FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,72000 – 0,72500
Geliat penguatan mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback terus berlangsung. Namun nampaknya harus tertahan, imbas positifnya data NFP AS pada penutupan pekan kemarin. Bahkan sebelumnya kondisi Aussie ini ke level tertinggi empat bulan karena ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat menguat. Sebelumnya Dollar AS tersebut berada di bawah tekanan setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan dukungannya untuk tidak mengubah suku bunga jika tekanan inflasi terus mereda, yang mendorong investor untuk mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga The Fed akhir bulan ini. Dollar AS kembali menguat setelah data NFP dirilis cukup bagus. Di Australia, data PDB yang lebih kuat pada kuartal kedua memperkuat ekspektasi bahwa RBA dapat melanjutkan pengetatan kebijakan moneter setelah tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga bulan ini sebesar 58%, naik dari 49% sebelumnya, sementara kenaikan pada bulan November sudah sepenuhnya diperhitungkan. Swap juga mengimplikasikan pengetatan sebesar 40 bps tahun depan, setara dengan satu setengah kali kenaikan suku bunga. Pandangan yang cenderung hawkish ini semakin diperkuat oleh kembali meletusnya konflik di kawasan Teluk, yang mendorong kenaikan harga minyak serta memicu kekhawatiran mengenai inflasi.
Pivot : 0,71970
R1 : 0,72211 S1 : 0,71802
R2 : 0,72379 S2 : 0,71561
R3 : 0,72620 S3 : 0,71393
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 156,200 – 156,700
Tanda penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus berlanjut, namun dibatasi oleh bagusnya data NFP AS. Sebelumnya penguatan Yen ini terjadi selama dua sesi berturut-turut, menempatkannya pada jalur penguatan sekitar 2,5%—kinerja mingguan terkuat sejak Tokyo dan Washington melakukan operasi gabungan pembelian yen pada akhir Juli. Tidak ada konfirmasi bahwa lonjakan minggu ini didorong oleh intervensi resmi, meskipun para pedagang berspekulasi bahwa pihak berwenang melakukan pemeriksaan kurs (rate check), yang biasanya mendahului intervensi. Pasar juga mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Bank of Japan (BOJ) tahun ini, menyusul pernyataan bernada *hawkish* dari pejabat bank sentral dan meningkatnya tekanan dari AS untuk mendukung yen melalui kebijakan moneter yang lebih ketat. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin bulan ini dan kembali menaikkannya pada bulan Desember. Di sisi lain, Yen juga diuntungkan oleh pelemahan Dollar AS secara luas setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil jika tekanan harga terus mereda.
Pivot : 156,089
R1 : 156,889 S1 : 155,431
R2 : 157,547 S2 : 154,631
R3 : 158,347 S3 : 153,973
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3449 – 1.3416
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan kemarin. Mata-uang Poundsterling jatuh setelah rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Agustus melonjak ke angka 162 ribu, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 56 ribu. Data bulan Juli turut direvisi naik dari minus 23 ribu menjadi 21 ribu. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1 persen, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja naik ke 61,6 persen dari 61,4 persen sebelumnya. Indeks Dollar AS naik ke level 99,3, pulih dari titik terendah dua minggu terakhir. Pertumbuhan upah tahunan melandai ke 3,1 persen, meski penurunannya lebih kecil dari perkiraan pasar. Menurut CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga September kini mendekati 60 persen. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini selain tekanan dari penguatan U.S Dollar tekanan konflik Timur-tengah yang dapat memicu kenaikan harga Minyak mentah global membebani mata-uang Poundsterling.
Open : 1.3508 Pivot 1.3516
R1 : 1.3549 S1 : 1.3483
R2 : 1.3582 S2 : 1.3449
R3 : 1.3616 S3 : 1.3416
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1562 – 1.1539
Euro kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Mata-uang Euro melemah setelah rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Agustus melonjak ke angka 162 ribu, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 56 ribu. Data bulan Juli turut direvisi naik dari minus 23 ribu menjadi 21 ribu. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1 persen, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja naik ke 61,6 persen dari 61,4 persen sebelumnya. EUR/USD tertekan ke kisaran 1,1605, turun sekitar 0,18 persen dalam sehari. Penjualan ritel Zona Euro pada Juli turun 0,6 persen secara bulanan, meleset dari perkiraan kenaikan 0,3 persen. Meski begitu, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh European Central Bank (ECB) pada pertemuan 9-10 September membatasi pelemahan Euro lebih lanjut. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang dibayangi oleh penguatan U.S Dollar, Dolar AS menguat tajam pada perdagangan Jumat setelah laporan tenaga kerja Negeri Paman Sam jauh melampaui ekspektasi pasar. Data ini memicu spekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) bisa menaikkan suku bunga jika inflasi pekan depan kembali panas. Penguatan Dollar ini langsung menekan sejumlah mata uang utama dunia.
Open : 1.1612 Pivot : 1.1610
R1 : 1.1636 S1 : 1.1587
R2 : 1.1658 S2 : 1.1562
R3 : 1.1684 S3 : 1.1539
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8154 – 0.8181
Sesuai perkiraan, Franc Swiss ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss terjadi setelah rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Agustus melonjak ke angka 162 ribu, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 56 ribu. Data bulan Juli turut direvisi naik dari minus 23 ribu menjadi 21 ribu. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1 persen, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja naik ke 61,6 persen dari 61,4 persen sebelumnya. Dolar AS menguat tajam pada perdagangan Jumat setelah laporan tenaga kerja Negeri Paman Sam jauh melampaui ekspektasi pasar. Data ini memicu spekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) bisa menaikkan suku bunga jika inflasi pekan depan kembali panas. Penguatan Dollar ini langsung menekan sejumlah mata uang utama dunia termasuk Swiss Franc. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang juga disebabkan semakin meningkatnya ketegangan AS-Iran yang dapat menyebabkan harga Minyak global meningkat yang akan membebankan mata-uang Swiss Franc.
Open : 0.8098 Pivot : 0.8099
R1 : 0.8127 S1 : 0.8072
R2 : 0.8154 S2 : 0.8045
R3 : 0.8181 S3 : 0.8018
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,100 – 99,400
Kebangkitan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai muncul ke permukaan. Tanda penguatan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang mulai melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya pada 99,392. Kondisi Dollar AS ini pulih dari level terendah 2 minggu setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi akan kebijakan moneter yang lebih ketat. Data NFP AS meningkat sebesar 162.000 pada bulan Agustus—menyusul revisi kenaikan sebesar 23.000 pada bulan Juli—dan angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 56.000. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1%, sedangkan pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,1%, meskipun penurunan tersebut lebih kecil dari perkiraan pasar. Menurut CME FedWatch Tool, pasar uang kini memperhitungkan probabilitas hampir 60% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September.
Pivot : 99,155
R1 : 99,395 S1 : 98,919
R2 : 99,631 S2 : 98,679
R3 : 99,871 S3 : 98,443

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Sell Limit di area 65.895 – 65,950
Indeks Nikkei 225 melonjak 1,26% dan ditutup pada 65.021 pada hari Jumat, mengakhiri penurunan selama empat hari berturut-turut karena para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini setelah Gubernur Christopher Waller mengatakan ia akan mendukung mempertahankan suku bunga tidak berubah jika tekanan harga terus mereda. Sementara itu, pasar mengamati potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan pada pertemuan September untuk menahan tekanan inflasi. Investor juga terus memantau pergerakan tajam yen setelah mata uang tersebut menguat hingga 3% selama dua sesi. Saham-saham teknologi dan yang terkait dengan kecerdasan buatan memimpin pemulihan, dengan kenaikan yang signifikan dari Kioxia Holdings (5,4%), SoftBank Group (11,8%), Taiyo Yuden (6,4%), Advantest (2,5%), dan Fujikura (2,1%). Namun demikian, Nikkei turun 2,08% untuk minggu ini karena harga minyak yang tinggi dan reli baru-baru ini pada imbal hasil obligasi global membebani ekuitas selama periode tersebut.
Pivot : 66,092
R1 : 66,528 S1 : 65,328
R2 : 67,292 S2 : 64,892
R3 : 67,728 S3 : 64,128
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,138
Indeks Hang Seng naik 1,7%, atau 438 poin, dan ditutup pada 25.651 pada hari Jumat, pulih dari kerugian sesi sebelumnya dan mencapai level tertinggi sejak 21 Agustus, didukung oleh reli teknologi global dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada bulan September. Saham teknologi global menguat semalam setelah Gubernur Fed Christopher Waller mengisyaratkan preferensi untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil jika inflasi terus mereda. Perusahaan AI Tiongkok, Moonshot AI, juga dilaporkan secara rahasia mengajukan IPO di Hong Kong yang dapat mengumpulkan sekitar US$3 miliar, semakin meningkatkan sentimen terhadap sektor teknologi. Tencent Holdings naik sekitar 2,5% setelah pengajuan di HKEX menunjukkan bahwa perusahaan tersebut membeli kembali 229.000 saham senilai HK$100,3 juta pada 3 September, sementara laporan menunjukkan bahwa pengeluaran AI yang besar kemungkinan tidak akan mengakibatkan kerugian kas yang berkelanjutan, sehingga mengurangi kekhawatiran tentang dampak jangka panjang investasi AI-nya. Saham teknologi yang mengalami kenaikan termasuk MiniMax (1,5%), Meituan (5,2%), dan SenseTime (5,9%). Indeks acuan tersebut naik 0,3% sepanjang pekan ini.
Pivot : 25,488
R1 : 26,141 S1 : 25,261
R2 : 25,840 S2 : 25,136
R3 : 25,965 S3 : 24,909
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,170| SL: 29,300 | TP: 29,950
Saham-saham AS sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Jumat setelah data pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan memberi The Fed lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga. S&P 500 kehilangan 0,4%, Dow turun 272 poin, sementara Nasdaq bertambah 0,2%. Jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian meningkat sebesar 162 ribu, di atas ekspektasi kenaikan sedikit di atas 50 ribu pekerjaan. Sektor-sektor yang sensitif terhadap kredit mengalami penurunan setelah data tersebut karena imbal hasil obligasi pulih. Alphabet turun 1,1%, Microsoft kehilangan 2%, Tesla anjlok 5,9%, dan Palantir turun 4,5%, sementara JPMorgan mundur 0,9% dan Visa turun 1%. Namun demikian, produsen chip naik setelah kinerja yang kurang memuaskan di awal pekan, membantu mendukung Nasdaq. Nvidia naik 0,8%, Micron naik 6,1%, Intel bertambah 4,5%, dan Marvell naik 7% di tengah tanda-tanda optimisme seputar model GPT baru OpenAI. Saham Sandisk melonjak 11,9%, dan AMD naik 4,7%. Sepanjang minggu, Dow Jones turun 0,3% sementara S&P 500 naik 0,1% dan Nasdaq naik 0,4%. Pasar saham AS akan tutup pada hari Senin karena libur Hari Buruh.
Pivot : 29,637.92
R1 : 29,684.83 S1 : 29,606.58
R2 : 29,716.17 S2 : 29,559.67
R3 : 29,763.08 S3 : 29,528.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama di bawah 4.510, testing support 4.365
Harga emas diperdagangkan di sekitar US$4.400 per troy ounce pada Senin, setelah terkoreksi sekitar 1% pada sesi sebelumnya. Tekanan terhadap harga emas terutama berasal dari meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga, menyusul data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Data nonfarm payrolls yang dirilis pada Jumat menunjukkan penambahan 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 56.000, sementara angka Juli direvisi naik menjadi 23.000. Kondisi tersebut memperkuat persepsi bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh sehingga memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Di sisi lain, tingkat pengangguran tetap berada di 4,1%, sedangkan pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,1%. Meskipun demikian, perlambatan upah tersebut lebih kecil dari yang diperkirakan ekonom, sehingga secara keseluruhan data tenaga kerja masih memberikan sinyal yang relatif hawkish bagi kebijakan moneter. Setelah data tersebut dirilis, probabilitas pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat menjadi sekitar 60% dari sebelumnya sekitar 50%. Kenaikan ekspektasi suku bunga tersebut menjadi faktor negatif bagi emas karena meningkatnya imbal hasil aset berbasis dolar dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan yield.
Selain faktor moneter, emas juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak yang berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi global. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya terkait gangguan terhadap jalur energi di kawasan Timur Tengah, mendorong harga minyak naik dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut menciptakan dinamika yang cukup kompleks bagi emas: risiko geopolitik secara fundamental mendukung permintaan safe haven, tetapi potensi kenaikan inflasi akibat energi sekaligus dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi.
Pivot : 4.396
R1 4.510 R2 4.565 R3 4.632
S1 4.365 S2 4.324 S3 4.282
Oil
Opportunity : Bullish selama support 87,64 – 89,52 bertahan, testing resistance 93,43.
Harga minyak mentah bergerak menguat pada Senin dan menembus US$92 per barel, melanjutkan kenaikan yang telah terjadi sepanjang pekan sebelumnya. Penguatan harga terutama dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling menyerang. Amerika Serikat dilaporkan menargetkan tiga kapal tanker minyak Iran pada akhir pekan sebagai respons terhadap serangan rudal balistik terhadap kapal perang Angkatan Laut AS. Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan dan arus perdagangan minyak dari kawasan tersebut.
Iran kemudian menyatakan akan menetapkan zona terbatas baru di sekitar Selat Hormuz, yang mencakup garis blokade Angkatan Laut AS dan meluas ke sebagian wilayah Teluk Persia. Selat Hormuz memiliki posisi strategis bagi perdagangan energi global, sehingga setiap potensi gangguan terhadap lalu lintas kapal melalui jalur tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap ekspektasi pasokan minyak. Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan kehadiran angkatan lautnya di Timur Tengah, termasuk blokade yang ditujukan untuk membatasi ekspor minyak Iran sekaligus menjaga keamanan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Konflik antara kedua negara kembali meningkat pada pekan lalu setelah sekitar satu bulan berada dalam kondisi relatif tenang. Perkembangan tersebut telah mendorong harga minyak naik sekitar 10%, seiring pasar kembali memperhitungkan risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan energi.
Pivot: 89,52
R1 93,43 S1 89,52
R2 95,42 S2 87,64
R3 96,94 S3 85,07
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Senin, 7 September 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Likuiditas Tipis, Bagaimana Arah Pasar Awal Pekan?
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 7 September 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
