FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,71300 – 0,70700
Tekanan yang terjadi pada mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Kondisi mata uang Aussie ini melanjutkan pelemahan dari minggu sebelumnya hingga mencapai level terendah dalam hampir dua minggu, setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat argumen bagi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Setelah rilis data tersebut, para pedagang meningkatkan taruhan hingga 86% bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, sambil juga memperkirakan kenaikan lain di akhir tahun, yang akan mendorong penguatan dolar AS. Di Australia, komentar bernada hawkish dari Reserve Bank (RBA), ditambah dengan kenaikan harga minyak, telah mendorong pasar untuk memperhitungkan kemungkinan sebesar 90% akan adanya kenaikan suku bunga pada akhir bulan ini. Asisten Gubernur RBA, Sarah Hunter, pekan lalu menyatakan bahwa bank sentral mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga jika inflasi terbukti lebih persisten daripada perkiraan. Sementara itu, harga minyak mentah Brent terus naik di atas $100 per barel setelah serangan baru Houthi di Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk memperparah kekhawatiran pasokan menyusul penutupan jalur pipa minyak utama Arab Saudi.
Pivot : 0,71376
R1 : 0,71677 S1 : 0,71089
R2 : 0,71964 S2 : 0,70788
R3 : 0,72265 S3 : 0,70501
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 154,200 – 155,000
Nasib mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus mengalami pelemahan. Bahkan Yen saat ini melemah dan sentuh 154,992, tetapi tetap mendekati level tertingginya sejak Februari, didukung oleh ekspektasi pengetatan kebijakan yang lebih agresif oleh Bank Sentral Jepang, penghentian perdagangan carry trade, dan tanda-tanda peningkatan repatriasi aset oleh investor domestik. Bank Sentral Jepang (BOJ) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1,25% pada Jumat nanti, level tertinggi sejak April 1995, karena bank sentral tersebut berupaya mengatasi risiko kenaikan harga yang terus berlanjut. Pasar juga mengamati arahan BOJ mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lagi di akhir tahun ini. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah berulang kali mendesak BOJ untuk menerapkan pengetatan kebijakan yang lebih agresif guna mencegah pelemahan yen yang berlebihan. Investor juga memantau perkembangan di Timur Tengah seiring lonjakan kembali harga minyak setelah Arab Saudi menutup jalur pipa vital East-West yang melintasi wilayah daratan dan menghindari Selat Hormuz.
Pivot : 154,218
R1 : 155,108 S1 : 153,444
R2 : 155,882 S2 : 152,554
R3 : 156,772 S3 : 151,780
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3432 – 1.3401
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Senin kemarin. Pounds tertekan oleh penguatan U.S Dollar yang didukung oleh ekspektasi kenaikan suku-bunga the Fed. GBP/USD mengambang tepat di atas 1.3450. Pasar menaruh ekspektasi paling santai minggu ini pada bank sentral Inggris. Gubernur BoE Andrew Bailey minggu lalu membantah adanya “rencana rahasia” untuk menaikkan suku bunga, sehingga pasar memperkirakan kebijakan moneter tidak akan berubah dalam jangka pendek. Minggu ini, pelaku pasar mengantisipasi pengumuman suku bunga dari tiga bank sentral utama. Mulai dari Federal Reserve AS pada hari Rabu, Bank of England pada hari Kamis, dan Bank of Japan pada hari Jumat. FedWatch CME menunjukkan peluang sekitar 85% untuk prospek kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin minggu ini, diikuti dengan satu kali kenaikan lagi pada akhir tahun. Dengan ekspektasi pasar yang sedemikian tinggi, keputusan The Fed yang lebih dovish dapat berbalik menekan kurs Dolar AS. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang dibebani oleh penguatan U.S Dollar di tengah naiknya harga minyak dunia akibat meningkatnya konflik AS-Iran.
Open : 1.3497 Pivot 1.3497
R1 : 1.3530 S1 : 1.3465
R2 : 1.3561 S2 : 1.3432
R3 : 1.3594 S3 : 1.3401
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1481 – 1.1439
Euro tertekan cukup signifikan pada perdagangan Senin kemarin. Pelemahan mata-uang Euro akibat tekanan di beberapa sisi. Indeks Dollar AS menguat ke level tertinggi 1,5 minggu dan ditutup naik pada hari Senin terbantu pelemahan pasar saham, yang meningkatkan permintaan likuiditas untuk Dollar. Indeks Dollar AS ditutup naik 0,27% pada 99,39. Dukungan bagi Dollar AS juga datang dari kenaikan harga minyak mentah WTI pada hari Senin ke level tertinggi 3,75 bulan meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi membujuk The Fed untuk memperketat kebijakan moneter. Ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC Selasa/Rabu juga mendukung penguatan Dollar. European Central Bank (ECB) menjadi mayoret parade rate hike bulan ini, tetapi tidak memberikan petunjuk untuk kenaikan suku bunga selanjutnya. Alhasil, EUR/USD melemah ke bawah 1.1600 seusai pengumumannya. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 1.1548 Pivot : 1.1556
R1 : 1.1590 S1 : 1.1514
R2 : 1.1632 S2 : 1.1481
R3 : 1.1666 S3 : 1.1439
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8221 – 0.8236
Swiss Franc masih masih tertekan pada perdagangan Senin kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss Franc terjadi dalam lima sesi terakhir akibat penguatan U.S Dollar. Tekanan harga minyak yang terus melonjak membebani mata-uang Franc Swiss. Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi 1,5 minggu dan ditutup naik pada hari Senin terbantu pelemahan pasar saham, yang meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar. Indeks Dollar AS ditutup naik 0,27% pada 99,39. Dukungan bagi Dollar AS juga datang dari kenaikan harga minyak mentah WTI pada hari Senin ke level tertinggi 3,75 bulan meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi membujuk The Fed untuk memperketat kebijakan moneter. Ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC Selasa/Rabu juga mendukung penguatan Dollar. CHF masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini akibat ekspektasi kenaikan suku-bunga the Fed.
Open : 0.8163 Pivot : 0.8174
R1 : 0.8194 S1 : 0.8153
R2 : 0.8221 S2 : 0.8132
R3 : 0.8236 S3 : 0.8111
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,400 – 99,700
Penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus berlanjut. Keperkasaan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya pada 99,736. Kondisi Dollar AS ini level tertinggi dalam sekitar dua minggu—di tengah antisipasi para pedagang terhadap keputusan FOMC Kamis dinihari nanti. Para pelaku pasar memperkirakan peluang hampir 89% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu ini, langkah ini akan menjadi kenaikan biaya pinjaman pertama sejak 2023. Para pembuat kebijakan juga akan merilis prakiraan ekonomi terbaru, sementara pelaku pasar menantikan petunjuk mengenai arah suku bunga di masa depan. Di sisi lain, kenaikan harga minyak menambah tekanan inflasi, memperburuk prospek inflasi, dan memperkuat argumen perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh The Fed. Peringatan dari para CEO perusahaan teknologi terkemuka mengenai potensi risiko AI juga membebani pasar saham, sehingga mendorong permintaan terhadap dolar. Dollar AS menguat secara luas, dengan penguatan terbesar terjadi terhadap Yen Jepang dan Aussie.
Pivot : 99,425
R1 : 99,777 S1 : 99,114
R2 : 100,088 S2 : 98,762
R3 : 100,440 S3 : 98,451

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 62,470
Indeks Nikkei 225 naik 0,4% menjadi di atas 63.700 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan selama dua hari berturut-turut karena beberapa saham teknologi pulih, sementara investor terus mengevaluasi prospek sektor kecerdasan buatan (AI). Saham teknologi menghadapi tekanan pada hari Senin setelah CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan laju pengembangan AI yang lebih lambat untuk mengurangi potensi risiko. Investor juga tetap fokus pada kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi global, bersamaan dengan kenaikan suku bunga yang akan segera terjadi dari Federal Reserve AS dan Bank of Japan minggu ini. Di antara saham teknologi yang mengalami kenaikan signifikan adalah SoftBank Group (6,3%), Taiyo Yuden (3,7%), dan Lasertec (3,8%). Dalam perkembangan korporasi, Kioxia Holdings naik 2,5% menyusul laporan bahwa produsen chip memori Jepang tersebut sedang mempertimbangkan untuk mengumpulkan setidaknya $10 miliar melalui pencatatan American Depositary Receipt (ADR).
Pivot : 64,048
R1 : 65,222 S1 : 63,357
R2 : 65,913 S2 : 62,183
R3 : 67,087 S3 : 61,492
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,420
Indeks Hang Seng naik 0,5%, atau 112 poin, dan ditutup pada 24.918 pada hari Senin, mengurangi kerugian sebelumnya setelah tiga sesi berturut-turut mengalami penurunan. Investor tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran yang kembali muncul atas harga minyak yang lebih tinggi dan prospek suku bunga global. Ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah lebih tinggi, meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan kebijakan moneter yang lebih ketat. Saham-saham teknologi tetap berada di bawah tekanan, dengan saham-saham terkait AI khususnya melemah setelah aksi jual yang lebih luas di saham-saham AI Asia. Z.AI Co. anjlok 7,1%, sementara MiniMax turun 4,5%, karena investor bereaksi terhadap kekhawatiran atas laju pengembangan AI tingkat lanjut setelah CEO Anthropic Dario Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, dan CEO xAI Elon Musk menyerukan kehati-hatian yang lebih besar seputar ekspansi pesat industri ini. Penurunan Z.AI terjadi meskipun perusahaan baru-baru ini mengumpulkan sekitar US$5 miliar melalui penempatan saham di Hong Kong dan obligasi konversi. Pergerakan saham yang signifikan termasuk Tencent (0,7%), Lenovo (3,5%), dan Xiaomi (2,7%).
Pivot : 25,235
R1 : 25,315 S1 : 25,130
R2 : 25,420 S2 : 25,050
R3 : 25,550 S3 : 24,945
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,200| SL: 29,320 | TP: 28,950
Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Selasa setelah indeks utama berada di bawah tekanan pada awal pekan, terbebani oleh aksi jual saham semikonduktor di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan dalam pengembangan kecerdasan buatan. Dalam perdagangan reguler pada hari Senin, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,56%, sementara S&P 500 dan Dow masing-masing turun 0,48% dan 0,29%. CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan laju pengembangan AI yang lebih lambat untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh model yang semakin canggih, dengan CEO OpenAI dan xAI, Sam Altman dan Elon Musk, mendukung pandangan tersebut. Produsen chip menanggung beban terbesar dari aksi jual tersebut, termasuk Nvidia (-3,4%), Micron (-5,3%), Sandisk (-5%), AMD (-4,4%), dan Intel (-5,6%). Investor juga menghadapi harga minyak yang tinggi dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan dilakukan oleh Federal Reserve minggu ini. Pasar memperkirakan sekitar 92% kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu.
Pivot : 29,905.75
R1 : 29,571.75 S1 : 29,113.75
R2 : 29,763.75 S2 : 28,655.75
R3 : 30,029.75 S3 : 28,655.75

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish menuju 4.282.
Harga emas bergerak tertekan di sekitar level US$4.300 per troy ounce pada Senin, melanjutkan penurunan selama tiga pekan berturut-turut. Tekanan terhadap emas terutama berasal dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang semakin hawkish, setelah lonjakan harga energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah mulai memberikan tekanan inflasi terhadap perekonomian global. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan lebih tinggi, sehingga ruang bagi Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneter menjadi semakin terbatas.
Pasar saat ini memperkirakan sekitar 86% kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu. Ekspektasi tersebut menjadi faktor negatif bagi emas karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Penguatan ekspektasi kenaikan suku bunga juga berpotensi menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi, dua faktor yang secara historis dapat membatasi daya tarik emas.
Dari sisi data ekonomi, tekanan inflasi AS masih menunjukkan ketahanan. Inflasi konsumen pada Agustus tercatat 3,4% secara tahunan, tidak berubah dari Juli dan sesuai dengan perkiraan pasar. Namun, secara bulanan CPI meningkat 0,4%, menjadi kenaikan bulanan terbesar dalam tiga bulan terakhir. Pada saat yang sama, inflasi produsen juga mengalami percepatan pada Agustus, terutama karena meningkatnya biaya energi. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah dapat kembali menimbulkan tekanan inflasi melalui biaya energi dan produksi.
Meski demikian, penurunan emas tidak sepenuhnya mencerminkan hilangnya fungsi emas sebagai aset safe haven. Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, ketidakpastian mengenai jalur distribusi minyak, serta risiko gangguan terhadap perdagangan global tetap memberikan dukungan fundamental terhadap permintaan aset lindung nilai. Namun, untuk saat ini, faktor safe haven tersebut tampaknya belum mampu mengimbangi tekanan dari ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi.
Pivot : 4.376
R1 4.376 R2 4.410 R3 4.435
S1 4.282 S2 4.261 S3 4.223
Oil
Opportunity : Bullish selama di atas 101,23 – 98,52, testing resistance 105,15
Harga minyak bergerak mendekati US$103 per barel pada Senin, mencapai level tertinggi dalam sekitar empat bulan setelah sebelumnya mencatat kenaikan lebih dari 9% sepanjang pekan lalu. Penguatan harga minyak terutama dipicu oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan setelah Arab Saudi menghentikan sementara operasi East-West Pipeline, salah satu jalur penting yang digunakan untuk mengalihkan pengiriman minyak agar tidak harus melewati Selat Hormuz.
Penghentian operasi pipa tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah serangan drone pada Kamis. East-West Pipeline memiliki kapasitas sekitar 7 juta barel per hari dan mengangkut minyak dari wilayah produksi Arab Saudi menuju pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah. Oleh karena itu, penghentian sementara jalur tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap fleksibilitas distribusi minyak di kawasan, khususnya ketika risiko terhadap Selat Hormuz sendiri masih sangat tinggi.
Situasi semakin kompleks setelah pembicaraan antara Iran dan sejumlah negara Teluk mengenai pembentukan koridor pelayaran sementara melalui Selat Hormuz ditunda. Proposal tersebut sebelumnya dipandang sebagai salah satu upaya untuk menjaga kelancaran arus perdagangan energi melalui jalur strategis tersebut. Namun, adanya keberatan dari Arab Saudi serta keputusan Bahrain untuk tidak berpartisipasi menunjukkan bahwa belum terdapat kesepakatan regional yang cukup kuat untuk memberikan kepastian terhadap jalur pengiriman minyak.
Kondisi ini membuat pasar minyak semakin sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global, sehingga setiap ancaman terhadap kelancaran pelayaran di kawasan tersebut dapat dengan cepat diterjemahkan menjadi risk premium dalam harga minyak. Ditambah dengan penghentian East-West Pipeline, pasar melihat semakin pentingnya infrastruktur alternatif yang dapat digunakan untuk mempertahankan arus ekspor ketika Selat Hormuz mengalami gangguan.
Dari perspektif fundamental, kenaikan minyak menuju US$103 per barel menunjukkan bahwa pasar mulai memberikan harga terhadap risiko gangguan pasokan yang lebih besar dan berkepanjangan. Jika East-West Pipeline belum segera kembali beroperasi dan ketidakpastian mengenai Selat Hormuz terus meningkat, harga minyak berpotensi mempertahankan momentum bullish. Namun, kenaikan yang sangat cepat juga meningkatkan risiko koreksi apabila terjadi de-eskalasi geopolitik, tercapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran, atau Saudi Arabia kembali mengaktifkan pipa tersebut.
Pivot: 101,23
R1 105,15 S1 101,23
R2 107,34 S2 98,52
R3 109,41 S3 95,34
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Selasa, 15 September 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Waspadai Perubahan Sentimen Pasar di Tengah Isu Suku Bunga The Fed
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 15 September 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
