Dolar AS anjlok usai data PDB AS mengecewakan pasar dan inflasi inti melandai pada perdagangan Kamis. Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,8% dan bergerak mendekati level 100,00, tergelincir di bawah level psikologis tersebut. Tekanan tambahan datang dari lonjakan tiba-tiba mata uang Yen Jepang, yang memicu spekulasi intervensi otoritas Jepang di pasar valuta asing.
Data PDB AS Jadi Pemicu Utama
Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 1,5% secara tahunan pada kuartal kedua. Angka ini berada di bawah perkiraan pasar sebesar 2,1%. Inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) hanya naik 0,1% secara bulanan pada Juni, padahal ekonom memperkirakan kenaikan 0,2%. Secara tahunan, inflasi inti melandai ke 3,3% dari 3,4% sebelumnya.
Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun ke 197 ribu, lebih rendah dari perkiraan 200 ribu. Namun Indeks Harga PDB melonjak 6,3%, jauh di atas perkiraan 3,6%. Angka ini menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi meski pertumbuhan ekonomi melambat.
Euro dan Poundsterling Menguat Signifikan
EUR/USD naik sekitar 0,5% dan bergerak mendekati 1,1530, level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Ekonomi zona Euro tumbuh 0,4% secara kuartalan pada kuartal kedua, dua kali lipat dari perkiraan 0,2%. Pertumbuhan tahunan zona Euro naik menjadi 1,0%. Spanyol memimpin pertumbuhan kawasan dengan kenaikan kuartalan 0,7%, sedangkan Jerman, Prancis, dan Italia masing-masing tumbuh 0,2%. Inflasi tahunan Jerman juga naik menjadi 2,8% dan memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan tetap berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut.
GBP/USD naik sekitar 0,8% dan bergerak mendekati 1,3470 setelah Bank of England mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish. BoE menahan Bank Rate di 3,75%, namun tiga anggota komite memilih menaikkan suku bunga 25 basis poin, melebihi perkiraan dua suara. Hasil voting 6-3 ini menunjukkan bahwa kekhawatiran soal inflasi yang persisten masih membayangi Komite Kebijakan Moneter.
Yen Melonjak Tajam, Picu Spekulasi Intervensi
USD/JPY anjlok sekitar 2,4% dan bergerak mendekati 159,50 seiring Yen Jepang menguat tajam di seluruh pasar. Kecepatan dan skala pergerakan ini memunculkan spekulasi bahwa Kementerian Keuangan Jepang memerintahkan Bank of Japan membeli Yen, meski otoritas belum mengonfirmasi operasi tersebut secara resmi. Investor akan mencermati pernyataan otoritas Jepang menjelang pengumuman kebijakan BoJ pada Jumat.
AUD/USD melonjak sekitar 1,1% dan bergerak mendekati 0,7030, melewati level psikologis 0,7000. Dolar Australia mendapat dorongan dari pelemahan Greenback secara luas dan meningkatnya permintaan terhadap mata uang berisiko, setelah data pertumbuhan dan inflasi AS tampil lebih lemah dari perkiraan.
Minyak Melemah, Emas dan Perak Menguat
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 0,7% dan bergerak mendekati US$84 per barel. Harga minyak kesulitan mempertahankan kenaikan karena kekhawatiran perlambatan ekonomi AS mengimbangi ketegangan geopolitik dan risiko pasokan energi di Timur Tengah.
Pelemahan Greenback dan data inflasi inti yang lebih lunak mendorong harga emas naik sekitar 1,1% menuju US$4.113 per ons troi. Harga perak mencatat kinerja lebih baik dengan kenaikan hampir 3% menuju US$59,20 per ons, seiring meningkatnya permintaan terhadap logam mulia.
Wall Street Ditopang Reli Saham Teknologi
Indeks saham AS menguat pada penutupan perdagangan Kamis, pulih dari pelemahan sesi sebelumnya setelah saham produsen chip melonjak dan investor mencermati laporan laba emiten. S&P 500 naik 1,7%, Nasdaq melompat 3,4%, dan Dow Jones bertambah 614 poin.
Microsoft melesat 15,5% setelah melaporkan pertumbuhan pendapatan cloud sebesar 43%, yang menjadi capaian terkuat sejak 2022. Di sisi lain, panduan belanja modal perusahaan tetap sejalan dengan ekspektasi pasar.
Saham-saham produsen chip juga mencatat penguatan signifikan setelah aksi jual pada sesi sebelumnya. Micron naik 18,4%, AMD menguat 13%, Intel bertambah 11,3%, dan Sandisk melesat 26%, seiring investor memborong saham dengan ekspektasi bahwa reli sektor kecerdasan buatan (AI) masih memiliki ruang untuk berlanjut.
Oracle turut menguat 8,3% setelah memperluas kemitraan AI dengan Google Gemini. Kenaikan saham teknologi tersebut berhasil mengimbangi proyeksi yang mengecewakan dari Meta, yang justru anjlok 7,9%.
Obligasi dan The Fed Masih Menjadi Perhatian
Imbal hasil obligasi Treasury tetap bertahan tinggi meski pertumbuhan PDB kuartal kedua melambat dan Dolar AS melemah di pasar spot. The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan sebelumnya, namun Ketua The Fed Kevin Warsh enggan memberikan sinyal terkait kenaikan suku bunga lanjutan.
Sikap tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama dari perkiraan pasar. Sementara itu, Apple turun 1,4% dan Amazon naik 3,9%, dengan keduanya dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan pada sesi berikutnya.
Fokus Hari Ini:
Asia
Investor akan mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan yang diperkirakan tetap di level 1%. Perhatian juga tertuju pada Pernyataan Kebijakan Moneter, Laporan Outlook kuartalan, dan konferensi pers untuk mencari petunjuk arah kebijakan berikutnya serta pandangan terhadap penguatan Yen.
Eropa
Di Eropa, fokus pasar tertuju pada rilis inflasi awal zona Euro yang diperkirakan menunjukkan inflasi inti tetap di 2,4% (yoy), sementara inflasi utama naik menjadi 2,9%. Jerman juga akan merilis data pengangguran, sedangkan Prancis dan Italia mengumumkan data inflasi awal.
Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, investor akan memantau Employment Cost Index kuartal II yang diperkirakan naik 0,8%, bersama Chicago PMI, data final Sentimen Konsumen Michigan, dan ekspektasi inflasi. Sementara itu, Kanada dijadwalkan merilis data PDB Mei yang diperkirakan tumbuh 0,2%.
Prospek Harga Emas Jumat | 31 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 sempat melanjutkan penguatannya hingga menguji resistance 4.116. Namun, tekanan jual yang muncul dari area tersebut mendorong harga terkoreksi hingga kembali bergerak di bawah SMA 50 yang berdekatan dengan support 4.060. Koreksi tersebut bahkan sempat membawa harga membentuk low harian di level 4.027 sebelum akhirnya kembali mendapat dorongan beli.
Dari area support tersebut, harga berhasil rebound dan kembali bertahan di atas SMA 50. Penguatan yang terjadi bahkan sempat membawa harga menembus resistance 4.116, meski pada akhir perdagangan masih ditutup sedikit di bawah level tersebut. Area 4.116 kini menjadi level penentu arah pergerakan selanjutnya. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas resistance tersebut, peluang kenaikan akan semakin terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 4.166 hingga 4.203. Sebaliknya, jika kembali gagal melewati 4.116, harga berpotensi terkoreksi dengan area 4.060 sebagai support terdekat, diikuti support 4.027 apabila tekanan jual kembali meningkat.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.116 R2 4.166 R3 4.203
S1 4.060 S2 4.027 S3 3.995
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 4.122 |
| Profit Target Level | 4.165 |
| Stop Loss Level | 4.085 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.116 |
| Profit Target Level | 4.070 |
| Stop Loss Level | 4.130 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 31 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya berada dalam tren bullish yang kuat hingga mencapai puncak di level 93.43. Namun setelah gagal mempertahankan kenaikannya, harga mengalami koreksi tajam hingga menyentuh support 77.88. Dari level tersebut, harga berhasil rebound dengan cukup kuat, tetapi penguatan mulai kehilangan momentum setelah mendekati gap di kisaran 85.89–87.27 yang kini berubah menjadi area resistance.
Saat ini harga bergerak dalam fase konsolidasi di bawah area gap sekaligus masih tertahan di bawah SMA 50. Kondisi tersebut menunjukkan kecenderungan bearish masih mendominasi selama harga belum mampu menembus kedua area resistance tersebut. Apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas 85.89–87.27 serta kembali bergerak di atas SMA 50, peluang kenaikan akan terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 90.49. Sebaliknya, jika
US Oil INTRADAY AREA
R1 85,89 R2 87,27 R3 90,49
S1 81,22 S2 79,54 S3 77,88
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 81,50 |
| Profit Target Level | 83,50 |
| Stop Loss Level | 79,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 85,00 |
| Profit Target Level | 82,00 |
| Stop Loss Level | 87,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Melemah Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
