Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (19/08/2026)

by Annan Firsta
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bearish  Range        0,70800 – 0,70000

Nasib mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS berusaha bertahan di jalur penguatannya. Namun tanda pelemahan mulai nampak pada perdagangan market kemarin. Sebelumnya mata uang Aussie mendekati level tertinggi sepuluh minggu karena Dollar AS yang secara umum melemah dan sentimen ekonomi domestik yang membaik mendukung mata uang tersebut. Dolar AS berada di bawah tekanan karena data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong para pedagang untuk mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi AS dan keunggulan imbal hasil dolar. Dolar Australia juga mendapat dukungan dari membaiknya sentimen domestik setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di 4,35% setelah tiga kali kenaikan sebelumnya di tahun ini. Indeks kepercayaan konsumen Australia meningkat ke level tertinggi dalam sembilan bulan pada bulan Agustus, memperkuat ekspektasi bahwa perekonomian tetap tangguh. Pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan hari Kamis; jumlah lapangan kerja diperkirakan bertambah 15.000 pada bulan Juli setelah lonjakan signifikan sebesar 76.300 pada bulan Juni, sementara tingkat pengangguran diprediksi tetap di angka 4,4%. Data upah kuartalan juga dijadwalkan rilis pada hari Rabu, bersamaan dengan agenda pidato Deputi Gubernur RBA, Andrew Hauser.

Pivot : 0,70956

R1 : 0,71093          S1 : 0,70719

R2 : 0,71330          S2 : 0,70582

R3 : 0,71467          S3 : 0,70345


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       159,500 – 160,000

Geliat pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berada di jalur pelemahannya. Bahkan Yen Jepang melemah dan sentuh level 159,770, membalikkan penguatan dari sesi sebelumnya di tengah meningkatnya kekhawatiran fiskal dan tekanan inflasi yang terus berlanjut. Rencana pemerintahan Takaichi untuk memangkas pajak konsumsi atas bahan makanan menjadi 1% selama dua tahun telah memicu kekhawatiran pasar; pemerintah belum menentukan sumber pendapatan alternatif, dan langkah tersebut dipandang sebagai respons yang tidak efektif terhadap inflasi serta mungkin tidak menghasilkan stabilitas harga jangka panjang. Pasar juga tetap khawatir tentang tingginya biaya energi, yang membebani ekonomi dan mata uang Jepang yang bergantung pada minyak. Selain itu, yen terus menghadapi tekanan akibat besarnya selisih suku bunga, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diimbangi oleh kenaikan serupa pada imbal hasil Treasury AS. Di sisi lain, pelaku pasar semakin berspekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan pada bulan September guna mendukung nilai tukar yen dan meredam inflasi.

Pivot : 159,538

R1 : 159,825          S1 : 159,306

R2 : 160,057          S2 : 159,019

R3 : 160,344          S3 : 158,787


GBPUSD

Opportunity  : Bullish menuju  :  1.3569 –  1.3584

Pounds tertekan oleh angka pengangguran yang tetap tinggi pada Selasa kemarin. Unemployment rate Inggris bertahan di angka 4.9% diatas perkiraan. GBP/USD melemah tipis dan bergerak di kisaran pertengahan 1,3500 menjelang rilis penting hari ini. Inggris akan merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Juli pada awal Rabu, dengan ekspektasi angka tahunan headline naik lebih tinggi. Data yang panas berpotensi menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dan mengangkat Poundsterling. Sebaliknya, data yang lembek akan membuat Sterling rentan tertekan. Disisi lain indeks Dollar AS (DXY) bertahan kuat di kisaran 99,60 pada perdagangan Selasa, karena permintaan aset aman meningkat akibat ketegangan yang terus membayangi Selat Hormuz. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilis data Indeks Harga Konsumen Inggris yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.

Open  : 1.3531          Pivot  1.3534

R1  : 1.3530               S1  : 1.3515

R2  : 1.3569                S2  : 1.3500

R3  : 1.3584                S3  : 1.3481


EURUSD

Opportunity  : Bullish menuju  1.1697 – 1.1607

Euro ditutup sedikit melemah pada perdagangan Selasa kemarin. EUR/USD bergerak lesu dan bertahan dalam rentang sempit di kisaran 1,1580 karena Dolar AS masih memegang kendali. Pasangan ini akan menghadapi pagi perdagangan Eropa yang sibuk pada Rabu. Zona Euro akan merilis data HICP final untuk Juli, dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dijadwalkan berpidato pada hari yang sama. Disisi lain Indeks Dollar AS (DXY) bertahan kuat di kisaran 99,60 pada perdagangan Selasa, karena permintaan aset aman meningkat akibat ketegangan yang terus membayangi Selat Hormuz. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung data ekonomi kawasan yang cenderung kuat.

Open  : 1.1574   Pivot  : 1.1575

R1  : 1.1585        S1  : 1.1563

R2  : 1.1597        S2  : 1.1554

R3  : 1.1607        S3  : 1.1542


USDCHF

Opportunity  : Bearish menuju  :  0.8074  –  0.8058

Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Indeks Dollar AS (DXY) bertahan kuat di kisaran 99,60 pada perdagangan Selasa, karena permintaan aset aman meningkat akibat ketegangan yang terus membayangi Selat Hormuz. Pejabat perunding utama Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Washington memenuhi syarat kesepakatan interim yang sudah kedaluwarsa. “Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Washington memenuhi syarat kesepakatan interim,” tegasnya. Untuk perdagangan hari ini CHF diperkirakan dapat menguat terhadap U.S Dollar yang akan didukung oleh rilisnya data Industrial Production Swiss di kuartal ke-2 yang akan mengalami perbaikan. Namun penguatan Franc Swiss akan terbatas oleh penguatan Dollar AS di tengah ketegangan selat Hormuz.

Open  : 0.8120  Pivot  : 0.8113

R1  : 0.8136    S1  : 0.8097

R2  : 0.8153    S2  : 0.8074

R3  : 0.8175    S3. : 0.8058


DXY

Opportunity: Bullish  Range        99,600 –  99,800

Kondisi mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mengalami tekanan yang terbatas dan sementara. Namun pada akhirnya ditutup dengan penguatan yang terbatas. Hal tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang naik sedikit dan sentuh level 99,693. Posisi Dollar AS ini berfluktuasi di dekat level terendah dua bulan karena para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini menyusul serangkaian data ekonomi AS yang lemah. Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan penurunan pada penjualan ritel dan sentimen konsumen AS, sementara tingkat inflasi tetap rendah. Pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakan tetap stabil pada bulan September dan tidak lagi sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga pada akhir tahun, tidak seperti seminggu yang lalu. Investor juga menantikan risalah pertemuan The Fed bulan Juli serta pernyataan Ketua Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan. Sementara itu, para pelaku pasar tetap mewaspadai risiko inflasi karena prospek kesepakatan baru antara AS dan Iran meredup setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak tertarik untuk memperpanjang kesepakatan damai sementara.

Pivot : 99,620

R1 :    99,719         S1 :    99,547 

R2 :    99,792         S2 :    99,448

R3 :    99,891         S3 :    99,375

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke 64,700

Indeks Nikkei 225 turun 2,9% menjadi sekitar 65.500, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 2,4% menjadi 4.040 pada hari Rabu, dengan saham Jepang merosot untuk sesi kedua berturut-turut karena aksi jual di sektor semikonduktor dan saham teknologi lainnya semakin intensif. Saham lokal juga mengikuti penurunan di Wall Street semalam, di mana produsen chip yang terkait dengan AI berada di bawah tekanan jual yang berat. Sementara itu, imbal hasil obligasi global yang tinggi dan kenaikan harga minyak semakin meredam sentimen investor, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang naik ke level tertinggi 30 tahun minggu ini. Penurunan yang signifikan tercatat di antara perusahaan-perusahaan Jepang yang sangat terpapar pada rantai pasokan AI global, termasuk Kioxia Holdings (-10%), Furukawa Electric (-9,8%), Advantest (-4,4%), Tokyo Electron (-4,7%), dan Fujikura (-8,4%). Saham keuangan dan konsumen juga turun, dengan Mitsubishi UFJ kehilangan 4% dan Toyota Motor turun 2%.

Pivot : 62,930

R1 : 64,550      S1 : 62,085

R2 : 65,395       S2 : 60,465

R3 : 67,015     S3 : 59,620


HANGSENG

Opportunity: Bullish ke 26,270

Indeks Hang Seng sedikit berubah, naik tipis 0,1% dan ditutup pada 25.471 pada hari Selasa, setelah berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan selama sesi perdagangan karena pelaku pasar mempertimbangkan ketidakpastian geopolitik yang kembali muncul dan harga minyak yang lebih tinggi dibandingkan dengan minat yang berkelanjutan pada saham teknologi dan semikonduktor Tiongkok. Minyak mentah Brent naik di atas $91 per barel setelah gencatan senjata AS-Iran berakhir, memicu kekhawatiran akan biaya energi yang lebih tinggi. Kinerja yang beragam semalam di Wall Street juga membebani sentimen. Di antara saham-saham individual, Xiaomi tetap menjadi fokus menjelang laporan pendapatan kuartalannya setelah hasil yang kuat dapat memperpanjang reli harga saham kuartalan terbaik perusahaan dalam lebih dari setahun, asalkan perusahaan meyakinkan investor bahwa kenaikan biaya material terkendali. Sementara itu, sentimen tetap terkendali menyusul data ekonomi Juli dari Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan yang dirilis sehari sebelumnya. Saham yang mengalami penurunan signifikan adalah Z.AI Co. (-13,3%) dan MiniMax (-5,0%), sementara SMIC (0,9%) dan Xiaomi (1,2%) mengalami kenaikan.

Pivot : 25,894

R1 : 26,141    S1 : 25,762

R2 : 26,273    S2 : 25,515

R3 : 26,520    S3 : 25,383


NASDAQ

Opportunity: Buy Limit: 28,261| SL: 28,150 | TP: 28,600

Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Rabu setelah indeks utama mengalami penurunan pada sesi sebelumnya di tengah aksi jual besar-besaran di saham semikonduktor dan teknologi lainnya. Kenaikan imbal hasil obligasi global dan harga minyak yang lebih tinggi juga meredam sentimen, dengan imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun mencapai level tertinggi 19 tahun minggu ini. Di bidang geopolitik, AS dan Iran menunjukkan sedikit indikasi untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, Dow Jones turun 0,22%, S&P 500 turun 0,69%, dan Nasdaq Composite anjlok 1,33%, dengan ketiga indeks acuan tersebut mengalami penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Produsen chip yang terkait dengan AI mengalami kerugian besar, termasuk Micron (-7%), Sandisk (-9%), Nvidia (-2,3%), Intel (-6,6%), dan AMD (-4,3%). Investor kini menunggu risalah dari pertemuan Federal Reserve bulan Juli, bersama dengan laporan pendapatan dari peritel besar termasuk Target, TJX, dan Lowe’s.

Pivot : 27,969.50

R1 : 28,707.00     S1 : 27,586.25

R2 : 29,090.25    S2 : 26,848.75

R3 : 29,827.75     S3 : 26,465.50



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Peluang koreksi menguji support 4.310. Namun trend masih bullish selama bertahan di atas support tersebut.

Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Rabu dan diperdagangkan di bawah level US$4.350 per troy ounce setelah sebelumnya mengalami penurunan hampir 2%. Tekanan terhadap emas terutama berasal dari kenaikan imbal hasil obligasi global yang membuat aset berbunga menjadi relatif lebih menarik sekaligus meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di Amerika Serikat, yield Treasury tenor 30 tahun mencapai level tertinggi dalam 19 tahun pada pekan ini, sementara imbal hasil obligasi negara-negara utama lainnya juga meningkat ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Kenaikan yield tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal global serta tekanan inflasi yang masih persisten.

Pergerakan emas juga terbebani oleh kenaikan harga minyak yang berpotensi memperkuat tekanan inflasi. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda meningkatkan risiko gangguan pasokan energi, khususnya terkait aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Kondisi tersebut dapat mempertahankan tekanan inflasi global dan pada akhirnya membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Dari sisi kebijakan, pasar kini menantikan risalah rapat Federal Reserve pada Juli serta pernyataan Chairman Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole. Kedua agenda tersebut akan menjadi perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS dan menentukan sentimen terhadap emas dalam jangka pendek.

Pivot : 4.367

R1  4.367   R2  4.407  R3 4.444

S1  4.310   S2  4.264  S3  4.223


Oil

Opportunity : Bullish selama bertahan di atas support 82,62, testing resistance 86,14.

Harga minyak mentah menguat di atas US$85 per barel pada perdagangan Rabu, melanjutkan kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut. Penguatan harga terutama didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Tidak adanya indikasi negosiasi yang berjalan antara Washington dan Teheran membuat risiko gangguan terhadap arus perdagangan energi melalui Selat Hormuz tetap tinggi. Presiden Donald Trump menyatakan tidak terdapat negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran dan mengonfirmasi bahwa blokade laut AS masih berlaku.

Meskipun Trump menyebut Selat Hormuz telah terbuka dan ranjau telah dibersihkan, aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut masih terbatas sehingga risiko terhadap pasokan dan distribusi minyak tetap tinggi. Pasukan Iran juga dilaporkan meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Sepanjang bulan ini, telah dilaporkan delapan serangan terhadap kapal yang melakukan transit di Selat Hormuz, termasuk kapal yang memiliki keterkaitan dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Perkembangan tersebut memperbesar premi risiko geopolitik dalam harga minyak dan menjadi katalis utama bagi penguatan harga.

Dari sisi fundamental domestik AS, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah turun sebesar 328 ribu barel pada pekan terakhir setelah sebelumnya meningkat tajam sebesar 9,07 juta barel. Penurunan persediaan tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap harga, meskipun dampaknya relatif lebih kecil dibandingkan faktor geopolitik yang saat ini mendominasi pasar. 

Pivot: 82,68

R1 86,14        S1  82,68

R2  87,63        S2 81,24

R3  89,19        S3  79,88


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 19 Agustus 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Fibonacci jadi Acuan Menentukan Area Entry Emas Jelang FOMC Minutes

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 19 Agustus 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy