Market Summary
Peluang Trading Emas menjadi perhatian pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang diperkirakan menunjukkan kenaikan pada Mei. Ekspektasi inflasi yang lebih tinggi membuat dolar AS tetap kuat dan menekan harga emas meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.
Harga emas spot turun lebih dari 2% ke level USD4.172 per ons, level terendah sejak akhir Maret. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah ke USD4.195 per ons.
Konflik Timur Tengah Belum Mampu Mendukung Harga Emas
Tekanan terhadap emas terjadi setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Serangan tersebut merupakan respons atas aksi militer AS terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz.
Meningkatnya ketegangan geopolitik biasanya mendorong permintaan aset safe haven seperti emas. Namun kali ini pasar lebih fokus pada dampak ekonomi dari konflik tersebut, terutama potensi kenaikan inflasi akibat lonjakan harga energi.
Harga minyak yang terus meningkat memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih panjang.
Sejak konflik yang melibatkan Iran dimulai pada akhir Februari, harga emas tercatat telah turun lebih dari 20%.
Data CPI AS Menjadi Fokus Utama Pasar
Investor kini menantikan data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini. Data tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve hingga akhir tahun.
Inflasi tahunan AS diproyeksikan meningkat menjadi 4,2% pada Mei dari 3,8% pada April. Jika sesuai perkiraan, angka tersebut akan menjadi yang tertinggi sejak April 2023 sekaligus mencatat kenaikan selama tiga bulan berturut-turut.
Secara bulanan, CPI diperkirakan naik 0,5% setelah meningkat 0,6% pada bulan sebelumnya. Kenaikan harga bensin akibat gejolak energi menjadi pendorong utama inflasi dalam periode tersebut.
Sementara itu, inflasi inti atau Core CPI diperkirakan naik menjadi 2,9% secara tahunan dari sebelumnya 2,8%. Pada basis bulanan, Core CPI diproyeksikan tumbuh 0,3%.
Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Dolar AS Tetap Didukung Ekspektasi Suku Bunga
Dolar AS masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan kondisi ekonomi yang solid. Data tersebut mendorong pasar untuk mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember.
Menurut ING, inflasi inti yang sesuai atau lebih tinggi dari perkiraan dapat menjaga peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve tetap terbuka hingga akhir tahun. Kondisi itu berpotensi membuat dolar AS tetap diminati investor.
Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember berada di kisaran 68%. Selain data CPI, investor juga menunggu rilis Producer Price Index (PPI) pada Kamis serta hasil pertemuan FOMC pekan depan.
ING memperkirakan indeks dolar AS (DXY) berpotensi bergerak menuju area 100,40 hingga 100,50 selama risiko inflasi dari kenaikan harga energi masih bertahan.
Peluang Trading Emas Masih Menghadapi Tekanan
Peluang Trading Emas dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh kombinasi penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga. Lingkungan suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar juga mencermati area USD4.100 per ons sebagai support penting. Pergerakan harga di sekitar level tersebut berpotensi menjadi petunjuk arah berikutnya bagi Peluang Trading Emas menjelang rilis data inflasi dan keputusan kebijakan Federal Reserve.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.220. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju support terdekat di 4.140.
Jika support 4.140 berhasil ditembus, peluang pelemahan lanjutan dapat mengarahkan harga ke area support berikutnya di 4.093, sebelum menguji level 4.060. Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level pivot 4.220, momentum bullish berpotensi terbentuk dan membuka ruang kenaikan menuju resistance 4.265, kemudian 4.310.
Resistance 1: 4.220 Resistance 2: 4.265 Resistance 3: 4.310
Support1: 4.140 Support 2: 4.093 Support 3: 4.060
Baca juga: Peluang Trading USD/JPY Usai Gencatan Senjata Iran-Israel
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
