Market Summary
IFO Jerman menjadi sorotan utama setelah data terbaru menunjukkan pelemahan signifikan pada kondisi bisnis. EUR/USD bergerak terbatas di sekitar 1.1700 pada sesi Eropa, mencerminkan fase konsolidasi di tengah penguatan Dolar AS.
Indeks Dolar AS (DXY) bertahan dekat level tertinggi mingguan mendekati kisaran 99,00, didukung oleh meningkatnya permintaan safe haven. Ketidakpastian geopolitik terkait konflik di Timur Tengah serta lonjakan harga energi turut menjaga kekuatan Greenback.
Data IFO Jerman Turun Tajam, Sinyal Risiko Ekonomi
Penurunan IFO Jerman ke level 84,4 pada April menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi Jerman menghadapi tekanan serius. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi 85,5 dan menjadi level terendah sejak Mei 2020 saat pandemi.
Pelemahan terutama terjadi pada ekspektasi bisnis ke depan yang turun ke 83,3 dari sebelumnya 85,9. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pelaku usaha terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap pemulihan ekonomi.
Penilaian kondisi saat ini juga menurun ke 85,4 dari 86,7, sementara seluruh sektor utama seperti manufaktur, jasa, perdagangan, dan konstruksi mengalami pelemahan. Tekanan terbesar terlihat pada sektor perdagangan dan jasa, seiring kekhawatiran inflasi yang menekan daya beli.
Kebijakan Bank Sentral Jadi Penentu Arah Berikutnya
Selain IFO Jerman, perhatian pasar kini beralih ke rangkaian keputusan kebijakan moneter dari bank sentral utama seperti Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England, dan Bank of Japan.
The Fed dan ECB diperkirakan menahan suku bunga, namun tetap mengadopsi pendekatan berbasis data. Risiko inflasi cenderung meningkat akibat kenaikan harga minyak, yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi global.
Komentar dari pejabat ECB juga membuka kemungkinan kenaikan suku bunga, meskipun dalam waktu dekat bank sentral cenderung mempertahankan kebijakan saat ini.
Dolar AS Menguat Didukung Faktor Safe Haven
Dolar AS mendapat dukungan tambahan dari meningkatnya ketegangan geopolitik. Kebuntuan negosiasi antara AS dan Iran membuat pasar cenderung menghindari risiko.
Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama, sehingga mendukung penguatan USD.
Peluang Trading EUR/USD
Dari sisi fundamental, kombinasi pelemahan IFO Jerman dan penguatan Dolar AS membuka peluang tekanan lanjutan pada EUR/USD. Selama sentimen risiko tetap tinggi dan data ekonomi Eropa melemah, euro berpotensi tetap berada dalam tekanan.
Namun, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil pertemuan bank sentral pekan depan. Jika ECB memberikan sinyal lebih hawkish, EUR/USD berpeluang rebound. Sebaliknya, sikap hati-hati ECB di tengah data lemah dapat memperpanjang tren konsolidasi atau bahkan mendorong penurunan lebih lanjut.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji support di 1.1665, kemudian 1.1650 hingga 1.1635.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil menembus dan bergerak di atas 1.1715, maka peluang kenaikan dapat terbuka untuk menguji area resistance di 1.1715 hingga 1.1735.
Resistance 1: 1.1700 Resistance 2: 1.1715 Resistance 3: 1.1735
Support1: 1.1665 Support 2: 1.1650 Support 3: 1.1635
Baca juga: Peluang Trading GBP/JPY Pasca Data PMI Inggris
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari struktur lower high serta posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun dan SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound ke area resistance di sekitar 1.1575–1.1620, namun belum mampu menembusnya secara konsisten, sehingga potensi penurunan masih terbuka.
Pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, terlihat dari struktur higher low yang terbentuk serta harga yang masih bergerak di atas garis tren naik. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di sekitar area 159,00–159,40 setelah sempat terkoreksi, namun tetap bertahan di atas support penting di 158,20. Selama level ini tidak ditembus, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance di 160,00 hingga 160,45.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1570. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.1615, kemudian 1.1640, hingga 1.1680.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.1580. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.1530. Jika level ini berhasil ditembus, penurunan diperkirakan berlanjut menuju area support berikutnya di kisaran 1.1505 hingga 1.1480.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai EUR/USD masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1780. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance di 1.1855, kemudian 1.1880, hingga 1.1900.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 1.1810. Selama harga bergerak dan bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut untuk menguji area support 1.1775, diikuti 1.1760, hingga 1.1745.
Dari sisi teknikal, analis Trading Central menilai EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1840. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka menuju area support 1.1770 hingga 1.1720.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1600. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 1.1640. Jika harga mampu menembus area ini, kenaikan lanjutan berpeluang mengarah ke resistance berikutnya di kisaran 1.1660–1.1675.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi pengujian area support 1.1660 hingga 1.1620.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1635. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 1.1680 hingga 1.1720.
