Weekly review dan outlook 12 – 16 Oktober 2026 dibuka dengan kabar baik dari Wall Street. Indeks utama AS mengakhiri pekan dengan kenaikan. Investor kini menanti musim laporan keuangan kuartal III dan data inflasi AS. Di saat yang sama, geopolitik dan harga energi tetap menjadi perhatian utama.
Wall Street Menguat di Akhir Pekan
Saham AS pulih pada Jumat. S&P 500 naik 0,59% ke 7.811,54. Secara mingguan, indeks ini menguat sekitar 1,15%.
Dow Jones Industrial Average naik 0,83% ke 51.654,95. Kinerja mingguannya mencapai sekitar 0,93%. Nasdaq Composite naik 0,64% ke 27.366,17, dengan kenaikan mingguan yang sama. Namun, saham teknologi dan semikonduktor masih menghadapi tekanan setelah melemah di sesi sebelumnya.
Risiko gangguan pasokan minyak ikut membayangi pasar. Gangguan itu berpotensi mendorong inflasi global lebih tinggi. Ekspektasi kebijakan The Fed dan imbal hasil obligasi AS juga memengaruhi dolar, emas, dan selera risiko investor.
Bursa Eropa dan Asia Bergerak Beragam
Saham Eropa bangkit pada Jumat. STOXX Europe 600 naik 1,03% ke 631,95 dan mengakhiri penurunan dua sesi. DAX Jerman menguat 1,13% ke 25.087,27. FTSE 100 Inggris naik 1,06% ke 10.552,05. Tekanan di pasar obligasi mereda, sehingga saham Eropa ikut terdorong.
Di Asia, Hang Seng Hong Kong menjadi penguat utama dengan kenaikan 1,79% ke 24.211,35. Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,02% ke 69.030,92. Shanghai Composite China naik 0,05% ke 3.813,79. Risiko geopolitik dan harga energi tetap menjadi faktor eksternal yang dicermati investor.
Dolar AS Menguat Empat Pekan Berturut-turut
Indeks dolar AS (DXY) berada di 102,30. Indeks naik 0,18% pada Jumat dan sekitar 0,3% sepekan. Ini kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Ekspektasi suku bunga The Fed yang tinggi, imbal hasil obligasi AS yang naik, dan ketidakpastian geopolitik menopang dolar.
Euro menjadi korban utama. EUR/USD berada di sekitar 1,1192 dan melemah sekitar 0,5% sepekan. Kekhawatiran atas kondisi fiskal dan politik Prancis menekan mata uang ini. USD/JPY bertengger di sekitar 158,35, sementara yen melemah sekitar 0,3%. Pasar juga mewaspadai potensi intervensi otoritas Jepang. Adapun GBP/USD berada di sekitar 1,3225. Pound menguat tipis pada Jumat, tetapi masih berpotensi mencatat penurunan mingguan ketujuh berturut-turut.
Emas Pulih, Minyak Dapat Dukungan Badai
Emas berjangka COMEX kontrak Desember 2026 naik 1,44% ke US$4.286,00 per ons. Harga pulih setelah koreksi di awal pekan. Aksi beli saat harga murah, dolar yang melemah, dan imbal hasil obligasi yang turun membantu emas bangkit. Meski begitu, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih bisa membatasi penguatannya.
Harga minyak juga naik. Brent naik 0,42% ke US$104,72 per barel dan sekitar 2,4% sepekan. WTI naik 0,39% ke US$91,85 per barel dan sekitar 0,8% sepekan. Badai Isaias yang mendekat memaksa penghentian sementara lebih dari 70% produksi minyak lepas pantai AS di Teluk Meksiko, atau sekitar 1,3 juta barel per hari.
Dua kabar lain meredakan sebagian kekhawatiran pasokan. Presiden AS menyatakan adanya pembicaraan dengan Iran, dan China berencana kembali mengekspor bahan bakar olahan. Namun, risiko gangguan distribusi energi di Selat Hormuz tetap memicu volatilitas.
WEEK AHEAD
(05 – 09 Oktober 2026)
Weekly Review dan Outlook: Agenda Pekan Depan
Dalam weekly review dan outlook ini, investor akan memantau perkembangan negosiasi dan risiko serangan eskalatif antara Iran, AS, dan negara-negara Teluk. Harga energi yang tinggi menjaga imbal hasil obligasi global mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade. Selain itu, laporan keuangan TSMC, ASML, JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, Johnson & Johnson, LVMH, dan UnitedHealth akan mewarnai pasar saham.
Amerika
Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia berlangsung di Bangkok pekan depan. Latar belakangnya adalah biaya energi tinggi, utang publik rekor, pasar obligasi yang gelisah, dan suku bunga yang naik. Ketua The Fed Warsh dijadwalkan berpidato bersama sejumlah bankir sentral dunia. IMF juga merilis World Economic Outlook terbaru pada Selasa.
Musim laporan keuangan kuartal III AS dimulai. Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Wells Fargo, Bank of America, dan Morgan Stanley termasuk yang pertama melapor. Johnson & Johnson, UnitedHealth Group, dan BlackRock menyusul.
Data inflasi September menjadi sorotan pada Rabu. Ini salah satu pembacaan inflasi besar terakhir sebelum keputusan kebijakan The Fed berikutnya. Pasar memperkirakan CPI utama naik 0,6% secara bulanan, terutama karena harga bahan bakar. CPI inti diperkirakan naik 0,2%. Secara tahunan, CPI utama diperkirakan naik ke 3,6% dari 3,4%. CPI inti diperkirakan naik ke 2,5% dari 2,4%.
Data lain ikut menarik perhatian:
- PPI utama diperkirakan naik 0,5% secara bulanan, dan PPI inti naik 0,3%.
- Penjualan ritel diperkirakan tumbuh 0,3% setelah naik 1,2% pada bulan sebelumnya.
- Produksi industri diperkirakan rebound 0,3%.
- Penjualan rumah bekas diperkirakan turun tipis ke 3,97 juta dari 3,98 juta.
Di kawasan lain, pasar menanti data perumahan Kanada, produksi industri Meksiko, penjualan ritel Brasil, dan inflasi Argentina.
Eropa
Kalender ekonomi Eropa relatif sepi. Inflasi final zona euro diperkirakan mengonfirmasi kenaikan ke 3,8% pada September. Produksi industri kawasan itu diperkirakan rebound 0,1%. Jerman, Spanyol, Prancis, dan Italia juga merilis inflasi final.
Di Inggris, PDB Agustus diperkirakan turun 0,1%. Produksi industri juga diperkirakan turun 0,1%, dan defisit perdagangan barang diperkirakan melebar. Dari sisi korporasi, LVMH dan ASML Holding akan melaporkan hasil kuartalan.
Asia-Pasifik
Inflasi dan perdagangan China menjadi fokus. CPI tahunan diperkirakan naik ke 1,1% dari 0,8% karena energi yang lebih mahal. Ekspor diperkirakan tumbuh 25,3% dan impor 23,5%. Inflasi produsen diperkirakan naik ke 4,4%, dan pinjaman yuan baru diperkirakan CNY 975 miliar.
Jepang merilis inflasi produsen September yang diperkirakan stabil di 7,6%. Pesanan mesin Agustus diperkirakan rebound 2,5% secara bulanan. India merilis inflasi konsumen dan grosir, serta data perdagangan dan pengangguran.
Australia merilis data kepercayaan bisnis dan tenaga kerja. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap 4,6%, dan pertumbuhan lapangan kerja melambat ke 20 ribu. Pasar juga membaca risalah rapat September Reserve Bank of Australia, saat bank sentral menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 4,6%.
Data Mingguan Perdagangan Emas (05 – 09 Oktober 2026)
Open : 4. 136,07 High : 4.207,59 Low : 4.066,30 Close : 4.196,18 Range : 141,29
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.106 | R1 4.247 |
| S2 4.015 | R2 4.298 |
| S3 3.964 | R3 4.388 |
Gold Outlook : Bearish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (05 – 09 Oktober 2026)
Open : 91,73 High : 93,14 Low : 86,82 Close : 91,53 Range : 6,32
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 87,85 | R1 94,17 |
| S2 84,18 | R2 96,82 |
| S3 81,53 | R3 100,49 |
Oil Outlook : Bullish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 05 – 09 Oktober 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

