Market Summary
Peluang trading GBP/USD menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Jumat (3/7), setelah Pound Sterling terus menguat terhadap dolar AS. Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 1.3370 dan mencatat kenaikan sekitar 1,3% sepanjang pekan, yang menjadi performa mingguan terbaik dalam tiga bulan terakhir. Pelemahan dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang mengecewakan menjadi faktor utama yang menopang penguatan Sterling.
Data Nonfarm Payrolls Tekan Dolar AS
Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juni hanya bertambah 57 ribu tenaga kerja, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110 ribu. Selain itu, data bulan Mei direvisi turun menjadi 129 ribu dari sebelumnya 172 ribu. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir.
Lemahnya data tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli turun menjadi 17% dari sebelumnya 28%, sedangkan peluang kenaikan pada September turun menjadi 53% dari 65% sebelum data dirilis. Penurunan ekspektasi tersebut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah dan menekan permintaan terhadap dolar AS.
Kondisi Inggris Masih Menjadi Perhatian
Di Inggris, ketidakpastian politik masih membatasi ruang penguatan Pound Sterling. Meski demikian, pernyataan Andrew Burnham yang menegaskan komitmennya untuk tetap mengikuti aturan fiskal pemerintah memberikan ketenangan bagi investor.
Dari sisi data ekonomi, pasar juga mencermati rilis final S&P Global Services PMI bulan Juni. Aktivitas sektor jasa masih berada di bawah level ekspansi dengan angka 48,7, turun dari 49,3 pada Mei. Sementara itu, Composite PMI tercatat 49,3, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 49,4. Data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Inggris masih bergerak di wilayah kontraksi.
Fokus Pasar Beralih ke Pidato Andrew Bailey
Selain data ekonomi, perhatian investor kini tertuju pada pidato Gubernur Bank of England (BOE), Andrew Bailey, yang dijadwalkan berlangsung pukul 22.00 WIB.
Bailey akan menjadi pembicara dalam diskusi bertema “Fiscal & Monetary Policy: An Impossible Coordination?” pada pertemuan ekonomi di Aix-en-Provence, Prancis. Sebagai Gubernur BOE periode 2020–2028, setiap komentarnya sering memicu volatilitas pasar karena pelaku pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Inggris.
Apabila Bailey menyampaikan nada yang lebih hawkish, seperti memberi sinyal inflasi masih menjadi perhatian atau membuka peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut, maka Pound Sterling berpotensi memperoleh tambahan dukungan. Sebaliknya, komentar yang lebih dovish dapat memicu aksi ambil untung setelah penguatan signifikan sepanjang pekan.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 1.3325. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 1.3405, kemudian 1.3430, dan selanjutnya 1.3455.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga turun dan menembus pivot 1.3325, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga pasangan mata uang ini dapat bergerak melemah menuju area support 1.3295, sebelum menguji support berikutnya di 1.3265.
Resistance 1: 1.3405 Resistance 2: 1.3430 Resistance 3: 1.3455
Support1: 1.3325 Support 2: 1.3295 Support 3: 1.3265
Baca juga: Peluang Trading Emas Jelang Data NFP AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
