Market Summary
Peluang trading GBP/JPY kembali terbuka setelah pound sterling menghentikan pelemahan tiga hari beruntun terhadap yen Jepang. Pasangan mata uang ini rebound ke level 218,55 pada sesi Eropa hari Selasa. Data tenaga kerja Inggris yang solid mendorong minat beli terhadap GBP/JPY.
Data Tenaga Kerja Inggris Dorong Penguatan GBP/JPY
Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) mencatat penambahan 147 ribu lapangan kerja baru untuk periode tiga bulan hingga Mei. Angka ini melampaui capaian sebelumnya sebesar 100 ribu. Tingkat pengangguran versi ILO bertahan di 4,9%, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 5%.
Pertumbuhan upah tanpa bonus stabil di 3,4% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar. Namun pertumbuhan upah termasuk bonus justru melambat ke 4,3% dari 4,4% sebelumnya, meleset dari perkiraan 4,5%. Sinyal perlambatan upah ini turut membuka peluang trading GBP/JPY karena pasar membaca kondisi tersebut sebagai tanda tekanan inflasi mereda.
Prospek Suku Bunga Bank of England Setelah Data Upah
Perlambatan upah mengurangi kekhawatiran pasar soal kenaikan suku bunga BoE dalam waktu dekat. Investor kini menanti data inflasi konsumen Inggris untuk Juni yang terbit Rabu besok. Inflasi utama dan inti diperkirakan turun ke 2,7% dan 2,5% secara tahunan.
Data inflasi ini akan menjadi penentu arah kebijakan moneter BoE selanjutnya. Trader bisa memanfaatkan momentum ini sebagai bagian dari strategi peluang trading GBP/JPY jangka pendek.
Ketidakpastian Politik Bayangi Sterling
Anggota parlemen Inggris Darren Jones, sekutu mantan Perdana Menteri Keir Starmer, mempertanyakan sumber pendanaan pemotongan pajak energi yang dijanjikan PM baru Andy Burnham. Jones menulis di platform X: “Pemerintah harus menjelaskan cara membiayai kebijakan barunya pada saat penyusunan anggaran.”
PM Andy Burnham dalam pidato pertamanya hari Senin berjanji menghapus pajak pertambahan nilai (VAT) untuk tagihan listrik rumah tangga mulai 1 Oktober. Langkah ini memangkas sekitar £45 dari tagihan tahunan rata-rata sebesar £1.862. Burnham menyampaikan, “Kami mengambil langkah cepat memangkas pajak tagihan energi, menambah uang di kantong masyarakat, dan mengembalikan harapan.”
Burnham menambahkan bahwa pemerintah akan menutup biaya pemotongan pajak ini lewat anggaran program identitas digital senilai £1,8 miliar yang kini dibatalkan.
Yen Jepang Tertekan Ketergantungan Impor Minyak
Pelaku pasar juga menanti data inflasi nasional Jepang untuk Juni yang terbit Jumat mendatang. Inflasi inti nasional diperkirakan naik ke 1,6% secara tahunan dari 1,4% pada Mei.
Jepang masih sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Kondisi ini membuat yen rentan terhadap gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak. Otoritas Tokyo belum menunjukkan langkah intervensi yang tegas untuk menopang yen, sementara pasar masih menunggu data intervensi resmi akhir bulan ini.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan pada sesi perdagangan Asia hari Selasa bahwa pemerintah akan mengarahkan kebijakan ekonomi dan fiskal dengan tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal. Takaichi menegaskan, “Pemerintah fokus menjaga kepercayaan pasar dan menargetkan pertumbuhan riil di atas 1% serta pertumbuhan nominal 3% secepat mungkin, dengan ambisi mengejar pertumbuhan lebih tinggi ke depan.”
Peluang Trading GBP/JPY ke Depan
Kombinasi data tenaga kerja Inggris yang kuat dan yen yang lemah membuka ruang penguatan lanjutan bagi GBP/JPY. Trader perlu mencermati rilis inflasi Inggris hari Rabu dan inflasi Jepang hari Jumat sebagai katalis utama pergerakan pasar.
Peluang trading GBP/JPY akan sangat bergantung pada arah data inflasi kedua negara. Jika inflasi Inggris turun sesuai ekspektasi, sterling berpotensi tertekan kembali. Sebaliknya, jika inflasi Jepang naik tajam, yen bisa menguat dan membatasi laju kenaikan GBP/JPY.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/JPY pada time frame H4 masih berpotensi melanjutkan tren bullish dengan level pivot di 218,118. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 219,361, kemudian 219,677, hingga 219,994.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga turun dan menembus level pivot 218,118, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga membuka peluang penurunan menuju area support di 217,587 hingga 217,271.
Resistance 1: 219,361 Resistance 2: 219,677 Resistance 3: 219,994
Support1: 218,118 Support 2: 217,587 Support 3: 217,271
Baca juga: Peluang Trading USD/CAD Jelang Data Inflasi Kanada
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan GBP/JPY pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 212,499. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 213,785, kemudian 214,059, dan berlanjut ke 214,333.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/JPY masih berpotensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 214.88. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 215.94. Jika level ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 216.23 hingga 216.52.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/JPY masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 215,02. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 216,12, kemudian 216,42, hingga 216,71.
