Ancaman Trump Membuat Pasar Global Berubah Waspada
Pasar global bergerak hati-hati pada perdagangan Selasa setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan merespons insiden jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Di saat yang sama, investor juga menunggu data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran inflasi membuat pelaku pasar mengurangi eksposur pada aset berisiko. Saham teknologi melemah, harga minyak turun, sementara emas juga terkoreksi karena meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Trump dan Iran Kembali Jadi Sorotan
Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian utama investor. Sebelumnya, Iran dan Israel sempat meningkatkan harapan pasar setelah menyatakan akan menghentikan serangan satu sama lain.
Namun situasi berubah setelah Donald Trump mengatakan bahwa Iran telah menembak jatuh helikopter Apache milik Amerika Serikat yang sedang berpatroli di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa Washington akan memberikan respons terhadap insiden tersebut, meski belum mengungkapkan langkah yang akan diambil.
Ketegangan semakin meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke kota pelabuhan Tyre di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya delapan orang. Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka dapat melanjutkan permusuhan jika Israel terus menyerang Hezbollah di Lebanon.
Perkembangan tersebut membuat pasar global kembali mempertimbangkan risiko eskalasi konflik di kawasan yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Investor Menunggu Data Inflasi AS
Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor tertuju pada data inflasi konsumen Amerika Serikat yang akan dirilis pada Rabu.
Kekhawatiran inflasi meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga Desember mendekati 43%. Sementara itu, peluang kenaikan 50 basis poin juga meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.
Saham Teknologi Memimpin Pelemahan Wall Street
Bursa saham Amerika Serikat bergerak beragam dengan tekanan terbesar berasal dari sektor teknologi. Investor melakukan aksi ambil untung setelah reli panjang yang mendorong valuasi saham teknologi ke level tinggi.
Sebagian dana berpindah ke sektor yang lebih defensif seperti utilitas, kesehatan, dan properti. Investor juga mulai mempersiapkan dana menjelang penawaran saham perdana SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,17% ke 50.870,94. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,26% ke 7.386,44 dan Nasdaq Composite melemah 0,97% ke 25.678,82.
Di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup turun 0,5% setelah sempat bergerak menguat pada awal sesi perdagangan.
Dolar Menguat, Obligasi Diburu Investor
Di pasar valuta asing, dolar AS memangkas sebagian kerugian setelah meningkatnya ketidakpastian terkait situasi Timur Tengah. Indeks dolar turun tipis ke level 99,94. Euro menguat ke US$1,1544, sementara dolar AS naik terhadap yen Jepang ke level 160,38.
Sementara itu, investor meningkatkan kepemilikan obligasi pemerintah AS menjelang rilis data inflasi. Yield obligasi tenor 10 tahun turun ke 4,52%, sedangkan yield tenor 2 tahun turun ke 4,122%.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor mulai mengadopsi sikap defensif sambil menunggu kepastian arah kebijakan Federal Reserve.
Minyak Turun Meski Stok Global Menyusut
Harga minyak ditutup melemah meski data terbaru menunjukkan persediaan minyak di negara-negara ekonomi utama dunia menuju level terendah sejak 2003.
Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menyatakan bahwa stok minyak global terus menurun. Namun EIA juga memperkirakan permintaan minyak dunia akan mengalami penurunan pada 2026, berbalik dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan kenaikan konsumsi.
Prospek perlambatan permintaan tersebut mendorong aksi jual di pasar energi. Minyak mentah AS turun 3,4% menjadi US$88,20 per barel, sedangkan minyak Brent melemah 2,97% ke US$91,45 per barel.
Emas Tertekan Ekspektasi Suku Bunga
Harga emas turut mengalami koreksi karena meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Investor cenderung mengurangi kepemilikan logam mulia ketika peluang kenaikan suku bunga meningkat.
Emas spot turun 1,59% ke US$4.259,89 per troy ons. Sementara itu, harga perak spot merosot 4,26% ke US$65,26 per ons.
Ke depan, arah pasar global akan sangat dipengaruhi oleh hasil data inflasi Amerika Serikat dan perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah. Kedua faktor tersebut berpotensi menentukan sentimen investor dalam jangka pendek.
Prospek Harga Emas Rabu | 10 Juni 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah gagal mempertahankan rebound dari area support 4.260–4.300. Kenaikan yang sempat terjadi tertahan di resistance 4.366, yang kemudian memicu kembali tekanan jual. Setelah gagal menembus resistance tersebut, harga berbalik turun dan menembus support 4.300, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance.
Selain masih bergerak di bawah resistance 4.300, harga juga berada di bawah SMA 50 yang terus menurun serta tetap tertahan di bawah descending trendline, menegaskan bahwa tren turun masih mendominasi pergerakan jangka pendek.
Dari sisi momentum, RSI berada di dekat area oversold dan membentuk bullish divergence ringan, yang mengindikasikan peluang rebound terbatas. Namun selama harga belum mampu kembali menembus 4.300, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut menuju support 4.204. Jika level tersebut ditembus, penurunan dapat berlanjut ke 4.158 dan kemudian 4.098. Sebaliknya, penutupan harga kembali di atas 4.300 berpotensi mendorong koreksi naik menuju resistance 4.366.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.300 R2 4.366 R3 4.423
S1 4.204 S2 4.158 S3 4.098
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.205 |
| Profit Target Level | 4.260 |
| Stop Loss Level | 4.150 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.300 |
| Profit Target Level | 4.210 |
| Stop Loss Level | 4.370 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 10 Juni 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas area 91,10 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Selain itu, harga juga masih berada di bawah descending trendline yang membatasi pergerakan naik sejak akhir April, menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.
Selama harga bertahan di bawah area 90,08–91,10, risiko penurunan lebih lanjut masih terbuka. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji support 85,93, kemudian 83,60, dan selanjutnya 81,26. Sebaliknya, jika harga mampu kembali menembus area 90,08 dan bertahan di atas 91,10, peluang rebound menuju resistance 93,45 akan kembali terbuka, sebelum menguji area resistance yang lebih kuat di 95,65 yang berdekatan dengan descending trendline.
US Oil INTRADAY AREA
R1 91,10 R2 93,45 R3 95,65
S1 85,93 S2 83,60 S3 81,26
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 85,95 |
| Profit Target Level | 91,00 |
| Stop Loss Level | 83,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 91,10 |
| Profit Target Level | 86,00 |
| Stop Loss Level | 93,50 |
Baca analisa sebelumnya: Wall Street Mixed, Minyak Pangkas Kenaikan
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
