FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,71700 – 0,72300
Bias penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS terus terjadi meski mulai terbatas. Kondisi Dollar Australia ini mencapai level tertinggi dalam dua belas minggu karena data inflasi Juli yang lebih tinggi dari perkiraan memicu risiko kenaikan suku bunga lagi. Indeks Harga Konsumen (CPI) bulanan naik 1,0% pada bulan Juli dibandingkan bulan Juni, di atas perkiraan kenaikan sebesar 0,8%, sementara inflasi tahunan melambat menjadi 3,5% dari 3,8%, tetapi tetap di atas ekspektasi sebesar 3,3%. Di sisi lain, ukuran inflasi inti *trimmed mean* meningkat 0,5% pada bulan tersebut—di atas perkiraan 0,3%—sehingga inflasi dasar tahunan berada di angka 3,6%. Angka-angka yang lebih tinggi dari perkiraan ini muncul di tengah peringatan berulang dari Reserve Bank bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan risiko kenaikan inflasi lebih lanjut tetap ada. Bank Sentral Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini dalam upaya untuk mengembalikan inflasi ke target, dan Gubernur Michele Bullock mengatakan setelah pertemuan terakhir bahwa kenaikan lain “sangat mungkin terjadi.” Pasar kini menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga bulan depan menjadi 27% dari 17%, sementara kenaikan pada Februari tahun depan kini diperkirakan mencapai 80%.
Pivot : 0,71682
R1 : 0,71870 S1 : 0,71492
R2 : 0,72060 S2 : 0,71304
R3 : 0,72248 S3 : 0,71114
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,200 – 159,600
Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus terjadi. Meski pergerakan masih dalam range terbatas. Sebelumnya Yen Jepang sempat menguat sedikit, mengakhiri penurunan selama dua hari karena harga minyak turun lebih lanjut seiring dengan harapan akan upaya diplomatik yang diperbarui di Timur Tengah, yang meredakan kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dalam waktu dekat. Sebelumnya Yen juga diuntungkan dari pelemahan Dollar AS yang sempat terjadi imbas wait and see pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh akhir pekan ini. Di dalam negeri, mantan anggota dewan Bank of Japan (BOJ), Seiji Adachi, menyatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga bulan depan dan kembali menaikkannya paling cepat pada bulan Januari; ia memperingatkan bahwa mempertahankan suku bunga dapat memicu kembali aksi jual yen dan mempercepat inflasi yang didorong oleh impor. Saat ini, pasar memperkirakan sekitar 80% kemungkinan bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% bulan depan, naik tajam dari sekitar 23% sebelum pertemuan bank sentral pada bulan Juli. Sementara itu, Gubernur BOJ Kazuo Ueda tidak akan menghadiri simposium tahunan The Fed di Jackson Hole pekan ini karena adanya bentrokan jadwal.
Pivot : 159,198
R1 : 159,525 S1 : 158,958
R2 : 159,765 S2 : 158,631
R3 : 160,092 S3 : 158,391
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3540 – 1.3499
Pounds tertekan cukup signifikan pada perdagangan Rabu kemarin. Pasangan GBP/USD mengalami tekanan paling besar dan tergelincir ke bawah level 1,3600. Dollar AS menguat pada perdagangan Rabu, mendorong Indeks Dollar AS (DXY) naik menuju level 99,20. Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) merilis indeks harga PCE inti yang menjadi acuan utama The Fed dalam mengukur inflasi. Indeks ini naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan pada Juli, sesuai perkiraan pasar. Angka bulanan meningkat dibanding Juni, sementara angka tahunan tidak berubah. Level 3,3% ini jauh melampaui target jangka panjang The Fed sebesar 2%. Secara headline, indeks PCE naik 0,2% bulanan dan 3,7% tahunan, sedikit diatas perkiraan. Data ini memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September mendatang. GBP masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini. Ketua The Fed Kevin Warsh akan menyampaikan pidato kunci yang menjadi risiko utama pergerakan dolar AS pekan ini. Dolar AS menguat menjelang pidato tersebut karena pelaku pasar berharap sinyal jelas soal arah kebijakan suku bunga ke depan.
Open : 1.3594 Pivot 1.3607
R1 : 1.3632 S1 : 1.3566
R2 : 1.3674 S2 : 1.3540
R3 : 1.3699 S3 : 1.3499
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1621 – 1.1601
Euro kembali tertekan pada perdagangan Rabu kemarin. Dollar AS menguat pada perdagangan Rabu, mendorong Indeks Dolar AS (DXY) naik menuju level 99,20. Saat Dollar AS menguat, pair EUR/USD justru melemah dan bergerak menuju level 1,1600-an. Kombinasi dolar yang lebih kuat serta kehati-hatian pelaku pasar menjelang risalah kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) menekan mata uang tunggal ini. Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) merilis indeks harga PCE inti yang menjadi acuan utama The Fed dalam mengukur inflasi. Indeks ini naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan pada Juli, sesuai perkiraan pasar. Angka bulanan meningkat dibanding Juni, sementara angka tahunan tidak berubah. Level 3,3% ini jauh melampaui target jangka panjang The Fed sebesar 2%. Secara headline, indeks PCE naik 0,2% bulanan dan 3,7% tahunan, sedikit diatas perkiraan. Data ini memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September mendatang. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar, Ketua The Fed Kevin Warsh akan menyampaikan pidato kunci yang menjadi risiko utama pergerakan dolar AS pekan ini. Dolar AS menguat menjelang pidato tersebut karena pelaku pasar berharap sinyal jelas soal arah kebijakan suku bunga ke depan.
Open : 1.1651 Pivot : 1.1657
R1 : 1.1671 S1 : 1.1636
R2 : 1.1692 S2 : 1.1621
R3 : 1.1707 S3 : 1.1601
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8094 – 0.8126
Swiss Franc kembali tertekan oleng penguatan U.S Dollar pada perdagangan Rabu kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss Franc terjadi di tengah naiknya angka ZEW Expectation Swiss di bulan Agustus. Penguatan data ekonomi Swiss tidak mampu menopang penguatan mata-uang Franc Swiss. Disatu sisi Dollar AS menguat pada perdagangan Rabu, mendorong Indeks Dolar AS (DXY) naik menuju level 99,20. Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) merilis indeks harga PCE inti yang menjadi acuan utama The Fed dalam mengukur inflasi. Indeks ini naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan pada Juli, sesuai perkiraan pasar. Angka bulanan meningkat dibanding Juni, sementara angka tahunan tidak berubah. Level 3,3% ini jauh melampaui target jangka panjang The Fed sebesar 2%. Secara headline, indeks PCE naik 0,2% bulanan dan 3,7% tahunan, sedikit diatas perkiraan. Data ini memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September mendatang. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar menjelang pidato ketua the Fed pada Simposium Jackson Hole.
Open : 0.8054 Pivot : 0.8042
R1 : 0.8074 S1 : 0.8022
R2 : 0.8094 S2 : 0.7990
R3 : 0.8126 S3 : 0.7969
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,100 – 99,300
Perlahan pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya berusaha menguat meski terbatas. Tanda penguatan tersebut tergambar dari Indeks Dollar AS (DXY) yang sedikit naik di level 99,133. Kebangkitan Dollar AS ini saat para investor mencermati data ekonomi dan prospek kebijakan Federal Reserve. Belanja konsumen yang disesuaikan dengan inflasi tercatat tidak berubah pada bulan Juli, sementara indeks harga PCE naik 0,2% secara bulanan (*month-on-month*). PCE inti juga meningkat 0,2% dari bulan sebelumnya dan tetap tinggi di angka 3,3% secara tahunan, jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Data tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sambil memantau apakah tekanan inflasi yang terkait dengan perang Iran terus mereda. Pada saat yang sama, harga minyak turun untuk sesi ketiga berturut-turut, sehingga mengurangi kekhawatiran akan inflasi. Kini, para investor menantikan pernyataan Ketua Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole pada hari Jumat untuk mendapatkan panduan lebih lanjut. Terlepas dari kenaikan hari ini, Dollar AS tetap berada di dekat level terendah tiga bulan, tertekan oleh kekhawatiran atas program pembelian kembali utang yang diperluas oleh Departemen Keuangan dan risiko fiskal AS yang lebih luas.
Pivot : 99,087
R1 : 99,276 S1 : 98,943
R2 : 99,420 S2 : 98,754
R3 : 99,609 S3 : 98,610

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke 64,700
Indeks Nikkei 225 turun 0,3% menjadi 66.000 sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,4% menjadi 4.128 dalam perdagangan yang beragam pada hari Kamis, karena saham Jepang kesulitan menentukan arah meskipun prospek penjualan Nvidia yang kuat memberikan bukti baru bahwa pengeluaran untuk infrastruktur AI kemungkinan akan tetap kuat. Perusahaan teknologi Jepang sangat terlibat dalam pembangunan infrastruktur AI global, yang telah menjadi pendorong utama reli ekuitas negara tersebut selama setahun terakhir. Sementara itu, data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan harga PCE AS naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juli dan tetap jauh di atas target Federal Reserve, memperkuat ekspektasi untuk prospek yang hati-hati terhadap suku bunga AS. Di antara saham-saham individual, kenaikan yang signifikan datang dari Kioxia Holdings (6,4%), Fujikura (3,5%) dan Ibiden Co (2,3%), sementara Advantest (-1,3%), Nintendo (-1%) dan JX Advanced Metals (-0,8%) mencatatkan kerugian.
Pivot : 62,930
R1 : 64,550 S1 : 62,085
R2 : 65,395 S2 : 60,465
R3 : 67,015 S3 : 59,620
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke 26,270
Indeks Hang Seng naik 0,6%, atau 142 poin, dan ditutup pada 25.653 pada hari Rabu, menyusul kenaikan di Wall Street semalam karena saham teknologi pulih, sementara penurunan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih rendah memberikan dukungan bagi ekuitas Asia, meskipun ketidakpastian seputar perkembangan AS-Iran membuat investor tetap berhati-hati. Kenaikan dipimpin oleh saham sektor kesehatan, dengan Innovent Biologics naik 9,7%, sementara sentimen yang lebih luas juga didukung oleh kenaikan saham teknologi. Sementara itu, Alibaba juga menjadi sorotan setelah Ketua Joe Tsai membeli tambahan 720.000 saham senilai sekitar HK$82 juta, menyusul pembelian baru-baru ini oleh eksekutif senior lainnya. Pembelian tersebut membantu meredakan kekhawatiran atas penempatan saham perusahaan senilai HK$80 miliar untuk mendanai ekspansi AI-nya, yang diperkirakan akan ditutup pada hari Rabu. Pergerakan saham yang signifikan termasuk Tencent (0,8%)
Pivot : 25,894
R1 : 26,141 S1 : 25,762
R2 : 26,273 S2 : 25,515
R3 : 26,520 S3 : 25,383
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,170| SL: 29,300 | TP: 29,950
Kontrak berjangka saham AS naik pada hari Kamis setelah Nvidia memberikan prospek penjualan yang optimis, menandakan bahwa permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan dapat tetap kuat hingga tahun 2028. Kontrak berjangka Nasdaq 100 melonjak 1%, sementara kontrak berjangka Dow dan S&P 500 masing-masing naik sekitar 0,5%. Dalam perdagangan setelah jam kerja reguler, saham Nvidia melonjak lebih dari 4% setelah hasil kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan dan panduan pendapatan yang kuat, dengan prospeknya memberikan bukti baru bahwa pengeluaran untuk infrastruktur AI tetap kuat. Salesforce juga melonjak hampir 13% setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua yang lebih tinggi dari perkiraan, sementara Okta melonjak 20% setelah melampaui perkiraan dan menyebutkan permintaan yang meningkat pesat untuk AI berbasis agen. Investor sekarang menunggu laporan pendapatan lebih lanjut pada hari Kamis dari Workday, Autodesk, MongoDB, Dollar General, dan Best Buy, di antara lainnya. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Dow turun 0,21%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,02% dan 0,08%.
Pivot : 29,177.75
R1 : 29,408.50 S1 : 28,877.00
R2 : 29,709.25 S2 : 28,646.25
R3 : 29,940.00 S3 : 28,345.30

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan d atas support 4.573 – 4.542, testing resistance 4.697
Harga emas bergerak menguat pada perdagangan Kamis dan kembali berada di sekitar level US$4.620 per troy ounce setelah mengalami penurunan pada sesi sebelumnya. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati dalam menentukan arah pasar menjelang pertemuan Federal Reserve pada bulan depan. Fokus utama pasar kini tertuju pada perkembangan kebijakan moneter AS, terutama setelah data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dirilis pada Rabu menunjukkan kenaikan harga lebih tinggi dari perkiraan pada Juli dan tetap berada di atas target inflasi The Fed. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga AS masih akan menjadi faktor penting bagi pergerakan emas dalam waktu dekat.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole pada Jumat. Meskipun pidato tersebut diperkirakan belum memberikan petunjuk yang tegas mengenai keputusan suku bunga pada September, setiap indikasi mengenai arah kebijakan moneter tetap berpotensi memicu volatilitas harga emas. Di sisi lain, emas masih memperoleh dukungan dari meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah kekhawatiran terhadap risiko pelemahan dolar AS dan potensi persoalan utang pemerintah AS. Kondisi tersebut menjaga emas tetap berada di dekat level tertingginya dalam tiga bulan.
Dari sisi permintaan fisik, pasar emas juga mendapatkan dukungan dari China. Impor emas bersih China melalui Hong Kong meningkat sekitar 11% secara bulanan pada Juli, yang menunjukkan penguatan permintaan investasi.
Pivot : 4.746
R1 4.660 R2 4.697 R3 4.746
S1 4.573 S2 4.541 S3 4.485
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah 82,68, testing support 79,88.
Harga minyak mentah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis dengan turun di bawah US$82 per barel, sekaligus memperpanjang penurunan untuk sesi keempat berturut-turut. Pelemahan harga terutama dipengaruhi oleh munculnya tanda-tanda kemajuan diplomatik di Timur Tengah yang berpotensi mengurangi risiko gangguan terhadap pasokan minyak global. Iran dan Oman dilaporkan telah mencapai kesepakatan mengenai pembagian wilayah perairan di Selat Hormuz serta pendapatan terkait, meskipun Tehran menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut membutuhkan lebih dari sekadar kesepakatan dengan Oman.
Perkembangan di Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena jalur tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan minyak global. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa sekitar 10 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz pada Selasa, disertai klaim bahwa ranjau di jalur tersebut telah dibersihkan, turut meredakan sebagian kekhawatiran mengenai gangguan pasokan. Selain itu, harga minyak juga berada di bawah tekanan setelah sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat terhadap Iran dinilai tidak sekeras yang sebelumnya dikhawatirkan oleh pasar. Keputusan Washington untuk sementara tidak menerapkan tindakan yang lebih berat terhadap mitra dagang Iran mengurangi potensi pengetatan pasokan minyak dari negara tersebut.
Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Laporan mengenai rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meningkatkan eskalasi di Ukraina tetap menjadi faktor yang dapat mengganggu stabilitas pasokan energi global. Situasi tersebut membuat pasar minyak masih menghadapi keseimbangan antara sentimen bearish akibat meredanya risiko gangguan pasokan di Timur Tengah dan risiko bullish yang berasal dari perkembangan geopolitik Rusia-Ukraina.
Pivot: 82,68
R1 82,68 S1 76,51
R2 84,28 S2 77,74
R3 85,79 S3 76,51
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 27 Agustus 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Support & Resistance Jadi Kunci Trading Emas Jelang Jobless Claims
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 27 Agustus 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
