Wall Street cetak rekor baru pada perdagangan Kamis. Saham teknologi memimpin penguatan setelah data inflasi produsen AS keluar lebih rendah dari perkiraan pasar. Investor pun memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Yield obligasi AS turun, sementara harga minyak yang melemah turut memperbaiki sentimen pasar secara keseluruhan.
Indeks Saham Utama Kompak Menguat
Di saat Wall Street cetak rekor, indeks S&P 500 naik 0,7% dan ditutup di level 7.799,57 poin. Sebelumnya, indeks ini sempat menembus level 7.800 untuk pertama kalinya. Bahkan, S&P 500 mencetak rekor intraday di 7.816,79 poin. NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi menguat 0,8% ke posisi 26.803,03 poin. Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,1% menjadi 53.840,14 poin.
Sentimen The Fed Dorong Wall Street Cetak Rekor Berlanjut
Perlambatan inflasi pada data CPI dan PPI menekan ekspektasi kenaikan suku bunga. Kondisi ini memicu penguatan kuat di pasar saham maupun obligasi. Analis dari Jones Trading menilai pasar mulai menunjukkan tanda-tanda awal reli yang lebih merata. Menurut mereka, S&P 500 Equal Weight, S&P 400, dan Russell 2000 berpotensi paling diuntungkan jika The Fed bersikap kurang hawkish ke depan.
Beth Hammack Ingatkan The Fed Masih Perlu Naikkan Suku Bunga
Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, tetap bersuara hawkish di tengah optimisme pasar. Ia kembali menyerukan kenaikan suku bunga acuan. Pernyataan ini menahan laju pelemahan dolar AS jelang rilis data penting pada Jumat.
Dolar AS Melemah, Indeks Dolar Tergelincir
Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke bawah level 100,00. Data PPI yang lebih rendah dari perkiraan serta klaim pengangguran mingguan yang lebih tinggi dari proyeksi memicu pelemahan ini. Ekspektasi pengetatan lanjutan dari The Fed pun semakin surut.
Pergerakan Mata Uang Utama
EUR/USD bertahan di kisaran 1,1500-an menjelang rilis data PDB kuartal kedua zona euro. GBP/USD tertahan di bawah 1,3500 usai data ekonomi Inggris yang beragam pekan ini. USD/JPY bergerak stabil di kisaran 159,50. AUD/USD menguat di sekitar 0,7060 seiring pelemahan dolar AS.
Emas Melemah, Minyak Dunia Tertekan
Harga emas mundur ke kisaran US$4.350 per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan. Pelaku pasar tampak mengambil jeda usai reli emas belakangan ini. Minyak WTI turun ke sekitar US$81 per barel. Harga minyak anjlok lebih dari 2% pada Kamis akibat kekhawatiran permintaan global yang melemah dan lonjakan stok minyak mentah AS.
Brent ditutup turun 2,15% ke US$87,07 per barel. Sementara itu, WTI turun 2,4% ke US$81,25 per barel. Kedua kontrak ini sempat anjlok lebih dari 3,5% setelah serangan drone kelompok Houthi Yaman menghantam kilang Saudi Aramco. Serangan ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
Data EIA mencatat stok minyak mentah komersial AS naik 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Agustus. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak Januari 2023. OPEC pun memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia 2026 menjadi 580.000 barel per hari. IEA juga memperkirakan konsumsi minyak global akan menyusut 1,6 juta barel per hari tahun ini, lebih dalam dari proyeksi sebelumnya sebesar 1 juta barel per hari.
Fokus Pasar Hari Ini
Sesi Eropa akan diwarnai rilis data PDB kuartal kedua zona euro serta angka ketenagakerjaan awal. Sesi AS kemudian dilanjutkan dengan data penjualan ritel Juli, termasuk Control Group yang menjadi sorotan pasar. Indeks Sentimen Konsumen Michigan turut dirilis pada sore hari. Ekspektasi inflasi satu dan lima tahun dalam survei ini akan mendapat perhatian khusus, menyusul data harga yang melunak sepanjang pekan ini.
Prospek Harga Emas Jumat | 14 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam fase koreksi setelah kenaikannya tertahan di resistance 4.442, kemudian harga turun dan kembali berada di bawah 4.402. Saat ini harga sedang menguji support 4.310 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga level tersebut menjadi area penting untuk menentukan arah selanjutnya.
Jika 4.310 mampu dipertahankan, harga berpeluang rebound menuju 4.402 dan 4.442, sedangkan penembusan support tersebut dapat membuka ruang penurunan menuju 4.278 hingga 4.223. RSI 14 di level 49,78 juga menunjukkan momentum yang masih netral.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.402 R2 4.444 R3 4.476
S1 4.310 S2 4.278 S3 4.223
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.320 |
| Profit Target Level | 4.400 |
| Stop Loss Level | 4.270 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.400 |
| Profit Target Level | 4.360 |
| Stop Loss Level | 4.445 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 14 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah kenaikan tertahan di resistance 84,40, kemudian harga dibuka gap-down dan langsung berada di bawah 81,24 yang sebelumnya merupakan support dan kini beralih fungsi menjadi resistance, sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Selama harga tertahan di bawah 81,24, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 79,54, 77,74, hingga 76,61, sedangkan skenario bullish terbuka jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 81,24, dengan peluang rebound menuju 82,68 dan 84,40; RSI 14 di level 44,17 masih menunjukkan momentum cenderung bearish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 81,24 R2 82,68 R3 84,40
S1 79,54 S2 77,74 S3 76,61
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 77,75 |
| Profit Target Level | 80,00 |
| Stop Loss Level | 76,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 79,50 |
| Profit Target Level | 77,80 |
| Stop Loss Level | 81,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Naik Jelang PPI AS dan GDP Inggris
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
