Wall Street Melemah di Awal Pekan
Wall Street melemah pada perdagangan awal pekan setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, seiring meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas gencatan senjata antara AS dan Iran. Indeks utama seperti Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite ditutup di zona negatif, dengan Nasdaq mengakhiri reli panjang selama 13 hari.
Meski begitu, tekanan jual masih terbatas karena pelaku pasar tetap optimis terhadap kinerja laba perusahaan kuartal pertama. Sentimen ini menahan penurunan lebih dalam di pasar saham global.
Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak
Kondisi geopolitik kembali menjadi perhatian utama setelah Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran, yang memicu ancaman balasan dari Teheran. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran gangguan distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz.
Harga minyak pun melonjak tajam, dengan minyak WTI naik ke kisaran $89,61 per barel dan Brent ke $95,48. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dalam jangka pendek.
Wall Street Melemah, Pasar Global Cenderung Stabil
Wall Street melemah juga diikuti pergerakan bursa global yang relatif terbatas. Indeks saham Eropa seperti STOXX 600 turun, sementara pasar Asia justru menunjukkan penguatan moderat, termasuk indeks Nikkei 225 yang mencatat kenaikan.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan tipis, dengan yield tenor 10 tahun berada di kisaran 4,25%. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih menunggu kejelasan arah kebijakan suku bunga dari The Fed.
Pergerakan Dolar dan Emas Cenderung Terbatas
Wall Street melemah tidak diikuti volatilitas besar di pasar mata uang dan komoditas lainnya. Indeks dolar AS justru melemah ke level 98,07 setelah sempat menguat, sementara euro menguat tipis terhadap dolar.
Harga emas bergerak turun tipis ke kisaran $4.815 per troy ounce, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter global.
Prospek Harga Emas Selasa | 21 April 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik setelah mampu bertahan di atas area support 4.771, dengan harga kembali bergerak di atas SMA 50 sebagai sinyal bullish. Selama harga tidak turun di bawah kisaran 4.771–4.737, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance sekaligus menutup gap di area 4.870, lalu berlanjut ke 4.900 hingga 4.970.
Namun, jika harga turun dan menembus 4.771, risiko koreksi lebih dalam meningkat menuju 4.737 hingga 4.700, sementara RSI di sekitar level 55 mengindikasikan momentum masih netral cenderung bullish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.870 R2 4.900 R3 4.970
S1 4.771 S2 4.737 S3 4.700
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.780 |
| Profit Target Level | 4.850 |
| Stop Loss Level | 4.730 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.870 |
| Profit Target Level | 4.800 |
| Stop Loss Level | 4.910 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 21 April 2025
Pergerakan US Oil (WTI) pada timeframe H4 saat ini menunjukkan potensi penurunan untuk mengisi gap di area 83,60 yang juga berperan sebagai support kunci. Jika level tersebut ditembus, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 81,69 hingga 78,67.
Namun, selama harga mampu bertahan di atas 83,60, terdapat peluang rebound untuk menguji resistance di kisaran 88,34.
US Oil INTRADAY AREA
R1 88,34 R2 91,06 R3 92,94
S1 83,60 S2 81,69 S3 78,87
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 84,00 |
| Profit Target Level | 87,00 |
| Stop Loss Level | 81,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 88,30 |
| Profit Target Level | 85,00 |
| Stop Loss Level | 91,10 |
Baca analisa sebelumnya: Minyak Reli, Dolar Menguat Pasca Penutupan Selat Hormuz
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.858–4.899, dengan munculnya gap dan harga kini bergerak di bawah resistance terdekat di 4.805 serta mulai menembus ke bawah garis tren naik dan SMA 50, yang mengindikasikan potensi perubahan arah ke bearish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, namun rebound terbaru menjadi lebih valid setelah harga membentuk support di 78,97 dan membuka gap up hingga kini bertahan di atas 87,21, dengan harga bergerak di kisaran 88.30. Selama harga mampu bertahan di atas 87,21, momentum kenaikan berpeluang berlanjut untuk menguji resistance terdekat di 91,06, dengan potensi ekstensi ke 95,27 jika tekanan beli menguat.
Pergerakan emas di time frame H4 sempat mengalami rebound, namun kenaikan masih tertahan di area resistance 4.858 sehingga memicu koreksi dalam jangka pendek. Tekanan turun ini muncul setelah harga gagal bertahan di atas level tersebut, meskipun pelemahan yang terjadi masih terbatas.
Pergerakan emas pada timeframe H4 sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup solid, namun kenaikan tersebut tertahan di area resistance 4.858–4.899 sehingga memicu koreksi jangka pendek. Saat ini harga sedang menguji area support 4.750 yang berdekatan dengan SMA 50, menjadikannya sebagai level krusial dalam menjaga struktur bullish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya mengalami penurunan tajam yang membentuk gap di area 91,06, sekaligus menciptakan support baru di sekitar 84,40. Setelah itu harga sempat mencoba rebound untuk menutup gap tersebut, namun kenaikan tertahan di area 91,06 sehingga gagal menembus resistance dan kembali mengalami tekanan jual.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam fase pemulihan setelah penurunan tajam sebelumnya, dengan harga kini bergerak naik dan bertahan di atas SMA 50 yang mulai mengarah ke atas, menandakan momentum bullish mulai terbentuk. Struktur harga juga menunjukkan higher low yang didukung oleh trendline naik, sehingga bias jangka pendek cenderung positif.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tekanan bearish yang cukup dominan setelah harga gagal bertahan di atas SMA 50 dan kembali bergerak di bawahnya, mengindikasikan perubahan momentum dari bullish ke bearish. Penurunan terbaru juga diikuti dengan terbentuknya gap dan breakdown dari area support 91,06, yang kini berpotensi menjadi resistance terdekat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.758. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.795. Jika level ini berhasil ditembus, penguatan berpeluang berlanjut menuju resistance berikutnya di 4.835 hingga 4.880.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sempat mengalami tekanan kuat hingga turun ke area 4.644 dan membentuk gap di kisaran 4.746–4.700, yang mencerminkan dominasi seller pada fase tersebut. Namun, tekanan ini tidak berlanjut setelah munculnya reaksi beli yang signifikan dari area support 4.644.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun ke area 95,27 sebelum rebound kuat, membentuk gap dan menembus SMA 50 hingga mencetak high di sekitar 105,58. Namun setelah itu, harga gagal bertahan di area atas dan mengalami koreksi tajam hingga kembali menutup gap tersebut.
Pergerakan emas pada time frame H4 sebelumnya berada dalam tren bullish, ditopang oleh support kuat di kisaran 4.700 yang berkonfluensi dengan SMA 50 dan garis uptrend. Namun, pada awal pekan harga mengalami gap down dan turun menembus area tersebut, sehingga melemahkan struktur bullish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sempat mengalami tekanan turun hingga menembus SMA 50, namun harga berhasil rebound dan kembali bergerak di atasnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 4.730. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 4.780, kemudian 4.800, hingga 4.835.
Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan rebound yang cukup solid setelah harga berhasil bertahan di atas support 4.700, yang kini berfungsi sebagai area pijakan kuat setelah sebelumnya terjadi penolakan dari resistance 4.843. Koreksi dari area 4.843 tersebut membawa harga turun, namun tidak mampu menembus 4.700 sehingga memicu minat beli kembali dan mendorong harga naik.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam yang sempat membawa harga turun hingga membentuk support baru di area 91,06. Dari level tersebut, harga memantul naik cukup signifikan, namun kenaikan masih tertahan di area resistance 103,23 yang kini menjadi penghalang utama.
