Dolar AS Menguat terhadap seluruh mata uang utama pada hari Kamis. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,26% dan mendekati level 100,00. Harga minyak melonjak 3% setelah laporan larangan kapal di Selat Hormuz mencuat ke publik. Emas dan perak justru melemah pada hari yang sama.
Data Tenaga Kerja AS Menopang Penguatan Dolar
Data ketenagakerjaan positif menopang Dolar sepanjang sesi perdagangan. Klaim Pengangguran Awal turun ke 199 ribu, jauh di bawah prediksi pasar. Challenger Job Cuts mencapai 33.429 pada Juli, level terendah dalam dua tahun terakhir. Pelaku pasar memilih memangkas risiko menjelang rilis Non-Farm Payrolls. Pilihan itu jatuh pada pembelian Dolar AS.
Harga Minyak dan Logam Mulia Bergerak Berlawanan Arah
Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3% ke level $77 per barel. Laporan menyebutkan bahwa Iran akan melarang kapal-kapal yang terkait dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara lain yang Teheran anggap sebagai musuh untuk melintasi Selat Hormuz dalam kesepakatan yang diusulkan. Harga Emas turun 0,09% ke $4.243 setelah sempat menyentuh kembali level $4.300. Perak melemah 0,84% ke $62.
Dolar AS Menguat Tekan Euro, Poundsterling, dan Aussie
Dolar AS Menguat membuat sejumlah mata uang utama tertekan sepanjang sesi Kamis. EUR/USD turun 0,27% mendekati level 1,1500. Pasangan ini menghapus sebagian besar pemulihan yang sempat terjadi awal pekan. GBP/USD melemah tipis 0,11% ke 1,3450 dan masih terjebak dalam kisaran yang sama sepanjang minggu. USD/JPY justru naik 0,39% mendekati 158,40. Pasangan ini menjadi salah satu pergerakan terbesar pada sesi ini, melanjutkan pemulihan dari level terendah pasca-intervensi pekan lalu. Saat dolar AS menguat, AUD/USD tergelincir 0,36% ke 0,7030 karena kenaikan harga minyak tidak memberi dukungan bagi Aussie. Data perdagangan China yang akan dirilis turut membebani sentimen.
Wall Street Melemah Akibat Kekhawatiran Suku Bunga
Indeks saham AS melemah pada penutupan perdagangan hari Kamis. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran baru bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga bulan depan. S&P 500 turun 0,2%, Nasdaq 100 tergelincir 0,4%, dan Dow Jones anjlok 464 poin. Imbal hasil obligasi naik seiring kenaikan harga bahan bakar grosir. Investor mengevaluasi ulang prospek pemulihan jalur pelayaran di Hormuz. Laporan menyebutkan Iran berencana melarang kapal AS dan Israel melintasi jalur tersebut, serta mewajibkan kompensasi dari negara yang dianggapnya bermusuhan sebelum mengizinkan kapal melintas.
Pernyataan hawkish dari anggota FOMC turut memperkuat sentimen ini. Laporan menyebutkan Ketua The Fed, Warsh, bersedia menaikkan suku bunga apabila inflasi kembali meningkat. Saham sektor keuangan ikut melemah, dengan JPMorgan turun 0,8% dan Morgan Stanley anjlok 2,1%. Saham teknologi yang sensitif terhadap kredit juga mayoritas melemah, termasuk Alphabet yang turun 1,3%. Western Digital ambruk 13% setelah memberikan panduan kinerja yang mengecewakan pasar. Sandisk turun 6,8% menyusul hasil kinerja yang gagal memenuhi ekspektasi. Di sisi lain, saham SpaceX melonjak 6,1% setelah saham senilai $101 miliar keluar dari masa lock-up pasca-IPO.
Fokus Pasar Hari Ini: Data Tenaga Kerja AS
Pasar Jumat ini akan diramaikan sejumlah data ekonomi penting. China membuka sesi dengan data neraca perdagangan Juli. Eropa merilis Produksi Industri Jerman. Ekonom memperkirakan angka ini naik 0,1% secara bulanan pada Juni, turun tajam dari 0,9% sebelumnya. Pasar juga memperkirakan Neraca Perdagangan Jerman mencapai €17,4 miliar, turun dari €19,1 miliar.
Di Amerika Serikat, laporan Non-Farm Payrolls menjadi sorotan utama hari ini. Konsensus pasar memperkirakan penambahan 80 ribu pekerjaan, naik dari 57 ribu pada Juni. Pasar memperkirakan tingkat pengangguran stabil di 4,2%, sementara upah rata-rata per jam diproyeksikan naik 0,3% secara bulanan dan 3,5% secara tahunan. Pelaku pasar paling menantikan angka upah ini.
Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook, menyatakan pada hari Rabu bahwa dirinya terbuka terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga untuk mengatasi inflasi yang menurutnya masih terlalu tinggi. Data upah yang kuat berpotensi memberi dampak lebih besar bagi Dolar dibandingkan angka payrolls semata.
Kanada turut merilis data ketenagakerjaan hari ini. Pasar memperkirakan Perubahan Bersih Lapangan Kerja mencapai 15 ribu, turun dari 18,2 ribu sebelumnya. Pasar juga memperkirakan tingkat pengangguran Kanada bertahan di 6,5%.
Prospek Harga Emas Jumat | 07 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan perubahan sentimen menjadi bullish setelah berhasil menembus area konsolidasi yang cukup lebar sekaligus menembus resistance 4.203, sehingga level tersebut kini beralih menjadi support terdekat. Meski harga sempat terkoreksi setelah tertahan di resistance 4.307, selama mampu bertahan di atas support 4.203 peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.276, kemudian 4.307, hingga 4.362.
Namun, jika harga kembali turun dan menembus 4.203, maka potensi koreksi dapat berlanjut menuju support berikutnya di 4.166 hingga 4.141. RSI yang masih berada di atas level 50 turut mengindikasikan momentum bullish masih terjaga meskipun mulai mengalami pelemahan setelah reli yang cukup tajam.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.276 R2 4.307 R3 4.362
S1 4.203 S2 4.166 S3 4.141
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.230 |
| Profit Target Level | 4.275 |
| Stop Loss Level | 4.200 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.275 |
| Profit Target Level | 4.230 |
| Stop Loss Level | 4.310 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 17 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil rebound dari support 74,16 dan menembus resistance 76,63, sehingga level tersebut kini beralih fungsi menjadi support terdekat. Meski demikian, kenaikan selanjutnya akan menghadapi ujian di resistance 79,54 yang berdekatan dengan SMA 50. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan akan terbuka menuju resistance 81,34 hingga 82,26 sekaligus berupaya menutup gap yang masih terbuka.
Sebaliknya, jika kembali gagal melewati resistance 79,54, harga berpotensi terkoreksi untuk menguji kembali support 76,63, dengan support berikutnya berada di 74,16 dan 73,06. Sementara itu, RSI yang bergerak di sekitar level 50 menunjukkan momentum mulai membaik, namun masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut untuk mengindikasikan perubahan tren menjadi bullish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 79,54 R2 81,34 R3 82,26
S1 76,63 S2 74,16 S3 73,06
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 77,00 |
| Profit Target Level | 79,00 |
| Stop Loss Level | 75,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 79,50 |
| Profit Target Level | 78,00 |
| Stop Loss Level | 80,50 |
Baca analisa sebelumnya: Harga Emas Naik 4% usai Data Tenaga Kerja AS Lemah
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 berhasil mengonfirmasi breakout dari fase konsolidasi lebar setelah menembus resistance 4.141, 4.166, hingga 4.203 yang menjadi batas atas area sideways. Breakout tersebut sekaligus menegaskan perubahan struktur pasar menjadi bullish, didukung oleh posisi harga yang bergerak jauh di atas SMA 50.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah penurunan tajam membawa harga membentuk low baru di 74,16. Setelah menyentuh level tersebut, harga sempat mencoba rebound, namun kenaikannya tertahan di area resistance 76,63–77,75 yang sebelumnya merupakan support dan kini telah beralih menjadi resistance.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya terkoreksi tajam dan kini diperdagangkan di sekitar area SMA 50 yang mulai bergerak mendatar. Selama beberapa sesi terakhir, harga terlihat bergerak sideways dalam kisaran sempit, menandakan pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.019, peluang penguatan masih terbuka dengan target menguji resistance 4.116, kemudian 4.141 hingga 4.166.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah rebound yang terjadi sebelumnya gagal menutup gap dan kenaikannya tertahan di area SMA 50. Tekanan jual kemudian kembali mendominasi sehingga harga turun tajam dengan menembus support 81,17, 79,54, dan 77,75 yang kini beralih menjadi area resistance.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias bearish setelah kembali gagal menembus area resistance 4.080–4.116. Harga saat ini juga bergerak di sekitar hingga sedikit di bawah SMA 50, yang menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan selama belum mampu kembali bertahan di atas indikator tersebut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area SMA 50 dan kembali bergerak di bawah resistance 82,96. Harga juga belum mampu menutup gap di kisaran 81,17–84,82, sehingga area tersebut tetap menjadi resistance yang kuat dalam jangka pendek.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bergerak sideways setelah beberapa kali gagal menembus resistance 4.116 hingga 4.141. Harga saat ini kembali berada di sekitar area SMA 50 yang berada di kisaran 4.064, sehingga level ini menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Selama harga masih bertahan di bawah SMA 50 dan resistance 4.116, peluang konsolidasi dengan kecenderungan bearish masih terbuka untuk menguji support 4.027 hingga 3.995.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 kembali berada di bawah SMA 50 setelah mengalami penurunan tajam yang sekaligus membentuk gap bearish di kisaran 81,22 hingga 84,53. Kegagalan harga bertahan di atas area SMA 50 mengindikasikan tekanan jual masih cukup dominan, sehingga selama harga bergerak di bawah resistance 84,82 hingga 85,89, kecenderungan masih bearish dengan peluang melanjutkan pelemahan untuk menguji support 79,54, kemudian 77,75 hingga 76,02.
Pergerakan emas pada time frame H4 sempat melanjutkan penguatannya hingga menguji resistance 4.116. Namun, tekanan jual yang muncul dari area tersebut mendorong harga terkoreksi hingga kembali bergerak di bawah SMA 50 yang berdekatan dengan support 4.060. Koreksi tersebut bahkan sempat membawa harga membentuk low harian di level 4.027 sebelum akhirnya kembali mendapat dorongan beli.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya berada dalam tren bullish yang kuat hingga mencapai puncak di level 93.43. Namun setelah gagal mempertahankan kenaikannya, harga mengalami koreksi tajam hingga menyentuh support 77.88. Dari level tersebut, harga berhasil rebound dengan cukup kuat, tetapi penguatan mulai kehilangan momentum setelah mendekati gap di kisaran 85.89–87.27 yang kini berubah menjadi area resistance.
Pergerakan emas pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan tren setelah sebelumnya berada dalam tekanan bearish yang membawa harga turun hingga menyentuh support 3.995. Dari area tersebut, harga bangkit dengan reli yang cukup kuat hingga berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berada di kisaran 4.060. Penguatan tersebut bahkan sempat membawa harga menguji resistance 4.116 yang juga menjadi level tertinggi dalam pergerakan terbaru.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya berada dalam tren bullish yang kuat hingga berhasil mencapai puncak di level 93.43. Namun, setelah gagal mempertahankan penguatannya, harga mengalami koreksi tajam yang membawa US Oil turun hingga menyentuh support 77.88. Dari area tersebut, harga mulai bangkit dan mencatatkan rebound yang cukup signifikan hingga mencoba menutup gap di kisaran 85.89–87.27, yang kini menjadi area resistance utama.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah kembali gagal menembus resistance 4.060 yang bertepatan dengan area SMA 50. Penolakan di area tersebut mendorong harga kembali melemah dan kini bergerak di bawah SMA 50, sehingga mengindikasikan momentum jual masih cukup dominan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase koreksi setelah pada perdagangan sebelumnya turun tajam dengan membentuk gap sekaligus menembus ke bawah SMA 50. Penurunan tersebut bahkan sempat membawa harga menembus support 81,22, kemudian 79,54, sebelum akhirnya menemukan tekanan beli di area support 77,88. Pada perdagangan hari ini, harga mulai bangkit dari zona support tersebut dan berusaha kembali menguji area SMA 50 yang berada di kisaran 83,88. Area ini akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance 4.116. Koreksi yang terjadi saat ini membawa harga mendekati support 4.042 yang bertepatan dengan area SMA 50 sekaligus menutup gap yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya, sehingga level tersebut menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 92,38. Tekanan jual yang cukup kuat disertai terbentuknya gap di kisaran 85,89–87,27 yang hingga saat ini masih belum tertutup. Koreksi tersebut juga telah mendorong harga bergerak di bawah SMA 50 yang berada di level 83,88, sehingga area tersebut kini menjadi resistance terdekat sekaligus penentu arah pergerakan berikutnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan upaya melanjutkan tren bullish setelah sebelumnya sempat terkoreksi menembus support 4.042 yang berdekatan dengan SMA 50 hingga menguji support 4.019. Namun, tekanan jual tidak berlanjut karena harga kembali berhasil bergerak di atas level 4.042. Pada awal perdagangan hari ini, emas dibuka dengan pembentukan gap di kisaran 4.050–4.085 dan melanjutkan kenaikan hingga mendekati resistance 4.104.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, namun pada perdagangan hari ini harga mengalami koreksi tajam dengan membentuk gap di kisaran 88,13–83,09. Koreksi tersebut sempat mendorong harga turun menembus SMA 50 yang berada di sekitar 83,88, tetapi tekanan jual tidak berlanjut sehingga harga kembali mampu bertahan di atas area tersebut. Ke depan, SMA 50 akan menjadi level kunci yang menentukan arah tren berikutnya.
