar sementara hanya memberikan bantuan yang terbatas dan berumur pendek. Dengan latar belakang ini, para investor mengalihkan perhatian mereka ke keputusan kebijakan yang akan datang dari Reserve Bank of Australia minggu depan, di mana suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap stabil. Sementara itu, sentimen risiko global sedikit meningkat setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian pertempuran. Namun, Dollar AS sebagai aset aman tetap menguat di tengah ketidakpastian kesepakatan perdamaian AS-Iran dan prediksi kebijakan moneter ketat dari The Fed setelah data pekerjaan AS yang kuat.

Pivot : 0,70334

R1 : 0,70624          S1 : 0,69970      

R2 : 0,70988          S2 : 0,69680

R3 : 0,71278          S3 : 0,69316


USDJPY

Opportunity:   Bullish  Range       160,300 – 160,700

Tekanan yang melanda mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback belum berhenti. Bahkan Yen melewati level yang secara luas dipandang oleh pasar sebagai pemicu potensial untuk putaran intervensi mata uang berikutnya oleh otoritas Jepang. Mata uang tersebut tetap berada di bawah tekanan karena Dollar AS yang lebih kuat mendapat dukungan dari laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga di akhir tahun ini. Namun, permintaan safe-haven untuk dolar AS mereda setelah Iran dan Israel sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain. Sementara itu, data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan cadangan devisa Jepang mencatat penurunan bulanan terbesar sepanjang sejarah pada bulan Mei karena pemerintah menjual aset asing untuk membiayai intervensi mata uang terbesar yang pernah dilakukan sebulan sebelumnya. Di bidang kebijakan moneter, Bank of Japan secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga akhir bulan ini karena para pembuat kebijakan menghadapi tekanan inflasi yang terus-menerus yang didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi.

Pivot : 160,275

R1 : 160,504          S1 : 160,114      

R2 : 160,665          S2 : 159,885

R3 : 160,894          S3 : 159,724


GBPUSD

Opportunity  :  Bearish menuju  :  1.3330  –  1.3285

Pounds menguat cukup signifikan pada perdagangan Selasa kemarin. Dollar AS memangkas sebagian kerugian setelah meningkatnya ketidakpastian terkait situasi Timur Tengah. Indeks Dollar turun tipis ke level 99,94. Eskalasi konflik Timur-tengah kembali meningkat setelah Israel meningkatkan serangan ke Lebanon. Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka dapat melanjutkan permusuhan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon. Disisi lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan merespons insiden jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Di saat yang sama, investor juga menunggu data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. GBP berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh Kekhawatiran inflasi meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Open  : 1.3374           Pivot  1.3380

R1  : 1.3410                S1  : 1.3361

R2  : 1.3435                S2  : 1.3330

R3  : 1.3483                S3  : 1.3285


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1499 – 1.1473

Euro menguat tipis pada perdagangan Selasa kemarin. Euro sempat menguat di awal sesi perdagangan Asia hingga Eropa, namun kembali tertekan di sesi perdagangan Amerika setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan merespons insiden jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Eskalasi konflik Timur-tengah kembali meningkat setelah Iran meningkatkan serangan ke wilayah Lebanon yang akan memicu serangan balasan dari Iran.

Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka dapat melanjutkan permusuhan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon. Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor tertuju pada data inflasi konsumen Amerika Serikat yang akan dirilis pada Rabu.

Kekhawatiran inflasi meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. EUR berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.

Open  : 1.1542           Pivot  : 1.1552

R1  : 1.1566                S1  : 1.1526

R2  : 1.1578                S2  : 1.1499

R3  : 1.1613                S3  : 1.1473


USDCHF

Opportunity  :  Bullish menuju  :  0.8011  –  0.8039

Swiss Franc masih tertekan pada perdagangan Selasa kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss terjadi akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur-tengah. Ketegangan semakin meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke kota pelabuhan Tyre di Lebanon selatan. Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka dapat melanjutkan permusuhan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon. Disisi lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan merespons insiden jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh kekhawatiran inflasi meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Open  : 0.7971           Pivot  : 0.7974

R1  : 0.7990                S1  : 0.7964

R2  : 0.8011                S2  : 0.7947

R3  : 0.8039                S3. : 0.7826

 


DXY

Opportunity:   Bullish  Range         100,000 – 100,500

Kembali pelemahan terbatas dan sementara melanda mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Tekanan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang merosot sejenak dari level 100,077 ke level 99,994. Dollar AS tertekan terbatas, mundur dari level tertinggi sembilan minggu setelah Iran dan Israel sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain, mengurangi permintaan aset aman bagi dolar AS. Presiden Donald Trump juga mengatakan bahwa kedua belah pihak berupaya mencapai gencatan senjata segera dan bahwa negosiasi akhir sedang berjalan maju. Meskipun mengalami penurunan, dolar tetap berada di dekat level tertinggi multi-bulan terhadap mata uang utama lainnya karena data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada akhir tahun. Pasar sekarang memperkirakan sekitar 70% kemungkinan kenaikan suku bunga seperempat poin pada bulan Desember. Investor juga menunggu data CPI dan PPI AS hari ini dan esok hari untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan Fed. Sementara itu, Bank Sentral Eropa secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu ini.

Pivot : 99,916

R1 :  100,154         S1 :    99,756

R2 :  100,314           S2 :    99,518

R3 :  100,552         S3 :    99,358


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 60,115

Indeks Nikkei 225 turun 1,2% menjadi di bawah 65.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,4% menjadi 3.880 pada hari Rabu, mengembalikan keuntungan sesi sebelumnya karena sentimen investor memburuk setelah AS melancarkan “serangan bela diri” terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Amerika. Saham Jepang juga mengikuti aksi jual yang dipimpin sektor teknologi di Wall Street, di mana saham semikonduktor kembali berada di bawah tekanan. Sementara itu, data domestik menunjukkan inflasi grosir Jepang meningkat menjadi 6,3% year-on-year pada bulan Mei, laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun, didorong oleh melonjaknya biaya energi. Produsen chip dan perusahaan terkait AI memimpin penurunan pasar, dengan penurunan tajam dari Kioxia Holdings (-3,6%), Taiyo Yuden (-3%), SoftBank Group (-8,4%), Murata Manufacturing (-4,2%), dan Fujikura (-6,7%). Berlawanan dengan tren, Tokyo Electron melonjak 6,9% ke rekor tertinggi baru.

Pivot : 62,026

R1 : 63,068           S1 : 60,773

R2 : 64,321           S2 : 59,731

R3 : 66,616           S3 : 57,436


HANGSENG

Opportunity: Menguji support ke area: 25,434

Indeks Hang Seng merosot 91 poin, atau 0,4%, dan ditutup pada 24.566 pada hari Selasa, memperpanjang kerugian untuk sesi kelima berturut-turut dan berada di dekat level terendahnya sejak akhir Maret. Sentimen tetap rapuh meskipun ada laporan bahwa ketegangan di Timur Tengah mereda setelah penghentian permusuhan antara Israel dan Iran dan karena optimisme seputar saham terkait AI meningkat. Sektor keuangan, perdagangan ritel, dan mineral energi mencatat kerugian sementara saham teknologi tertentu mengalami kenaikan. Saham yang mengalami penurunan signifikan termasuk AIA (-2,2%), Pop Mart (-1,4%), Knowledge Atlas Technology (-12,8%), dan Xiaomi (-0,7%). Sebaliknya, Tencent naik 1,8% dan Semiconductor Manufacturing International Corporation naik 3,2%, membantu indeks acuan pulih dari kerugian sebelumnya. Investor tetap berhati-hati terhadap laju pemulihan ekonomi China secara keseluruhan meskipun data perdagangan China lebih kuat dari perkiraan, dengan ekspor dan impor melebihi perkiraan karena permintaan yang kuat untuk perangkat keras teknologi di tengah meningkatnya investasi AI global.

Pivot : 25,870

R1 : 26,094    S1 : 25,448

R2 : 26,516    S2 : 25,224

R3 : 27,162    S3 : 24,578


NASDAQ

Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500

Kontrak berjangka saham AS turun pada hari Rabu setelah AS melancarkan “serangan bela diri” terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Amerika, yang meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Investor juga menunggu rilis data inflasi AS untuk sinyal baru tentang prospek kebijakan Federal Reserve, setelah angka pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan minggu lalu memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,26% dan 0,97%, sementara Dow naik 0,17%. Saham semikonduktor tetap berada di bawah tekanan, dengan iShares Semiconductor ETF turun lebih dari 3% setelah melonjak 6% pada hari Senin. Dana tersebut telah anjlok 10% pada hari Jumat, menandai penurunan satu hari tercuramnya dalam enam tahun, karena investor semakin khawatir bahwa reli saham chip yang didorong oleh AI telah menjadi terlalu panas.

Pivot : 29,057.92

R1 : 29,889.08                     S1 : 28,291.17

R2 : 30,676.17                  S2 : 27,439.67

R3 : 32,294.42                  S3 : 25,821.42



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity:  Bearish menguji area support 4.150 – 4.098

Harga emas mengalami tekanan pada perdagangan Rabu dan bergerak turun mendekati level USD 4.200 per ons, sekaligus menyentuh posisi terendah sejak 23 Maret. Pelemahan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran sebagai respons atas jatuhnya sebuah helikopter militer Amerika, yang memicu peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi terbaru tersebut mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi yang lebih persisten.

Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik, kali ini sentimen pasar lebih banyak dipengaruhi oleh prospek kebijakan moneter yang berpotensi semakin ketat. Kenaikan harga minyak akibat konflik di kawasan Teluk Persia diperkirakan dapat memperkuat tekanan inflasi global, sehingga memunculkan spekulasi bahwa bank-bank sentral, khususnya Federal Reserve, mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.

Pivot : 4.300

R1  4.260   R2  4.300  R3 4.366

S1  4.150  S2  4.098  S3  4.040


Oil

Opportunity : Bearish selama di bawah 91,10, testing support 85,93

Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan Rabu, dengan minyak diperdagangkan di atas level USD 89 per barel setelah berhasil memangkas sebagian kerugian tajam yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah Washington melancarkan serangan militer baru sebagai respons atas penembakan yang menyebabkan jatuhnya sebuah helikopter Apache Amerika.

Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang sebelumnya dicapai antara pihak-pihak yang bertikai mungkin tidak akan bertahan lama. Pasar juga mulai meragukan prospek tercapainya kesepakatan damai yang lebih luas di kawasan, terutama setelah Iran menegaskan bahwa setiap ancaman atau serangan akan mendapatkan balasan dari angkatan bersenjatanya. Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian terhadap keamanan jalur distribusi energi global, termasuk hampir tertutupnya Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Pivot: 90,08

R1 91,10        S1  85,93

R2  93,45        S2  83,60

R3  95,65      S3  81,29


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 10 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Membaca Arah Emas dengan Candlestick Jelang Data CPI AS

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 10 Juni 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy