FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,71900 – 0,72500
Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS terus berlanjut. Bahkan kondisi Dollar Australia ini mendekati level tertingginya dalam lebih dari tiga bulan karena pertumbuhan ekonomi yang kuat memperkuat peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, sementara investor mempertimbangkan angka perdagangan terbaru. Surplus perdagangan barang negara tersebut menyempit menjadi A$1,9 miliar pada bulan Juli dari angka revisi A$2,3 miliar pada bulan Juni, tetapi tetap di atas ekspektasi sebesar A$1,45 miliar, karena ekspor emas dan impor bahan bakar yang lebih lemah menjadi penyebab penurunan tersebut. Sementara itu, data terbaru menunjukkan perekonomian bertahan lebih baik dari yang diperkirakan pada kuartal kedua, memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia dapat melanjutkan pengetatan kebijakan moneter setelah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini. Sebelum rilis data PDB, pasar meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga bulan ini menjadi 58% dari 49%, sementara kenaikan menjadi 4,60% sudah sepenuhnya diperhitungkan untuk bulan November. Prospek kebijakan yang *hawkish* ini juga muncul di tengah kembali terjadinya konflik di kawasan Teluk yang mendorong kenaikan harga minyak serta memicu kekhawatiran mengenai inflasi.
Pivot : 0,71883
R1 : 0,72190 S1 : 0,71692
R2 : 0,72381 S2 : 0,71385
R3 : 0,72688 S3 : 0,71194
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 156,000 – 155,000
Geliat kebangkitan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Bahkan penguatan Yen ini terjadi untuk sesi kedua berturut-turut karena para pedagang mengamati tanda-tanda intervensi sambil mempertimbangkan prospek pengetatan kebijakan yang lebih agresif oleh Bank Sentral Jepang tahun ini. Langkah tersebut dimulai pada Rabu malam selama perdagangan di New York, memicu spekulasi bahwa pihak berwenang telah melakukan pengecekan suku bunga, yang biasanya mendahului intervensi resmi. Yen sempat merosot ke level terendah dalam 40 tahun pada akhir Juli akibat besarnya selisih suku bunga, kekhawatiran fiskal yang meningkat, serta tingginya biaya energi dan impor, sesaat sebelum Tokyo dan Washington melakukan operasi gabungan pembelian yen. Sementara itu, anggota dewan BOJ, Hajime Takata, mengemukakan kemungkinan kenaikan suku bunga yang besar atau beruntun untuk menahan tekanan inflasi yang meningkat. Gubernur Kazuo Ueda juga mengatakan bahwa para pembuat kebijakan perlu lebih memperhatikan risiko kenaikan harga ketika menjalankan kebijakan moneter, yang mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan akan terjadi akhir bulan ini.
Pivot : 156,678
R1 : 158,066 S1 : 154,400
R2 : 160,344 S2 : 153,012
R3 : 161,732 S3 : 150,734
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3449 – 1.3419
Di luar perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin. Poundsterling berhasil kembali ke area 1,3550 dan menyentuh level tertinggi dua hari, setelah dua hari berturut-turut mengalami pelemahan. Pasar akan mencermati rilis S&P Global Construction PMI Inggris bersamaan dengan survei Decision Maker Panel dari Bank of England. Indeks Dollar AS turun ke level 99 pada perdagangan Kamis, level terendah dalam hampir dua pekan terakhir. Pelemahan ini muncul setelah Gubernur The Fed Waller memberi sinyal dukungan untuk menahan suku bunga apabila inflasi terus membaik. Waller menyampaikan bahwa dirinya akan cenderung mendukung penahanan suku bunga acuan pada level saat ini jika data dua minggu mendatang menunjukkan tren serupa. Laporan Non-Farm Payrolls menjadi sorotan utama pasar pada akhir pekan ini, disusul data Tingkat Pengangguran dan inflasi upah. Average Hourly Earnings m/m: perkiraan 0,3%, dibanding sebelumnya 0,1%, Non-Farm Employment Change: perkiraan 55 ribu, dibanding sebelumnya -23 ribu dan Unemployment Rate: perkiraan 4,1%, sama dengan bulan sebelumnya di 4,1%. GBP berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini apabila rilis data Tenaga-kerja AS membaik pada malam nanti.
Open : 1.3524 Pivot 1.3517
R1 : 1.3555 S1 : 1.3487
R2 : 1.3586 S2 : 1.3449
R3 : 1.3623 S3 : 1.3419
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1559 – 1.1534
Euro ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin, setelah komentar bernada dovish dari Gubernur The Fed, Waller, menekan nilai dolar ke level terendah dalam satu minggu. Euro juga mendapat dukungan dari data ekonomi hari Kamis yang menunjukkan harga produsen Zona Euro bulan Juli naik melebihi perkiraan—sebuah faktor yang mendukung kebijakan *hawkish* ECB. Namun, kenaikan euro tertahan oleh lonjakan harga minyak mentah ke level tertinggi dalam enam minggu; hal ini berdampak negatif bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro karena Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya. Pasar akan mencermati data Factory Orders Jerman lebih dulu, kemudian S&P Global Construction PMI Jerman dan zona euro, sebelum agenda hari ini berakhir dengan data Retail Sales Eropa. Laporan Non-Farm Payrolls AS menjadi sorotan utama pasar pada akhir pekan ini, disusul data Tingkat Pengangguran dan inflasi upah. Average Hourly Earnings m/m: perkiraan 0,3%, dibanding sebelumnya 0,1%, Non-Farm Employment Change: perkiraan 55 ribu, dibanding sebelumnya -23 ribu dan Unemployment Rate: perkiraan 4,1%, sama dengan bulan sebelumnya di 4,1%. EUR berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini apabila rilis data Tenaga-kerja AS membaik pada malam nanti.
Open : 1.1625 Pivot : 1.1616
R1 : 1.1650 S1 : 1.1592
R2 : 1.1674 S2 : 1.1559
R3 : 1.1708 S3 : 1.1534
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8176 – 0.8195
Swiss Franc ditutup menguat setelah Gubernur The Fed Waller memberi sinyal dukungan untuk menahan suku bunga apabila inflasi terus membaik. Waller menyampaikan bahwa dirinya akan cenderung mendukung penahanan suku bunga acuan pada level saat ini jika data dua minggu mendatang menunjukkan tren serupa. Penguatan mata-uang Swiss Franc juga didukung oleh data ekonomi Swiss yang solid. Laporan data Inflasi dan GDP Swiss mengalami kenaikan yang menopang mata-uang Swiss Franc. Investor kini menanti rilis laporan tenaga kerja AS pada hari Jumat, sementara data inflasi utama berikutnya baru akan muncul pekan depan. Non-Farm Employment Change: perkiraan 55 ribu, dibanding sebelumnya -23 ribu, sedangkan Unemployment Rate: perkiraan 4,1%, sama dengan bulan sebelumnya di 4,1%. CHF berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini apabila data Tenaga-kerja AS terealisasi mengalami perbaikan pada malam nanti.
Open : 0.8075 Pivot : 0.8086
R1 : 0.8120 S1 : 0.8041
R2 : 0.8165 S2 : 0.8007
R3 : 0.8199 S3 : 0.7961
DXY
Opportunity: Bearish Range 99,500 – 99,200
Tekanan terbatas mulai melanda pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Kondisi tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang bergerak tuurn sedikit dan sentuh level terendah pada level 99,436. Pelemahan Dollar AS ini diperdagangkan sedikit lebih rendah saat para pelaku pasar mencerna laporan ketenagakerjaan ADP terbaru. Sektor swasta AS mencatatkan penambahan bersih 38.000 lapangan kerja pada bulan Agustus—peningkatan terendah sejak Januari dan di bawah perkiraan 47.000—yang mengindikasikan perlambatan lebih luas di pasar tenaga kerja. Terlepas dari data ekonomi yang lemah, dolar AS tetap berada di dekat level tertinggi dua minggu karena investor mencari aset aman di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari guncangan sektor energi dan perbedaan kebijakan moneter di berbagai negara ekonomi utama. AS menyatakan telah melancarkan serangan udara semalam terhadap target-target di Iran, yang memicu pembalasan dari Teheran dalam eskalasi paling serius antara kedua negara tersebut dalam beberapa minggu terakhir. Sementara itu, pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September sebesar 66%, jauh lebih tinggi daripada sekitar 40% seminggu yang lalu, menurut CME FedWatch Tool.
Pivot : 99,625
R1 : 99,814 S1 : 99,387
R2 : 100,052 S2 : 99,198
R3 : 100,241 S3 : 98,960

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Sell Limit di area 65.895 – 65,950
Indeks Nikkei 225 naik 0,6% menjadi di atas 64.500 pada hari Jumat, mengakhiri penurunan selama empat hari berturut-turut karena para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini. Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan ia akan mendukung suku bunga tetap tidak berubah jika tekanan harga terus mereda. Sementara itu, pasar mengamati potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan pada pertemuan September untuk menahan tekanan inflasi. Investor juga terus memantau pergerakan tajam yen setelah mata uang tersebut menguat hingga 3% selama dua sesi. Saham teknologi memimpin pemulihan, dengan kenaikan yang signifikan dari Kioxia Holdings (1,8%), SoftBank Group (5,8%), dan Fujikura (1,2%). Sebaliknya, saham keuangan dan konsumen menurun, termasuk Mitsubishi UFJ (-1,1%) dan Toyota Motor (-0,6%). Namun demikian, Nikkei diperkirakan akan turun lebih dari 2% untuk minggu ini karena harga minyak yang tinggi dan kenaikan imbal hasil obligasi global baru-baru ini membebani ekuitas selama periode tersebut.
Pivot : 66,092
R1 : 66,528 S1 : 65,328
R2 : 67,292 S2 : 64,892
R3 : 67,728 S3 : 64,128
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,138
Indeks Hang Seng turun 0,4%, atau 98 poin, dan ditutup pada 25.213 pada hari Kamis, membalikkan kenaikan sebelumnya karena investor mengambil keuntungan dan sentimen melemah menjelang penutupan. Indeks acuan sempat naik hingga 0,7% pada perdagangan awal, didukung oleh kekuatan saham teknologi dan keuangan, tetapi kenaikan tersebut gagal bertahan. Saham teknologi tetap menjadi fokus karena investor Tiongkok daratan terus mengalihkan dana ke saham AI dan teknologi yang terdaftar di Hong Kong, termasuk Alibaba, Tencent, dan MiniMax. Sementara itu, Shein Global Holdings turun 8,7% pada hari ketiga perdagangannya di Hong Kong, memperpanjang kinerja pasca-pencatatan yang lemah. Investor juga tetap berhati-hati menjelang data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang prospek suku bunga Federal Reserve. Harga minyak yang lebih rendah dan imbal hasil obligasi yang lebih lunak memberikan dukungan bagi pasar regional, tetapi kekhawatiran seputar pertumbuhan global dan risiko geopolitik terus membebani sentimen.
Pivot : 25,488
R1 : 26,141 S1 : 25,261
R2 : 25,840 S2 : 25,136
R3 : 25,965 S3 : 24,909
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,170| SL: 29,300 | TP: 29,950
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Jumat karena investor menunggu laporan penggajian Agustus yang sangat dinantikan untuk mendapatkan petunjuk baru tentang kesehatan pasar tenaga kerja dan prospek kebijakan moneter. Dalam perdagangan setelah jam kerja reguler, DocuSign melonjak 4% setelah melaporkan pendapatan dan laba kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan, sekaligus menaikkan panduan penjualan setahun penuhnya. Sementara itu, Lululemon Athletica anjlok lebih dari 18% setelah membukukan penjualan dan laba yang lebih lemah untuk kuartal kedua dan mengeluarkan perkiraan yang mengecewakan untuk kuartal saat ini. Dalam perdagangan reguler pada hari Kamis, Dow naik 1,18%, S&P 500 naik 1,06%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,4%, dengan ketiga indeks acuan tersebut mengalami kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Kenaikan tersebut terjadi karena imbal hasil obligasi pemerintah menurun setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga tidak akan dibenarkan jika inflasi inti terus mereda.
Pivot : 29,637.92
R1 : 29,684.83 S1 : 29,606.58
R2 : 29,716.17 S2 : 29,559.67
R3 : 29,763.08 S3 : 29,528.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish, namun pergerakan harga masih tertahan di area resistance 4.510. Jika level tersebut berhasil ditembus, harga berpeluang melanjutkan penguatan menuju 4.565–4.632. Sebaliknya, apabila gagal menembus resistance tersebut, harga berpotensi kembali terkoreksi menuju 4.396.
Harga emas bergerak menguat dan diperdagangkan mendekati level US$4.500 per troy ounce pada Jumat, melanjutkan kenaikan selama dua sesi perdagangan berturut-turut. Penguatan harga emas terutama didorong oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve setelah komentar dovish dari Gubernur The Fed, Christopher Waller. Waller menyatakan bahwa dirinya cenderung mempertahankan suku bunga pada level saat ini apabila tekanan harga terus menunjukkan tren penurunan. Pernyataan tersebut mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada September, dengan probabilitas kenaikan suku bunga kini berada di sekitar 50%, turun dari sekitar 63% sehari sebelumnya.
Perubahan ekspektasi tersebut memberikan dukungan kuat terhadap emas melalui pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury. Penurunan yield mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, sementara dolar yang melemah membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Dengan demikian, sentimen terhadap bullion membaik meskipun investor masih menunggu sejumlah indikator ekonomi penting yang dapat menentukan arah kebijakan The Fed berikutnya. Data nonfarm payrolls yang dirilis Jumat serta data inflasi yang akan keluar pekan depan menjadi perhatian utama pasar karena berpotensi mengubah kembali ekspektasi terhadap suku bunga AS.
Pivot : 4.396
R1 4.510 R2 4.565 R3 4.632
S1 4.396 S2 4.353 S3 4.282
Oil
Opportunity : Bullish selama support 87,64 – 89,52 bertahan, testing resistance 93,43.
Harga minyak mentah bertahan di atas US$90 per barel pada Kamis setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap target-target Iran di sekitar kawasan tersebut setelah periode relatif tenang selama kurang lebih satu bulan. Iran kemudian merespons dengan serangan drone dan rudal yang menyasar pangkalan-pangkalan Amerika di berbagai wilayah Timur Tengah, sehingga risiko gangguan terhadap pasokan energi global kembali meningkat.
Meskipun ketegangan geopolitik meningkat, arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sejauh ini masih berlangsung. Volume yang melewati jalur strategis tersebut diperkirakan rata-rata sekitar 8 juta barel per hari, sehingga pasar belum menghadapi gangguan pasokan fisik yang besar. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa serangan terhadap Iran akan berlangsung singkat, disertai indikasi bahwa AS masih siap melakukan serangan tambahan, membuat pasar berada dalam kondisi sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik berikutnya. Trump juga kembali menyatakan bahwa AS mengendalikan Selat Hormuz, sehingga setiap perubahan dalam situasi keamanan di kawasan tersebut berpotensi segera tercermin dalam volatilitas harga minyak.
Dari sisi fundamental AS, sentimen terhadap minyak mendapat tambahan dukungan setelah data resmi menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 4,5 juta barel pada pekan lalu, sekaligus menjadi penurunan pertama sejak akhir Juli. Penurunan persediaan tersebut mengindikasikan kondisi pasar domestik yang lebih ketat dan membantu mempertahankan harga di atas US$90 per barel. Namun, reli minyak mulai tertahan setelah Trump menyatakan bahwa serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan berlangsung singkat. Pernyataan tersebut mengurangi sebagian kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan berkepanjangan dan risiko inflasi energi.
Pivot: 89,52
R1 93,43 S1 89,52
R2 95,42 S2 87,64
R3 96,94 S3 85,07
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Jumat, 4 September 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Menangkap Peluang Trading Emas Saat Rilis NFP AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Jumat, 4 September 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
