Market Summary
Peluang Trading AUD/USD Pasca Data Inflasi China kembali menarik perhatian pasar setelah dolar Australia menguat pada perdagangan Rabu. AUD/USD sempat naik ke level 0,7237. Level tersebut menjadi posisi tertinggi dalam empat bulan terakhir.
Namun, AUD/USD kemudian kembali ke area 0,7220. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati. Sentimen global yang kurang positif juga membatasi penguatan dolar Australia.
Kenaikan AUD mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS. Greenback melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Pasar kini menunggu data inflasi Amerika Serikat melalui Consumer Price Index atau CPI.
Inflasi China Beri Dukungan untuk Dolar Australia
Data inflasi China memberikan dorongan tambahan bagi dolar Australia. China merupakan salah satu mitra dagang utama Australia. Karena itu, kondisi ekonomi China sering memengaruhi permintaan terhadap AUD.
Inflasi konsumen China naik 0,4% pada Agustus. Angka tersebut membaik dari kontraksi 0,1% pada Juli. Hasil ini juga lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,3%.
Secara tahunan, inflasi China mencapai 0,8%. Angka tersebut naik dari 0,5% pada bulan sebelumnya. Hasil ini sesuai dengan ekspektasi pasar.
Kenaikan inflasi membantu meredakan kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan domestik China. Kondisi tersebut memberi sentimen positif bagi AUD. Pasar juga melihat peluang perbaikan aktivitas ekonomi di China.
Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi AS
Pergerakan AUD/USD selanjutnya akan sangat bergantung pada data CPI Amerika Serikat. Data tersebut menjadi perhatian utama menjelang pertemuan Federal Reserve atau The Fed.
DBS menilai data CPI pekan ini akan menjadi faktor penting bagi keputusan The Fed pada pertemuan berikutnya. Data inflasi yang kuat dapat mendorong pasar mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Data pasar tenaga kerja AS sebelumnya juga menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga. peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sempat berada di sekitar 60%.
Namun, data tenaga kerja tersebut belum cukup kuat untuk mengarahkan pasar pada satu skenario. Karena itu, hasil CPI AS dapat menjadi pemicu pergerakan AUD/USD berikutnya.
Jika inflasi AS kembali tinggi, dolar AS berpotensi menguat. Kondisi tersebut dapat menekan AUD/USD. Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dapat melemahkan dolar AS dan membuka ruang bagi AUD/USD untuk melanjutkan kenaikan.
RBA Beri Sinyal Kebijakan Lebih Ketat
Selain faktor China dan AS, kebijakan Reserve Bank of Australia atau RBA juga mendukung dolar Australia.
Deputy Governor RBA Andrew Hauser pada Selasa menyerukan perlunya tindakan lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi. Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi pasar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga RBA.
Rabobank menilai pasar mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada September dan November. Ekspektasi tersebut dapat memberikan dukungan bagi AUD dalam jangka pendek.
Kebijakan RBA yang lebih ketat juga dapat meningkatkan daya tarik dolar Australia. Pasar akan mencermati data ekonomi berikutnya untuk menilai apakah RBA benar-benar memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga.
Ketegangan Timur Tengah Batasi Kenaikan AUD/USD
Meski memiliki sejumlah katalis positif, peluang trading AUD/USD masih menghadapi risiko dari geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian. Harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan bank sentral.
Situasi tersebut dapat membatasi reli dolar Australia. Karena itu, kenaikan AUD/USD tidak hanya bergantung pada data ekonomi China dan Australia. Pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan geopolitik serta pergerakan harga komoditas.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang trading AUD/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0,7199. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 0,7239, 0,7249, dan 0,7259.
Sebaliknya, jika AUD/USD menembus ke bawah level 0,7199, tekanan koreksi berpotensi meningkat. Dalam skenario tersebut, harga dapat menguji area support 0,7183 hingga 0,7173.
Resistance 0.7239 Resistance 2: 0.7249 Resistance 3: 0.7259
Support1: 0.7199 Support 2: 0.7183 Support 3: 0.7173
Baca juga: Peluang Trading Minyak di Tengah Ketegangan Iran – AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
