Market Summary
Peluang Trading US Oil kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai pulih. Meski ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, pasar kini lebih fokus pada meningkatnya pasokan minyak global. Kondisi tersebut membuat harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan pelemahan dan membuka peluang pergerakan baru bagi trader.
Harga WTI pada Jumat diperdagangkan di sekitar US$69,00 per barel, menjadi level terendah sejak 27 Februari. Dalam beberapa pekan terakhir, harga telah terkoreksi lebih dari 30% dari puncaknya pada akhir Mei. Penurunan tajam ini menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai berkurang seiring membaiknya arus distribusi minyak dari kawasan Teluk.
Reopening Selat Hormuz Mendorong Kenaikan Pasokan
Faktor utama yang menekan harga minyak berasal dari kembali normalnya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menyatakan bahwa volume minyak yang melintasi jalur strategis tersebut telah kembali ke level sebelum konflik. Sekitar 20 juta barel minyak tercatat melewati Selat Hormuz dalam satu hari, mencerminkan pemulihan yang cukup cepat.
Selain itu, produksi minyak dari negara-negara Teluk juga terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Amerika Serikat juga menyebut ekspor minyak Venezuela mengalami kenaikan signifikan dan berpotensi meningkat dua kali lipat hingga akhir masa pemerintahan Presiden Donald Trump pada 2029. Di sisi lain, pelonggaran sementara terhadap ekspor minyak Iran selama masa gencatan senjata turut menambah ekspektasi bertambahnya suplai global.
Kombinasi berbagai faktor tersebut memperbesar peluang pengisian kembali cadangan minyak dunia yang sempat menyusut selama konflik berlangsung.
Risiko Geopolitik Masih Membayangi Pasar
Walaupun distribusi minyak mulai membaik, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Pada perdagangan Jumat, harga Brent sempat melemah di bawah US$74 per barel setelah investor mengevaluasi meningkatnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, sebuah kapal dilaporkan terkena proyektil di lepas pantai Oman. Insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan jalur pelayaran dan kemungkinan meningkatnya pengaruh Iran terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut. Bahkan, beberapa kapal dagang memilih berbalik arah sehingga sempat mengganggu proses normalisasi distribusi minyak.
Meski demikian, arus pengiriman minyak dari Teluk Persia tetap menjadi yang tercepat sejak konflik dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku industri masih mampu menjaga kelancaran pasokan walaupun menghadapi tantangan logistik dan keterbatasan kapal tanker.
Penguatan Dolar AS Menambah Tekanan Harga Minyak
Selain faktor pasokan, pergerakan dolar AS juga menjadi perhatian pasar energi. Indeks dolar bertahan di sekitar 101,5 setelah sebelumnya melemah menyusul rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang sesuai ekspektasi.
Walaupun tekanan inflasi mulai mereda, pasar masih memperkirakan Federal Reserve berpeluang kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80%, sementara peluang kenaikan pada September berada di kisaran 63%.
Prospek suku bunga yang tetap tinggi berpotensi menjaga kekuatan dolar AS. Kondisi tersebut biasanya memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak karena komoditas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar.
Prospek dan Peluang Trading US Oil
Peluang Trading US Oil dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu perkembangan pasokan global dan situasi geopolitik di Timur Tengah. Selama distribusi minyak melalui Selat Hormuz terus membaik dan produksi negara-negara Teluk meningkat, tekanan terhadap harga minyak masih berpotensi berlanjut.
Namun, trader tetap perlu mewaspadai setiap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran maupun potensi gangguan keamanan di kawasan Teluk Persia. Peristiwa tersebut dapat memicu volatilitas tinggi dan mengubah sentimen pasar dalam waktu singkat.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa US Oil masih berpotensi melanjutkan tren bearish pada time frame H4, dengan pivot berada di level 70,90. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi, dengan target penurunan menuju support terdekat di 68,60. Jika level support tersebut berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support berikutnya di 67,50 hingga 66,50.
Sebagai alternatif skenario, apabila harga mampu berbalik naik dan menembus 70,90, momentum bullish berpeluang mendorong kenaikan menuju area resistance di 71,55, sebelum melanjutkan penguatan ke 72,50.
Resistance 1: 70,90 Resistance 2: 71,55 Resistance 3: 72,50
Support1: 68,60 Support 2: 67,50 Support 3: 66,50
Baca juga: Peluang Trading Emas Jelang Data PCE AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.020. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target support terdekat di 3.940. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 3.900 hingga 3.820.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 0.6940. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan target support terdekat di 0.6880. Jika support ini berhasil ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 0.6860 dan 0.6840.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3275. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 1.3200. Jika level ini berhasil ditembus, penurunan selanjutnya berpeluang mengarah ke area support 1.3160 hingga 1.3125.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 65,00. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance terdekat di 67,00. Jika berhasil menembus area tersebut, silver berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji resistance berikutnya di 68,50 hingga 69,80.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan GBP/JPY pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 212,499. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 213,785, kemudian 214,059, dan berlanjut ke 214,333.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 1.3305. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 1.3210. Jika support ini berhasil ditembus, penurunan berikutnya berpeluang mengarah ke area support 1.3160 hingga 1.3120.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai silver pada time frame H4 masih bergerak dalam tren bullish. Level pivot berada di 68,95. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target resistance terdekat berada di 71,25. Jika berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke 72,50 dan 73,40.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai AUD/USD masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada time frame H4 dengan level pivot berada di 0.7040. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 0.7090, kemudian 0.7120, hingga 0.7145.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 81,70. Saat ini harga sedang menguji area support penting di 78,50. Jika berhasil ditembus secara valid, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 76,50 hingga 74,40.
