Penguatan greenback berlanjut untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis, 24 September, hingga membawa mata uang AS kembali ke level yang terakhir terlihat pada akhir Juli. Kenaikan ini mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat serta ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi.
Indeks Dolar Mendekati Level Tertinggi Tiga Bulan
Indeks Dolar AS bergerak ke kisaran 101,30-101,40 dan semakin mendekati level tertinggi dalam tiga bulan. Pasar kini menunggu data Durable Goods Orders serta hasil final Consumer Sentiment dari University of Michigan.
Sejumlah pejabat Federal Reserve juga dijadwalkan memberikan pernyataan. John Williams, Jeffrey Schmid, dan Beth Hammack akan menjadi perhatian pelaku pasar karena komentar mereka dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Euro Tertekan Mendekati 1,1360
EUR/USD kembali berada di bawah tekanan dan turun ke sekitar 1,1360. Level tersebut menjadi posisi terendah dalam beberapa pekan terakhir.
Pelaku pasar akan memperhatikan data Consumer Confidence Jerman yang dirilis GfK. Data jumlah uang beredar M3 serta penyaluran pinjaman kepada rumah tangga dan perusahaan dari Bank Sentral Eropa juga menjadi perhatian.
Anggota ECB Boris Vujcic dijadwalkan berbicara pada Jumat. Pernyataannya dapat memberikan gambaran mengenai pandangan ECB terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan moneter kawasan euro.
Poundsterling Dekati Support 1,3200
GBP/USD juga melanjutkan penurunan dan mencapai level terendah dalam tiga bulan. Pasangan ini kini mendekati area 1,3200 yang menjadi perhatian pasar.
Data Consumer Confidence dari GfK menjadi agenda utama dari Inggris. Angka tersebut dapat memengaruhi sentimen terhadap poundsterling di tengah tekanan dari kenaikan mata uang AS.
Yen Jepang Mendekati Level 159,00
USD/JPY melanjutkan kenaikan dan hanya berjarak beberapa pip dari level 159,00. Posisi tersebut menjadi level tertinggi dalam tiga pekan terakhir.
Pasar Jepang tidak memiliki agenda utama pada Jumat. Perhatian berikutnya mengarah pada publikasi risalah rapat Bank of Japan pada 28 September. Dokumen tersebut dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai pandangan para pembuat kebijakan terhadap kondisi ekonomi dan suku bunga Jepang.
Harga Minyak Kembali Naik
Kontrak berjangka WTI bulan terdekat kembali menguat dan bergerak menuju batas $96,00 per barel. Pergerakan minyak masih mendapat dukungan dari ketegangan di Timur Tengah.
Ketidakpastian terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran turut meningkatkan perhatian pasar terhadap pasokan minyak. Namun, laporan mengenai perkembangan pembicaraan untuk memulihkan aliran tanker melalui Selat Hormuz membatasi kenaikan harga minyak.
Emas Tertekan Imbal Hasil Treasury
Harga emas kembali melemah hingga mencapai level terendah dalam tujuh pekan dan bergerak mendekati $4.200 per troy ounce. Tekanan terhadap logam mulia muncul ketika penguatan greenback berlangsung bersamaan dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS.
Kenaikan yield membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor. Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun sempat menembus 5,15% sebelum turun kembali ke sekitar 5,10%.
Yield 30 tahun juga mencapai level tertinggi sejak 2004. Kenaikan biaya pinjaman tersebut mendapat tekanan tambahan dari naiknya harga minyak dan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Wall Street Bergerak Beragam
Indeks saham AS bergerak mix pada Kamis. S&P 500 dan Nasdaq relatif datar, sedangkan Dow Jones turun 162 poin.
Saham perusahaan teknologi besar juga bergerak beragam. Alphabet naik 1,3%, sedangkan Meta Platforms menguat 4,5% setelah mendapat respons positif terhadap perangkat lunak AI agent dan produk gadget terbarunya.
Microsoft turun 0,5%, sementara Amazon bergerak datar. Oracle melemah 3,5% setelah perusahaan menyatakan force majeure terkait hambatan dalam pembangunan pusat data di New Mexico.
Saham produsen chip juga bergerak tidak seragam di tengah penerbitan utang dalam jumlah besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI.
Pergerakan pasar pada Jumat akan banyak bergantung pada data ekonomi Amerika Serikat, komentar pejabat Federal Reserve, serta perkembangan imbal hasil Treasury dan harga minyak. Kombinasi faktor tersebut tetap menjadi perhatian utama bagi pergerakan mata uang, emas, dan aset berisiko.
Prospek Harga Emas Jumat | 25 September 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish, dengan harga bergerak di bawah SMA 50 dan membentuk pola lower high di bawah garis tren menurun. RSI 14 berada di level 39,23, menunjukkan momentum jual masih dominan meskipun mulai mendekati area oversold.
Selama harga bertahan di bawah area 4320–4342, emas berpeluang melanjutkan penurunan menuju support 4256, kemudian 4223 dan 4184.
Namun, jika harga mampu rebound dan menembus 4342, peluang kenaikan dapat terbuka menuju resistance 4371 dan 4400, dengan konfirmasi lebih kuat apabila harga berhasil menembus garis tren menurun.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.320 R2 4.342 R3 4.371
S1 4.256 S2 4.223 S3 4.184
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.256 |
| Profit Target Level | 4.320 |
| Stop Loss Level | 4.210 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.320 |
| Profit Target Level | 4.270 |
| Stop Loss Level | 4.350 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 25 September 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan upaya pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish, dengan harga kembali bergerak di sekitar SMA 50. RSI 14 berada di level 52,78, menunjukkan momentum mulai kembali positif dan memberikan ruang bagi US Oil untuk melanjutkan kenaikan.
Jika harga mampu menembus resistance 96,04, US Oil berpeluang melanjutkan penguatan menuju 97,99 dan 100,49. Namun, jika harga kembali gagal bertahan di atas SMA 50, tekanan jual dapat membawa harga turun menguji support 91,20 dan 88,68.
US Oil INTRADAY AREA
R1 96,04 R2 97,99 R3 100,49
S1 91,20 S2 88,68 S3 85,89
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 91,20 |
| Profit Target Level | 96,00 |
| Stop Loss Level | 88,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 96,00 |
| Profit Target Level | 93,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
Baca analisa sebelumnya: Indeks Dolar AS Tembus 101, Emas Tertekan
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
