Market Summary
Silver turun di bawah $70 per ounce pada perdagangan Kamis, setelah sebelumnya sempat menguat. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian konflik antara AS dan Iran yang terus memanas.
AS mengklaim negosiasi masih berjalan dan telah mengirim proposal 15 poin melalui Pakistan. Namun, Iran menolak untuk bernegosiasi dan mengajukan syarat sendiri, termasuk kendali atas Selat Hormuz. Situasi makin tegang setelah AS mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah, memicu kekhawatiran eskalasi konflik.
Lonjakan Energi dan Sentimen Hawkish Tekan Silver
Kenaikan harga energi akibat gangguan pasokan dari kawasan konflik mendorong kekhawatiran inflasi. Hal ini membuat bank sentral global cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi silver karena aset ini tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, minat investor terhadap logam mulia ini menurun dan memperkuat tren silver turun.
Dolar Menguat Jadi Faktor Penekan
Indeks dolar AS bertahan di kisaran 99,6 setelah mengalami penguatan. Permintaan terhadap dolar meningkat sebagai safe haven di tengah ketidakpastian global.
Penguatan dolar membuat harga silver semakin tertekan karena menjadi lebih mahal bagi investor luar AS. Ini memperbesar peluang silver turun dalam jangka pendek.
Pasar Menanti Data Jobless Claims AS
Fokus pasar kini tertuju pada data Jobless Claims AS yang akan dirilis:
- Forecast: 211K
- Previous: 205K
Jika angka klaim pengangguran lebih tinggi dari perkiraan, ini bisa menekan dolar dan memberi ruang rebound bagi silver. Sebaliknya, jika data lebih kuat, tekanan terhadap silver kemungkinan berlanjut.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver masih cenderung melemah pada time frame H4, dengan level pivot di 70,30. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 66,10, kemudian 64,74 hingga 62,30.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil bergerak naik menembus level 70,30, maka potensi kenaikan dapat berlanjut untuk menguji area resistance di 72,10 hingga 73,30.
Resistance 1: 70,30 Resistance 2: 72,10 Resistance 3: 73,30
Support1: 66,10 Support 2: 64,75 Support 3: 62,30
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan XAU/USD pada grafik H4 masih berada dalam tren turun setelah serangkaian penembusan support penting. Harga sempat mencetak low di 4.099 lalu rebound, namun kenaikan tersebut tertahan kuat di resistance 4.600, yang menunjukkan area ini sebagai supply utama.
Pergerakan US Oil (WTI) pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga jatuh tajam dari area di atas 100 dan menembus SMA serta support penting. Saat ini harga bergerak sideways dalam fase konsolidasi di bawah resistance 92.09–94.71, menandakan pasar sedang menunggu katalis baru setelah penurunan kuat sebelumnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.3435. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji support 1.3330, kemudian 1.3300, hingga 1.3260.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan adanya rebound yang cukup kuat setelah menyentuh area support 4.099 – 4.223, dengan harga kini sudah kembali dan bertahan di atas level 4.351. Kenaikan ini membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.600 hingga 4.726. Selama harga mampu bertahan di atas 4.351, momentum bullish jangka pendek masih terjaga, apalagi RSI juga mulai bergerak naik dari area rendah yang menandakan pemulihan momentum.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam dari area 101,20, di mana harga sempat menyentuh support 84,40 sebelum akhirnya memantul naik. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 92,09 hingga 94,71, yang kini menjadi zona kunci penentu arah berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1570. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.1615, kemudian 1.1640, hingga 1.1680.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun tajam hingga membentuk low baru di kisaran 4.099, lalu mengalami rebound dan kini bertahan di atas support 4.351. Bertahannya harga di atas level ini membuka peluang koreksi naik untuk menguji resistance di 4.600 hingga 4.726. Dari sisi indikator, RSI terlihat mulai naik dari area oversold dan kini berada di sekitar level 30–40, mengindikasikan adanya momentum rebound meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat bergerak dalam fase sideways di area 92,09 hingga 101,20, namun tekanan jual kembali muncul setelah harga gagal bertahan di atas resistance tersebut. Penurunan tajam terbaru membawa harga turun menembus area SMA 50, yang kini mulai mendatar hingga cenderung berbalik arah, mengindikasikan melemahnya momentum bullish sebelumnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.380. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 4.098, kemudian 4.000, hingga 3.890.
