FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70500 – 0,69500
Pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS mulai terbatas, imbas menunggu agenda pertemuan RBA pagi ini. Dimana mendekati level tertinggi delapan minggu karena investor menantikan keputusan kebijakan moneter Bank Cadangan Australia pada hari ini. Bank sentral tersebut diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuan (cash rate) tetap di angka 4,35% untuk pertemuan kedua berturut-turut, meskipun para pembuat kebijakan diperkirakan akan tetap mempertahankan sikap hawkish mengingat tingkat inflasi yang masih tinggi. Pasar memperkirakan sekitar 50% kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi hingga akhir tahun, sementara para pelaku pasar akan mengamati dengan cermat perkiraan terbaru dari RBA dan komentar Gubernur Michele Bullock untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan di masa mendatang. Di sisi lain, nilai tukar dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan penurunan tak terduga pada bulan Juli, yang mengurangi ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Dolar Australia juga berpotensi kembali menguat mendekati level tertinggi dalam 35 tahun terhadap yen, seiring memudarnya dampak intervensi mata uang oleh Tokyo dan menguatnya nilai tukar akibat sikap hawkish RBA.
Pivot : 0,70585
R1 : 0,70661 S1 : 0,70435
R2 : 0,70811 S2 : 0,70359
R3 : 0,70887 S3 : 0,70209
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,200 – 160,000
Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback mulai kembali melanda pergerakan market. Dimana Yen Jepang melemah dan kembali sentuh 159.354, membalikkan pengutaan dari sesi sebelumnya karena intervensi bersama baru-baru ini oleh Tokyo dan Washington gagal mempertahankan reli di tengah tekanan struktural yang terus-menerus pada mata uang tersebut. Yen masih tertekan oleh selisih suku bunga yang lebar, kekhawatiran fiskal yang meningkat, serta tingginya biaya energi dan impor. Data terbaru juga menunjukkan surplus transaksi berjalan Jepang menyusut pada bulan Juni, karena kuatnya ekspor elektronik terkait AI (kecerdasan buatan) diimbangi oleh peningkatan impor akibat naiknya pembelian minyak mentah. Sementara itu, Bank Sentral Jepang menyoroti meningkatnya risiko percepatan inflasi dalam ringkasan opini dari pertemuan bulan Juli, dengan salah satu anggota dewan menyarankan bahwa laju kenaikan suku bunga dapat meningkat. Pada hari Jumat, yen sempat menguat tajam terhadap dolar setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong para pedagang untuk menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Pivot : 158,725
R1 : 159,904 S1 : 158,096
R2 : 160,533 S2 : 156,917
R3 : 161,712 S3 : 156,288
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3451 – 1.3425
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan pekan ini. Pounds ditutup lebih tinggi dalam dua hari terakhir setelah AS kehilangan 23 ribu lapangan pekerjaan. Laporan data ketenagakerjaan bulan Juli menunjukkan penurunan pertama payroll nonpertanian AS sejak Februari. Sektor pendidikan pemerintah daerah menjadi penyumbang utama penurunan ini. Data payroll bulan Mei dan Juni juga direvisi turun secara kumulatif sebanyak 103 ribu pekerjaan. Laporan ini menyulitkan posisi The Fed dalam menentukan arah kebijakan. Pasar tenaga kerja secara keseluruhan masih tergolong solid meski data terbaru melemah. Namun risiko inflasi justru meningkat akibat volatilitas harga minyak yang dipicu konflik di Iran, sehingga sejumlah pembuat kebijakan condong mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli lalu. Pelaku pasar merespons data ini dengan memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September. Namun GBP berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan Ketegangan Selat Hormuz kembali mengguncang pasar keuangan global pada awal pekan ini yang akan mendorong permintaan aset safe haven seperti Dollar AS.
Open : 1.35-7 Pivot 1.3504
R1 : 1.3530 S1 : 1.3478
R2 : 1.3556 S2 : 1.3451
R3 : 1.3583 S3 : 1.3425
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1522 – 1.1504
Euro ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan mata-uang Euro disebabkan Ketegangan Selat Hormuz kembali mengguncang pasar keuangan global pada awal pekan ini. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,2% dan bertahan di atas level 99,80 setelah harga minyak melonjak lebih dari 6%. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melompat lebih dari 6% dan menyentuh level 81,70 Dollar per barrel. Lonjakan ini terjadi karena kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz masih jauh dari jelas. Blokade angkatan laut Amerika Serikat memaksa lebih banyak kapal mengubah jalur pelayaran mereka, sehingga premi risiko tetap menempel pada harga minyak dunia. EUR tertekan oleh meningkatnya permintaan safe haven mata-uang Dollar AS. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini karena tidak adanya katalis data ekonomi Eropa yang rilis pada hari ini. Disatu-sisi permintaan Dollar AS diperkirakan akan kembali menguat.
Open : 1.1540 Pivot : 1.1547
R1 : 1.1556 S1 : 1.1530
R2 : 1.1573 S2 : 1.1522
R3 : 1.1582 S3 : 1.1504
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8129 – 0.8155
Swiss Franc kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin kemarin. Ketegangan Selat Hormuz kembali mendorong Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,2% dan bertahan di atas level 99,80 setelah harga minyak melonjak lebih dari 6%. CHF ditutup melemah di area 0.8100 terhadap U.S Dollar. Franc Swiss masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini akibat meningkatnya ketegangan Timur-tengah. Presiden AS Donald Trump menolak permintaan kompensasi Iran akhir pekan lalu. Trump menyatakan bahwa Teheran harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di kawasan tersebut. Di sisi lain, Iran membantah sedang menjalani perundingan dan menetapkan syarat sendiri untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis itu. Kebuntuan diplomatik ini membuat ketegangan Selat Hormuz terus membayangi sentimen pasar hingga awal pekan.
Open : 0.8101 Pivot : 0.8088
R1 : 0.8114 S1 : 0.8073
R2 : 0.8129 S2 : 0.8047
R3 : 0.8155 S3. : 0.8032
DXY
Opportunity: Bearish Range 99,800 – 99,500
Tanda penguatan terbatas mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai muncul di market. Kondisi tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang mulai naik dan berhasil menyentuh level tertinggi hariannya di 99,829. Dukungan tersebut datang setelah penurunan 0,4% pekan lalu yang mendorong dolar AS ke level terendah dalam dua bulan. Para pedagang kini menantikan laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) minggu ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai tekanan inflasi, setelah laporan ketenagakerjaan AS hari Jumat yang lebih lemah dari perkiraan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September. Peluang terjadinya langkah tersebut saat ini berada di sekitar 46%, turun dari sekitar 64% seminggu yang lalu, sementara probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga diperkirakan sekitar 54%. Di sisi lain, para pedagang terus memantau perkembangan di Timur Tengah dan negosiasi yang sedang berlangsung untuk membuka kembali Selat Hormuz, meskipun kesepakatan antara AS dan Iran tampaknya kecil kemungkinannya terjadi dalam waktu dekat. Dolar AS sebagian besar menguat terhadap Yen Jepang, dengan mata uang Jepang tersebut kehilangan sebagian dari kenaikan yang didorong oleh intervensi, namun tetap berada jauh di atas level terendah dalam beberapa dekade yang dicapai akhir bulan lalu.
Pivot : 99,738
R1 : 99,898 S1 : 99,647
R2 : 99,989 S2 : 99,487
R3 : 100,149 S3 : 99,396

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke 64,700
Indeks Nikkei 225 naik 2,08% dan ditutup pada 66.970, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,63% menjadi 4.101 pada hari Senin. Saham-saham Jepang mencapai level tertinggi dalam beberapa minggu dan mengikuti kenaikan Wall Street setelah data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Investor juga tetap fokus pada perkembangan di Timur Tengah karena Iran membantah telah melakukan negosiasi langsung dengan AS, meskipun Washington mengklaim bahwa kesepakatan sudah dekat. Di dalam negeri, data menunjukkan surplus neraca transaksi berjalan Jepang menyempit pada bulan Juni, karena ekspor elektronik terkait AI yang kuat diimbangi oleh kenaikan impor di tengah peningkatan pembelian minyak mentah. Produsen chip dan saham terkait AI memimpin kenaikan, dengan Fujikura (7,6%), Furukawa Electric (2,5%), Advantest (6,4%), Ibiden Co (4%), dan Tokyo Electron (4,1%) mencatatkan kenaikan yang signifikan. Saham-saham konsumen juga berkinerja baik, sementara saham-saham keuangan merosot. Pasar-pasar Jepang akan tutup pada hari Selasa karena hari libur.
Pivot : 62,930
R1 : 64,550 S1 : 62,085
R2 : 65,395 S2 : 60,465
R3 : 67,015 S3 : 59,620
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke 26,270
Indeks Hang Seng naik 1,1%, atau 269 poin, dan ditutup pada 25.937 pada hari Senin, mengikuti kenaikan pasar Asia yang lebih luas setelah data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih rendah dan dolar AS yang lebih lemah meningkatkan selera risiko, terutama untuk saham teknologi dan pertumbuhan. Sentimen juga membaik setelah inflasi tahunan China turun menjadi 0,5% pada Juli dari 1,0% pada Juni, angka terendah dalam enam bulan. Investor juga mengamati Guotai Junan International menjelang dimulainya kembali perdagangan setelah proposal privatisasi senilai HK$28,6 miliar dari perusahaan induknya, yang menandakan konsolidasi lebih lanjut di sektor pialang China. Daya tarik jangka panjang Hong Kong tetap didukung oleh peran HKEX sebagai gerbang bagi modal internasional, meskipun ketegangan geopolitik dan harga minyak yang tinggi terus menimbulkan risiko. Saham-saham yang mengalami pergerakan signifikan antara lain Tencent (0,5%), Z.AI Co. (0,5%), Xiaomi (2,1%), Wuxi Biologics (0,6%), dan Lenovo (3,2%).
Pivot : 25,894
R1 : 26,141 S1 : 25,762
R2 : 26,273 S2 : 25,515
R3 : 26,520 S3 : 25,383
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 28,261| SL: 28,150 | TP: 28,600
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Selasa setelah indeks utama memulai minggu ini dengan catatan buruk, karena ketidakpastian yang terus berlanjut mengenai kesepakatan AS-Iran dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat membebani sentimen. Dalam perdagangan reguler pada hari Senin, Dow turun 0,11%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,06% dan 0,32%. Harga minyak melonjak tajam karena ketidakpastian seputar konflik Timur Tengah terus membebani pasar, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi dan menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga segera meskipun ada tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja. Investor sekarang menunggu data inflasi penting yang akan dirilis minggu ini untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter. Di sisi korporasi, laporan pendapatan akan dirilis hari ini dari Cardinal Health, CoreWeave, dan Super Micro Computer, di antara lainnya.
Pivot : 27,969.50
R1 : 28,707.00 S1 : 27,586.25
R2 : 29,090.25 S2 : 26,848.75
R3 : 29,827.75 S3 : 26,465.50

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish, namun tetap waspadai indikator RSI mulai overbought, yang bisa memicu terjadinya koreksi, dengan support penting di 4.351.
Harga emas melonjak menembus level $4.400 per ons pada hari Selasa, mencatatkan level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh membaiknya permintaan investasi terhadap logam mulia, meski di tengah meningkatnya risiko inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang dipicu oleh lonjakan harga minyak. Investor institusional asal China terus menambah kepemilikan bullion mereka sebagai instrumen lindung nilai terhadap volatilitas di pasar lain, tercermin dari exchange traded fund berbasis emas di China yang mencatatkan rentetan arus masuk dana terpanjang dalam beberapa bulan terakhir.
Bank sentral China turut mempercepat laju pembelian emasnya bulan lalu, dengan cadangan yang bertambah sekitar 20 ton pada Juli, menyusul kenaikan sekitar 15 ton pada Juni — menjadikannya penambahan bulanan terbesar sejak Oktober 2023. Di sisi lain, ketidakpastian masih membayangi pasar terkait potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi utama AS pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan bank sentral Federal Reserve.
Pivot : 4.351
R1 4.423 R2 4.474 R3 4.515
S1 4.352 S2 4.313 S3 4.276
Oil
Opportunity : Penembusan 79,54 mengkonfirmasi sinyal bullish reversal, dengan resistance selanjutnya di 84,40
Harga minyak mentah bertahan di atas level $82 per barel pada hari Selasa, melanjutkan kenaikan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Penguatan ini ditopang oleh tingginya ketidakpastian seputar potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengajukan sejumlah tuntutan baru yang lebih luas kepada Iran, termasuk kompensasi bagi korban yang tewas akibat konflik yang melibatkan Republik Islam tersebut, setelah Teheran kembali menyerukan pembayaran reparasi sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri konflik.
Tuntutan tersebut membuat prospek tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat semakin suram, sehingga pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan yang berkepanjangan. Trump juga mengindikasikan kesiapannya untuk membiarkan tekanan ekonomi terhadap Iran semakin meningkat, alih-alih melancarkan serangan militer baru untuk memaksa pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara itu, Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut, mengingat Teheran menjadikan langkah itu bergantung pada tercapainya kesepakatan dengan AS terlebih dahulu.
Pivot: 79,54
R1 84,40 S1 79,54
R2 86,14 S2 77,74
R3 87,63 S3 74,16
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Selasa, 11 Agustus 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Peluang Pasar dengan Candlestick di Tengah Isu The Fed
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 11 Agustus 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
