Market Summary
Peluang trading emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Harga emas (XAU/USD) mulai pulih pada perdagangan Jumat setelah sebelumnya mengalami tekanan. Permintaan aset safe haven kembali meningkat seiring ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas.
Meski demikian, emas masih berpotensi mencatat penurunan mingguan pertama dalam lima minggu terakhir. Lonjakan harga minyak akibat konflik kawasan Teluk memicu kekhawatiran inflasi, sehingga pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Konflik Timur Tengah Dorong Permintaan Safe Haven
Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus meningkat dan memasuki hari ketujuh. Iran meluncurkan rudal serta drone yang menghantam kilang minyak di Bahrain, sementara Israel melanjutkan serangan udara ke Teheran. Pada saat yang sama, Amerika Serikat menghentikan operasional kedutaannya di Kuwait sebagai langkah antisipasi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pejabat Iran sempat mencoba membuka jalur negosiasi untuk mengakhiri konflik. Namun ia menegaskan bahwa langkah tersebut sudah terlambat dan Amerika Serikat akan terus menekan Iran. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak mencari gencatan senjata dan siap meningkatkan serangan balasan dalam beberapa hari ke depan.
Situasi geopolitik seperti ini biasanya meningkatkan minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai, sehingga peluang trading emas cenderung tetap terbuka meski volatilitas meningkat.
Dolar AS dan Kebijakan The Fed Jadi Faktor Penekan
Di sisi lain, penguatan dolar AS masih menjadi tantangan bagi harga emas. Indeks Dolar AS (DXY) sempat mencatat kenaikan dan bergerak di sekitar level 99 pada sesi Asia. Permintaan dolar sebagai safe haven meningkat seiring ketidakpastian geopolitik global.
Selain itu, pejabat Federal Reserve masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan jika inflasi tetap berada di atas target. Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee menilai independensi bank sentral sangat penting untuk menjaga stabilitas inflasi.
Jika kebijakan moneter AS tetap ketat, maka dolar berpotensi bertahan kuat. Kondisi ini bisa membatasi kenaikan emas, meskipun permintaan safe haven meningkat.
Fokus Pasar pada Data Nonfarm Payrolls
Perhatian utama pasar kini tertuju pada rilis data tenaga kerja AS, khususnya Nonfarm Payrolls (NFP). Konsensus pasar memperkirakan penambahan sekitar 59 ribu pekerjaan pada Februari, lebih rendah dibandingkan 130 ribu pada bulan sebelumnya.
Selain itu, data Retail Sales juga diperkirakan turun 0,3% secara bulanan setelah sebelumnya stagnan. Data ekonomi tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Jika data tenaga kerja melemah, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bisa kembali muncul. Skenario tersebut berpotensi melemahkan dolar dan membuka ruang kenaikan emas.
Dengan kondisi geopolitik yang memanas serta ketidakpastian arah kebijakan moneter AS, peluang trading emas menjelang rilis NFP diperkirakan tetap menarik bagi pelaku pasar yang memanfaatkan volatilitas jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 5.055. Selama harga bertahan di atas level tersebut, penguatan diperkirakan berlanjut untuk menguji resistance di 5.165, kemudian 5.195, hingga 5.225.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun di bawah 5.055, maka tekanan jual berpotensi meningkat dan mendorong harga menguji area support di kisaran 5.025 hingga 4.995.
Resistance 1: 5.165 Resistance 2: 5.195 Resistance 3: 5.225
Support1: 5.055 Support 2: 5.025 Support 3: 4.995
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada pada timeframe H4 sebelumnya sempat melanjutkan kenaikan hingga menembus area 5.400, namun gagal bertahan setelah tertahan di resistance kuat 5.375. Dari area tersebut, harga berbalik turun cukup tajam hingga membentuk low di 4.996. Setelah menyentuh level ini, harga mencoba rebound, tetapi kenaikan masih terbatas.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren yang masih kuat ke atas setelah breakout dari area konsolidasi dan melanjutkan kenaikan hingga menembus resistance 73.29 dan 71.63. Kenaikan ini juga didukung oleh posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis dan mengonfirmasi bias bullish masih terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada timeframe H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 5.085. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpeluang berlanjut untuk menguji resistance di 5.225, kemudian 5.260, hingga 5.335.
Pada grafik H4, tekanan jual terlihat dominan setelah harga gagal mempertahankan posisi di bawah resistance 5.375 dan breakdown dari area 5.250 yang kini berubah menjadi resistance kuat. Penurunan tersebut membawa harga mencetak low baru di 4.945 sebelum akhirnya terjadi rebound teknikal.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat melanjutkan tren bullish setelah breakout kuat yang membentuk gap di area 69–70. Gap tersebut sejauh ini belum tertutup dan justru diikuti dengan kenaikan tajam hingga menembus resistance 73.29, mengindikasikan momentum beli masih dominan.
Pada grafik H4, emas sudah breakout dari pola rectangle 5.100–5.250 dan membentuk gap ke atas. Gap di area 5.250–5.280 sempat hampir tertutup, namun harga kembali naik dan kini bertahan di atasnya, sehingga zona tersebut berfungsi sebagai support baru.
Pada grafik H4, US Oil terlihat melakukan breakout kuat dari area konsolidasi di sekitar 66.00–67.77 dan membentuk gap naik hingga area 69.27. Gap tersebut belum tertutup dan kini menjadi support terdekat, menandakan tekanan beli masih dominan dalam jangka pendek.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya, dengan harga bergerak sideways di area 5.100–5.217 yang menjadi zona kunci jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas support 5.100 dan masih bergerak di atas SMA 50, bias bullish masih terjaga meskipun momentum cenderung melemah, tercermin dari RSI yang bergerak datar di sekitar level 50–60.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 67,05–67,73, dengan harga saat ini kembali mendekati area SMA 50 di sekitar 64,61. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, tekanan koreksi cenderung meningkat, terutama jika terjadi penembusan di bawah 64,61 yang dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut menuju 63,61 hingga 62,41.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga mampu bertahan di atas SMA 50 serta area support 5.100–5.046. Selama harga tetap berada di atas zona tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.250 hingga 5.312.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya, dengan harga bergerak di dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai area kunci jangka pendek. Harga sempat turun menembus 65.43, namun kembali bertahan di atas level tersebut, sehingga struktur konsolidasi masih tetap valid.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat naik hingga membentuk high di area 5.250, sebelum akhirnya mengalami koreksi yang masih tergolong sehat. Tekanan turun tertahan di area 5.100 sebagai support terdekat, sementara posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50 di sekitar 5.046 menandakan struktur bullish masih terjaga. Saat ini harga cenderung bergerak konsolidatif di bawah resistance 5.192, dan selama bertahan di atas 5.100, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji 5.192 hingga 5.250.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya. Harga bergerak sideways dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai zona kunci jangka pendek. Harga juga masih bertahan di atas SMA 50 di sekitar 64.61, sehingga bias bullish tetap terjaga selama tidak ditembus ke bawah.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil menembus area 5.146 dan 5.205 yang kini beralih fungsi menjadi support. Harga bergerak stabil di atas level tersebut dan tetap didukung oleh posisi di atas SMA 50 , mencerminkan tren naik yang terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah reli kuat, dengan harga bergerak sideways di dalam area 65.43–67.05 yang kini menjadi zona kunci. Selama harga mampu bertahan di atas support 65.43, bias bullish masih terjaga dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 67.73 hingga 68.55. Namun, jika terjadi breakdown di bawah 65.43, harga berisiko mengalami koreksi lebih dalam menuju area 64.61, sebelum kembali menentukan arah selanjutnya.
Harga emas pada timeframe H4 terlihat melanjutkan momentum bullish setelah berhasil breakout dari area resistance 5.046 dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Struktur higher low yang terbentuk sejak pertengahan Februari diperkuat oleh trendline naik, menunjukkan tekanan beli yang masih dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah breakout kuat dari area resistance 65,43 dan kini bergerak di atas MA sebagai support dinamis. Struktur higher high dan higher low mengindikasikan tren naik yang solid, meskipun saat ini terlihat fase konsolidasi ringan setelah kenaikan tajam.
