Optimisme Damai Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar
Optimisme damai timur tengah kembali mengangkat sentimen pasar global pada perdagangan Kamis. Indeks saham dunia dari MSCI mencatat kenaikan tipis, sementara dolar AS melemah dan reli harga minyak mulai mereda.
Harapan ini muncul setelah Benjamin Netanyahu menyatakan keinginan Israel untuk memulai pembicaraan damai dengan Lebanon. Rencana tersebut juga mencakup pelucutan senjata kelompok Hezbollah yang memiliki keterkaitan dengan Iran. Pernyataan ini langsung meredakan kekhawatiran investor yang sebelumnya meningkat akibat eskalasi konflik.
Minyak Masih Tinggi, Tapi Tekanan Mereda
Harga minyak sempat melonjak tajam akibat serangan Israel dan ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz. Namun, seiring munculnya optimisme damai timur tengah, kenaikan mulai terbatas.
Minyak mentah AS ditutup naik 3,66% ke level $97,89 per barel setelah sempat menyentuh $102,70. Sementara itu, Brent berakhir di $95,92 per barel, jauh di bawah puncak intraday di $99,50.
Pasar kini melihat risiko skenario terburuk mulai berkurang. Kekhawatiran bahwa harga minyak akan bertahan di atas $100 dalam waktu lama mulai mereda, meskipun ketidakpastian tetap ada.
Wall Street Menguat, Tapi Tetap Waspada
Di Wall Street, penguatan indeks saham berlangsung moderat. Dow Jones Industrial Average naik 0,58%, S&P 500 menguat 0,62%, dan Nasdaq Composite naik 0,83%.
Meski demikian, pelaku pasar masih menilai gencatan senjata bersifat rapuh. Pasar melihat arah pergerakan menuju rekonsiliasi, tetapi prosesnya diperkirakan tidak akan mulus dan masih berpotensi menghadirkan volatilitas.
Di kawasan lain, indeks saham Eropa seperti STOXX 600 justru ditutup melemah. Bursa Asia juga mengalami koreksi setelah reli tajam sehari sebelumnya, mencerminkan sikap hati-hati investor global.
Dolar Melemah, Emas Kembali Bersinar
Di pasar mata uang, indeks dolar melemah ke 98,83 seiring meredanya permintaan aset safe haven. Euro menguat terhadap dolar, sementara yen Jepang justru sedikit tertekan.
Pelemahan dolar memberi dorongan pada emas. Harga emas spot naik 1,12% ke $4.769,23 per ounce, sementara perak melonjak 2%. Kenaikan ini terjadi karena investor memanfaatkan momentum pelemahan dolar sambil menunggu kejelasan arah kebijakan dan geopolitik.
Fokus Beralih ke Data Inflasi AS
Selain isu geopolitik, perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi AS. Investor menantikan rilis Consumer Price Index (CPI) yang diperkirakan mencerminkan dampak lonjakan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir.
Inflasi diperkirakan masih menunjukkan tekanan dalam jangka pendek. Namun, arah pergerakan dinilai tetap menuju penurunan hingga akhir tahun.
Kombinasi antara optimisme damai timur tengah dan ekspektasi inflasi akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar dalam waktu dekat.
Prospek Harga Emas Jumat | 10 April 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan rebound yang cukup solid setelah harga berhasil bertahan di atas support 4.700, yang kini berfungsi sebagai area pijakan kuat setelah sebelumnya terjadi penolakan dari resistance 4.843. Koreksi dari area 4.843 tersebut membawa harga turun, namun tidak mampu menembus 4.700 sehingga memicu minat beli kembali dan mendorong harga naik.
Selama harga tetap bertahan di atas 4.700, potensi kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.843, dan jika level ini ditembus maka peluang penguatan dapat berlanjut ke area 4.899. Namun jika harga kembali turun dan menembus 4.700, maka tekanan jual berpotensi meningkat dengan target koreksi ke 4.654 hingga 4.595. RSI yang bertahan di atas 50 turut mengindikasikan momentum bullish masih terjaga dalam jangka pendek.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.843 R2 4.899 R3 4.967
S1 4.700 S2 4.654 S3 4.595
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.700 |
| Profit Target Level | 4.800 |
| Stop Loss Level | 4.640 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.840 |
| Profit Target Level | 4.720 |
| Stop Loss Level | 4.900 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 10 April 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam yang sempat membawa harga turun hingga membentuk support baru di area 91,06. Dari level tersebut, harga memantul naik cukup signifikan, namun kenaikan masih tertahan di area resistance 103,23 yang kini menjadi penghalang utama.
Selama harga belum mampu menembus 103,23 secara meyakinkan, potensi pergerakan masih cenderung konsolidasi dengan risiko koreksi kembali menguji 91,06. Sebaliknya, jika resistance 103,23 berhasil ditembus, maka rebound berpotensi berlanjut untuk menguji area 109,14 hingga 117,51. RSI yang mulai bergerak naik dari area bawah juga mendukung indikasi pemulihan momentum, meskipun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi kelanjutan tren bullish secara penuh.
US Oil INTRADAY AREA
R1 103,23 R2 109,14 R3 117,51
S1 91,06 S2 84,40 S3 76,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 92,00 |
| Profit Target Level | 102,00 |
| Stop Loss Level | 89,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 103,20 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 109,25 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
