Download TPFx Mobile Available On

Dolar AS Melemah, Minyak Naik, Saham Tertekan

by Alwy Assegaf
Flash News - TPFx

Analisa Pasar Hari Ini: Dolar AS Melemah di Awal Pekan

Analisa pasar hari ini menunjukkan dolar AS mulai kehilangan sebagian penguatannya setelah kenaikan kuat pada Jumat lalu. Indeks Dolar AS (DXY) turun menembus level 99,50 di tengah pergerakan imbal hasil Treasury AS yang beragam. Pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Pernyataan hawkish dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole tampaknya sudah tercermin dalam pergerakan pasar. Perhatian kini beralih ke sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama ISM Manufacturing PMI, JOLTS Job Openings, dan final S&P Global Manufacturing PMI.

Euro dan Poundsterling Menguat

EUR/USD kembali bergerak di atas level 1,1600 setelah dolar AS kehilangan momentum. Data inflasi awal zona euro akan menjadi perhatian utama pasar, bersama dengan data penjualan ritel Jerman.

GBP/USD juga mulai pulih setelah mencatat penurunan selama tiga sesi sebelumnya. Pasangan ini kembali menguji area 1,3550–1,3560. Pelaku pasar akan mencermati data harga rumah Nationwide, BRC Shop Price Inflation, final S&P Global Manufacturing PMI, serta data persetujuan dan penyaluran kredit Inggris.

Yen Kembali Mendapat Dukungan

USD/JPY mengalami tekanan jual baru setelah sebelumnya mencatat penguatan selama beberapa hari. Pasangan ini kembali ke sekitar 159,50 setelah sempat menembus level psikologis 160,00.

Data final S&P Global Manufacturing PMI, belanja modal, dan Consumer Confidence Jepang akan menjadi katalis berikutnya. Jika tekanan terhadap USD/JPY berlanjut, level 160,00 dapat berubah menjadi area resistance penting.

Harga Emas Tertekan di Tengah Risiko Suku Bunga

Harga emas kembali berada di bawah tekanan dan sempat menembus level US$4.400 per troy ounce sebelum mencoba melakukan rebound tipis. Tekanan muncul meski dolar AS melemah, karena pasar semakin memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole menjadi salah satu faktor utama yang menekan emas. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September meningkat secara signifikan. Kenaikan imbal hasil Treasury juga membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor pendukung permintaan aset safe haven. Namun, kenaikan harga minyak akibat konflik justru meningkatkan risiko inflasi dan dapat mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Kondisi ini membuat prospek emas menjadi lebih kompleks.

Minyak Naik di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Harga WTI naik menuju level tertinggi enam hari di sekitar US$87 per barel. Kenaikan tersebut terjadi ketika ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dan gangguan terhadap aktivitas kapal tanker di kawasan Teluk Persia terus memengaruhi pasokan minyak regional.

Harga minyak yang lebih tinggi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat.

Bursa AS Bergerak Lebih Rendah

Indeks saham AS ditutup mayoritas melemah pada Senin. S&P 500 turun 0,3%, Nasdaq melemah 0,1%, sedangkan Dow Jones kehilangan 374 poin.

Kenaikan harga minyak dan imbal hasil Treasury AS memberikan tekanan tambahan kepada saham yang sensitif terhadap suku bunga. Alphabet turun 2,1%, Microsoft melemah 1,2%, dan Amazon turun 2,5%. Sektor keuangan juga cenderung tertekan, dengan Mastercard turun 1% dan Goldman Sachs melemah 0,8%.

Namun, Nvidia bergerak berlawanan arah dengan kenaikan 1,4% setelah mengumumkan investasi US$3,5 miliar pada MediaTek. Langkah tersebut memperluas eksposur Nvidia terhadap produksi chip global dan infrastruktur kecerdasan buatan.

Fokus Pasar Hari Ini

Analisa pasar hari ini mengarah pada perhatian besar terhadap data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik. Dolar AS masih menghadapi tekanan setelah kenaikan sebelumnya, sementara harga minyak justru menguat karena risiko pasokan dari Timur Tengah.

Pergerakan WTI juga menjadi perhatian karena kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Di pasar saham, kenaikan imbal hasil obligasi dan harga energi berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi. Secara keseluruhan, pasar akan mencari arah berikutnya dari data manufaktur dan ketenagakerjaan AS serta perkembangan geopolitik global.

Prospek Harga Emas Selasa | 01 September 2026

Prospek emas 01 September 2026 - TPFxHarga emas pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah menembus garis uptrend dan bergerak di bawah SMA 50, sementara RSI(14) berada di 32,22 yang menunjukkan momentum bearish masih kuat dan mendekati area oversold. Harga sempat turun menembus support 4.407 pada perdagangan kemarin, namun berhasil ditutup kembali di atas level tersebut sehingga support ini masih berpeluang menahan tekanan jual, meski harga tetap berada di bawah resistance 4.508.

Selama belum mampu menembus 4.508, risiko penurunan masih terbuka dengan potensi menguji kembali 4.407, dan jika kembali ditembus secara meyakinkan, harga berpeluang melanjutkan penurunan menuju 4.367 hingga 4.324. Sebaliknya, penguatan di atas 4.508 akan menjadi sinyal awal pemulihan dengan peluang menuju 4.541 hingga 4.573.

GOLD INTRADAY AREA

R1  4.508   R2  4.541   R3 4.573

S1  4.407   S2  4.367   S3 4.324

OPEN POSITION BUY
Price Level 4.410
Profit Target Level 4.500
Stop Loss Level 4.360
OPEN POSITION SELL
Price Level 4.505
Profit Target Level 4.420
Stop Loss Level 4.545

Prospek Harga US Oil  Selasa | 01 September 2025

Prospek US Oil 01 September 2026 - TPFxPergerakan US Oil pada timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50. RSI(14) berada di 65,43 yang mengindikasikan momentum bullish masih cukup kuat, sehingga harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 87,64 dan 88,54. Jika 88,54 berhasil ditembus, target berikutnya berada di 90,49.

Sebaliknya, koreksi akan berpotensi menguji support 85,07 dan 83,66, dengan 82,21 sebagai support penting berikutnya. Secara keseluruhan, tren H4 masih cenderung bullish selama harga bertahan di atas 83,66.

US Oil INTRADAY AREA

R1  87,64   R2  88,54   R3 90,49

S1 85,07  S2  83,66   S3 82,21

OPEN POSITION BUY
Price Level 85,10
Profit Target Level 87,00
Stop Loss Level 83,50
OPEN POSITION SELL
Price Level 87,60
Profit Target Level 86,00
Stop Loss Level 88,60

Baca analisa sebelumnya: Emas Tertekan Sinyal Hawkish Warsh

Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy