Peluang Trading USD/JPY Setelah Keputusan BoJ
Peluang trading USD/JPY kembali terbuka setelah Bank of Japan (BoJ) pada Jumat lalu mempertahankan suku bunga di level 0,5% sekaligus mengumumkan rencana menjual kepemilikan aset berisiko. Keputusan ini memicu volatilitas yen terhadap dolar AS dan menjadi sorotan utama pelaku pasar menjelang rapat BoJ berikutnya.
BoJ Pertahankan Suku Bunga, Mulai Jual Aset Berisiko
Bank of Japan (BoJ) pada Jumat lalu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek di level 0,5%, namun secara mengejutkan mengumumkan rencana untuk menjual kepemilikan aset berisiko seperti ETF dan REIT. Keputusan ini dianggap sebagai langkah lanjutan dalam mengurangi jejak kebijakan stimulus besar-besaran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Meskipun kebijakan bunga tidak berubah, dua anggota dewan BoJ memilih untuk menaikkan suku bunga ke 0,75%. Dissenting vote yang jarang terjadi ini memberi sinyal bahwa peluang kenaikan suku bunga ke depan semakin terbuka.
Respons Pasar: Yen Menguat Tipis Lawan Dolar
Pasca pengumuman tersebut, yen sempat menguat signifikan terhadap dolar AS sebelum akhirnya melemah kembali. Pada sesi terakhir perdagangan, USD/JPY bergerak di sekitar 147,90, atau naik tipis 0,1% dibandingkan level sebelumnya.
Pergerakan volatil ini mencerminkan ketidakpastian pasar, terutama karena keputusan BoJ hadir hanya beberapa hari setelah Federal Reserve memangkas suku bunganya. Kombinasi kebijakan dua bank sentral besar ini membuka peluang pergerakan signifikan pada pasangan mata uang USD/JPY.
Inflasi dan Risiko Tarif AS Jadi Pertimbangan BoJ
Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa inflasi inti Jepang mendekati target 2%, meskipun masih sedikit di bawahnya. BoJ tetap berhati-hati, mengingat risiko dari tarif impor AS terhadap perekonomian Jepang dan potensi dampaknya terhadap inflasi.
Data terbaru menunjukkan inflasi harga pangan masih dalam ekspektasi, namun jika berlanjut, bisa mengerek ekspektasi inflasi dan menekan daya beli masyarakat. BoJ juga menyoroti bahwa profit korporasi masih cukup solid meski ekspor mulai melambat akibat tarif AS.
Peluang Trading USD/JPY ke Depan
Dengan dua suara berbeda di dewan BoJ, pasar kini melihat pertemuan BoJ pada 30 Oktober sebagai “live meeting” dengan peluang lebih besar untuk kenaikan suku bunga. Hal ini bisa menjadi katalis penguatan yen jika benar-benar terjadi.
Di sisi lain, dolar AS masih ditopang oleh kuatnya permintaan aset berdenominasi dolar, meski The Fed diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Tekanan tarik-menarik antara kebijakan Fed dan BoJ inilah yang membuka peluang besar bagi trader untuk memanfaatkan volatilitas USD/JPY.
Kesimpulan
Keputusan BoJ menahan suku bunga namun mulai melepas aset berisiko memicu pergerakan dinamis yen terhadap dolar AS. Dengan ketidakpastian inflasi, tarif AS, serta arah kebijakan moneter global, peluang trading USD/JPY semakin terbuka lebar. Trader disarankan mencermati perkembangan menjelang pertemuan BoJ berikutnya di akhir Oktober.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih berpotensi bullish, dengan level pivot di 147.00. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan berlanjut untuk menguji area resistance di 148.25–148.10.
Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah 147.00, maka potensi pelemahan bisa terjadi dengan target menuju area support 146.50–146.15.
Resistance 1: 148.25 Resistance 2: 148.75 Resistance 3: 149.10
Support1: 147.00 Support 2: 146.50 Support 3: 146.15
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.3570. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan diperkirakan berlanjut untuk menguji area support 1.3570–1.3520.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.673. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan bisa berlanjut untuk menguji area support terdekat di 3.657. Jika support ini ditembus, tekanan jual berpeluang mendorong harga lebih rendah ke area 3.640–3.625.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga masih berada dalam tren naik yang kuat ditopang oleh pergerakan di atas SMA 50, namun saat ini bergerak mendekati area jenuh beli dengan RSI di kisaran 70 sehingga potensi koreksi jangka pendek bisa muncul.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga berhasil menembus trenline turun dan kini bergerak di atas SMA 50, menunjukkan potensi perubahan arah menjadi bullish. RSI berada di kisaran 62 yang masih memberi ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih berpotensi bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3805. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka, dengan support terdekat di 1.3760. Jika support ini berhasil ditembus, maka penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3720–1.3700.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih berpotensi melanjutkan tren bullish dengan pivot level di 1.3555. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance di 1.3606. Jika resistance tersebut berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di 1.3620–1.3640.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan EUR/USD di time frame H4 masih berpotensi melanjutkan tren bullish. Level pivot terlihat di 1.1705. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Target kenaikan selanjutnya ada di area resistance 1.1760–1.1800.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 62,50. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan diperkirakan berlanjut untuk menguji area resistance di 63,70–64,80.
Analisis teknikal Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 1.1740. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan diperkirakan berlanjut untuk menguji area resistance di 1.1790–1.1830.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 1.3525. Selama harga bergerak di bawah level ini, potensi penurunan diperkirakan berlanjut untuk menguji area support di 1.3460–1.3415.
