FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Dollar AS melemah pada perdagangan Jumat, namun berhasil memangkas sebagian kerugian terhadap euro dan yen setelah laporan ketenagakerjaan menunjukkan bahwa ekonomi AS menambah lebih banyak pekerjaan dari perkiraan pada bulan April. Nonfarm payrolls bertambah 177.000, mengalahkan ekspektasi ekonom sebesar 130.000 meski angka bulan sebelumnya direvisi turun. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan buru-buru memangkas suku bunga dan kemungkinan akan menahan suku bunga tetap hingga musim panas.
Meski begitu, laporan ketenagakerjaan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak dari tarif yang diberlakukan sejak awal April. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja akan melambat dalam beberapa bulan mendatang seiring mulai dirasakannya dampak ekonomi dari kebijakan dagang tersebut. Dalam konteks ini, The Fed diperkirakan akan bersikap lebih hati-hati, mempertimbangkan apakah risiko yang lebih besar saat ini berasal dari stagnasi ekonomi (stagflasi) atau tekanan inflasi.
Di tengah sentimen tersebut, pembicaraan perdagangan kembali menjadi fokus pasar. Tanda-tanda keterbukaan dari pihak China terhadap negosiasi baru dengan AS, termasuk potensi peninjauan ulang tarif dan kerja sama untuk mengatasi isu perdagangan fentanyl, meningkatkan harapan akan meredanya ketegangan dagang. Harapan ini turut diperkuat oleh pernyataan dari pejabat AS bahwa diskusi dengan China akan segera dimulai, serta laporan bahwa China sedang mengevaluasi tawaran pembicaraan dari Washington.
Sementara itu, Jepang juga mempererat dialog perdagangan dengan AS, termasuk kemungkinan menggunakan kepemilikan surat utang AS sebagai alat negosiasi. Optimisme terhadap prospek kesepakatan dagang ini memberikan dukungan terhadap sentimen risiko di pasar keuangan.
Pasca laporan ketenagakerjaan, indeks saham utama AS menguat tajam. S&P 500 naik hampir 1,5%, mencatat reli sembilan hari berturut-turut yang menjadi yang terpanjang dalam dua dekade. Dow Jones melonjak 563 poin, sementara Nasdaq menguat 1,5%. Penguatan ini terjadi di tengah keyakinan akan ketahanan pasar tenaga kerja dan harapan meredanya ketegangan dagang. Namun, hasil laporan keuangan perusahaan masih bervariasi—saham Apple turun 3,7% setelah mengungkap potensi beban tarif sebesar $900 juta, sementara Amazon turun tipis 0,1%. Di sektor energi, Exxon Mobil naik 0,4% dan Chevron menguat 1,7% setelah merilis laporan keuangan yang cukup solid. Secara mingguan, S&P 500 naik 2,3%, Dow Jones 2,5%, dan Nasdaq 2,7%.
Di pasar komoditas, harga emas turun 0,4% ke level $3.228,50 per ounce, mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut sebesar 2,6%. Tekanan terhadap harga emas dipicu oleh berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap perang dagang dan data tenaga kerja AS yang solid, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Harga minyak WTI juga mencatat penurunan 1,6% menjadi $58,29 per barel, merupakan penurunan mingguan terbesar sejak akhir Maret. Tekanan ini muncul menjelang pertemuan penting OPEC+ pada Sabtu, di mana kelompok tersebut akan membahas target produksi untuk bulan Juni. Ketidakpastian arah kebijakan produksi serta proyeksi permintaan global yang melemah turut membebani harga. Penurunan jumlah rig aktif di AS sebanyak empat unit memberikan sedikit dukungan, menunjukkan potensi perlambatan pertumbuhan produksi domestik. Di sisi lain, ancaman sanksi sekunder dari Presiden Trump terhadap pembeli minyak Iran menambah ketegangan geopolitik di pasar energi.
Prospek Harga Emas Hari Senin (05/05)
Pergerakan emas pada time frame menunjukkan tekanan bearish setelah gagal menembus trenline menurun (resistance dinamis berwarna hijau) dan kini berada di bawah SMA 50, mengindikasikan potensi lanjutan pelemahan.
RSI yang masih berada di bawah level 50 mendukung sentimen negatif, dengan support terdekat di area 3.202, lalu 3.170 hingga 3.137 sebagai target penurunan berikutnya jika breakdown terjadi. Namun, jika harga mampu menembus level resistance 3.260 dan garis tren atas, maka peluang rebound menuju 3.286 hingga 3.314 akan terbuka.
Data Perdagangan pada hari Jumat (02/05)
Open: 3.241,27 High: 3.269,10 Low: 3.222,70 Close: 3.237,90 Range: 46,40
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.260 R2 3.286 R3 3.314
S1 3.202 S2 3.170 S3 3.137
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.205 |
| Profit Target Level | 3.240 |
| Stop Loss Level | 3.190 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.260 |
| Profit Target Level | 3.225 |
| Stop Loss Level | 3.290 |
Prospek Harga Minyak Hari Senin (05/05)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren utama yang sedang bearish, dengan harga bergerak di bawah SMA 50, mengonfirmasi tekanan jual yang kuat. Area resistance utama berada di level 61.03, 59.30, dan 57.70, di mana level 57.70 juga menjadi area kritis karena adanya gap yang terbentuk. Sementara itu, support terdekat berada di 55.09 (FE 61.8%), diikuti oleh 52.09 (FE 100%), dan 47.30 (FE 161.8%). Indikator RSI saat ini berada di level 31.63, menandakan kondisi oversold, tetapi belum memberikan sinyal pembalikan yang kuat.
Potensi pergerakan harga ke depan kemungkinan akan melanjutkan penurunan menuju level 55.09 atau lebih rendah, terutama jika harga gagal menutup gap di 57.70. Namun, jika harga berhasil menutup gap dan menembus level ini ke atas, ada peluang untuk rebound menuju resistance berikutnya di 59.30.
Data perdagangan pada hari Jumat (02/05)
Open: 58,92 High: 59,82 Low: 57,70 Close: 58,45 Range: 2,12
OIL INTRADAY AREA
R1 57,70 R2 59,30 R3 61,03
S1 55,09 S2 52,09 S3 47,30
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 55.25 |
| Profit Target Level | 57,50 |
| Stop Loss Level | 54,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,30 |
| Profit Target Level | 57,70 |
| Stop Loss Level | 61,10 |
Pekan depan, pasar keuangan global akan menghadapi sejumlah rilis data ekonomi dan keputusan kebijakan moneter yang diperkirakan memiliki dampak besar pada pergerakan aset keuangan utama. Investor akan memantau dengan seksama bagaimana bank sentral utama, seperti Federal Reserve dan Bank of England, menyikapi perkembangan terbaru di ekonomi global. Selain itu, data inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas sektor jasa dari berbagai negara akan memberikan gambaran penting mengenai kondisi ekonomi terkini dan potensi arah kebijakan moneter di masa depan.

Pergerakan emas pada time fram H4 terlihat harga sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi yang ditandai oleh area kotak kuning. Setelah beberapa kali gagal menembus batas atas dan bawah zona tersebut, akhirnya harga melakukan breakout ke bawah dengan menembus support penting di level 3.260, yang kini berubah menjadi resistance. Penembusan ini mengindikasikan pergeseran sentimen pasar ke arah bearish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY masih memiliki kecenderungan bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 143.60. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi pergerakan selanjutnya adalah naik untuk menguji resistance di kisaran 144.75-145.60.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat bahwa harga sedang bergerak sideways dalam zona konsolidasi yang ditandai area kuning, dengan batas atas sekitar 3.314 dan batas bawah di kisaran 3.260. Saat ini harga bergerak di bawah garis SMA 50, menunjukkan tekanan bearish jangka menengah. RSI 14 berada di level 41,16 yang masih berada di bawah level netral 50, mengindikasikan momentum bearish masih mendominasi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 di atas terlihat bahwa harga dalam tren turun dan saat ini berada di bawah garis SMA 50, menandakan dominasi tekanan bearish. Namun, terbentuk candlestick inverted hammer pada area support 57,92 yang mengindikasikan potensi reversal atau perlawanan dari buyer. Selain itu, indikator RSI 14 berada di level 26,34 dan mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah dari wilayah oversold, memperkuat peluang koreksi naik. Jika harga berhasil menembus resistance 59,04, maka potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 60,11 hingga 61,12. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas support 57,92 bisa membuka jalan penurunan lanjutan menuju 56,710 hingga 56,03.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 3.303. Selama harga tetap berada di bawah level ini, pergerakan diperkirakan akan melanjutkan tren turun menuju area support di kisaran 3.264–3.225.
Pergerakan emas di time frame H4 saat ini sedang bergerak sideways di bawah resistance dinamis SMA 50 yang berada di level 3.342, mengindikasikan tekanan bearish masih dominan. RSI (14) berada di bawah level 50, tepatnya di 48,89, mendukung potensi pelemahan lebih lanjut. Selama harga tetap di bawah SMA 50 dan tidak mampu break resistance 3.342, maka tekanan jual berpotensi mendorong harga turun ke area support 3.285 hingga 3.260,00.
Pergerakan US Oil terlihat bahwa saat ini harga berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas SMA 50, yang kini berada di kisaran 62,53 dan berfungsi sebagai resistance dinamis. RSI (14) turun mendekati area oversold (32,06), mengindikasikan momentum pelemahan masih kuat namun mendekati potensi jenuh jual.
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD memiliki potensi untuk tetap bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1375. Selama harga bertahan di atas level tersebut, penguatan kemungkinan akan berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 1.1425–1.1480.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini bergerak di atas garis SMA (50), menunjukkan tren bullish jangka menengah. Indikator RSI berada di level 53,66, mengindikasikan momentum netral cenderung bullish, dengan ruang untuk kenaikan lebih lanjut sebelum mencapai kondisi overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini berada di bawah SMA (50), menunjukkan tren bearish jangka menengah. Indikator RSI berada di level 43,54, mendekati zona oversold namun masih dalam area netral, menunjukkan momentum bearish yang kuat.
