Inflasi PCE AS melandai pada Agustus dan memberi sinyal tekanan harga yang lebih moderat. Data tersebut mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi ini sempat menekan dolar AS setelah indeks dolar mendekati level 101,50.
Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan
Data terbaru menunjukkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3% secara bulanan pada Agustus. Angka itu berada di bawah perkiraan 0,4%. Pada Juli, kenaikan PCE direvisi menjadi 0,1%.
PCE inti, yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, naik 0,2%. Angka tersebut juga lebih rendah dari perkiraan 0,3%. Secara tahunan, inflasi PCE berada di 3,4%, sementara PCE inti mencapai 3,0%.
Data ini memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tanpa tekanan besar untuk kembali mengetatkan kebijakan dalam waktu dekat. Namun, belanja konsumen AS tetap kuat. Pengeluaran konsumsi pribadi meningkat 0,9% pada Agustus.
Dolar AS Masih Mendapat Dukungan
Dolar AS tetap mencatat pemulihan mingguan meski inflasi PCE AS berada di bawah perkiraan. Indeks Dolar AS kembali menguji area 101,50. Kenaikan imbal hasil Treasury AS masih menjadi salah satu faktor pendukung pergerakan dolar.
Pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi AS. Initial Jobless Claims, Challenger Job Cuts, ISM Manufacturing, final S&P Global Manufacturing PMI, dan Construction Spending akan menjadi perhatian. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve.
Sejumlah pejabat Federal Reserve juga dijadwalkan berbicara, termasuk Neel Kashkari, Thomas Barkin, Susan Collins, Jeffrey Schmid, dan John Williams. Pernyataan mereka dapat memberi petunjuk mengenai pandangan terhadap inflasi dan kebijakan moneter. Kalender Federal Reserve juga mencatat sejumlah agenda pidato pejabat bank sentral pada 1 Oktober.
Pergerakan Euro dan Pound
EUR/USD masih mempertahankan bias bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan menuju 1,1380. Pasangan tersebut kembali bergerak di area 1,1340–1,1330. Pasar Eropa akan mencermati final S&P Global Manufacturing PMI Jerman dan zona euro serta data tingkat pengangguran.
GBP/USD sempat naik melewati 1,3300 sebelum kembali turun menuju 1,3260. Data utama Inggris yang menjadi perhatian adalah final S&P Global Manufacturing PMI.
Sementara itu, USD/JPY bergerak di area 157,00 dan masih menunjukkan pola pergerakan yang relatif terbatas. Investor akan mencermati Summary of Opinions Bank of Japan, final S&P Global Manufacturing PMI, data investasi obligasi asing, dan Tankan.
Minyak dan Emas Ikut Menjadi Perhatian
Harga minyak WTI kembali menguat dan sempat mendekati US$92 per barel. Pergerakan tersebut mendapat dukungan dari belum adanya perkembangan berarti dalam konflik AS-Iran serta penurunan persediaan minyak AS.
Emas sempat naik melewati US$4.200 per troy ounce setelah data inflasi AS dirilis. Namun, harga kemudian turun menuju area US$4.150 karena dolar AS kembali menguat dan imbal hasil Treasury bergerak naik.
Wall Street Bergerak Beragam
Bursa saham AS berakhir beragam pada Rabu. S&P 500 turun 0,2%, sedangkan Dow Jones melemah 444 poin. Nasdaq justru naik 0,2%.
Kenaikan harga minyak dan imbal hasil Treasury yang tinggi menekan saham sektor keuangan dan sejumlah saham industri. Investor juga masih mencermati risiko inflasi yang berasal dari kenaikan harga energi.
Di sisi lain, sejumlah saham teknologi menguat menjelang laporan keuangan Micron. Alphabet naik 0,9%, Microsoft bertambah 0,8%, Nvidia naik 0,5%, dan Intel menguat 3,7%.
Inflasi PCE AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat pasar mengurangi sebagian ekspektasi terhadap pengetatan tambahan Federal Reserve. Namun, arah dolar tetap bergantung pada data ekonomi berikutnya, perkembangan imbal hasil Treasury, serta pernyataan para pejabat Fed.
Prospek Harga Emas Kamis | 01 Oktober 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Harga sebelumnya sempat rebound dari area support 4.110–4.142, tetapi penguatan tersebut belum mampu membawa harga bertahan di atas SMA 50. Setelah kembali tertahan, harga turun lagi dan kini sedang menguji support 4.142. RSI(14) berada di 38,89, menunjukkan momentum masih cenderung bearish.
Jika 4.142 mampu bertahan, harga berpeluang kembali rebound menuju 4.219. Jika mampu menembus level tersebut, penguatan berikutnya dapat mengarah ke 4.280 dan 4.316. Namun, jika harga menembus 4.142 ke bawah, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju 4.110 dan 4.081. Selama harga belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas SMA 50, rebound masih berpotensi menjadi koreksi dalam tren bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.219 R2 4.280 R3 4.316
S1 4.142 S2 4.110 S3 4.081
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.145 |
| Profit Target Level | 4.210 |
| Stop Loss Level | 4.100 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.215 |
| Profit Target Level | 4.160 |
| Stop Loss Level | 4.240 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 01 Oktober 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai mengarah turun, sementara RSI(14) berada di 41,40, menandakan momentum masih cenderung bearish meski belum memasuki area oversold. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area support 88,68.
Jika rebound berlanjut, harga berpeluang menguji resistance 92,78 yang berdekatan dengan SMA 50. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, penguatan dapat berlanjut menuju 94,67 dan 96,56. Namun, selama harga masih berada di bawah SMA 50, kenaikan tersebut masih berpotensi menjadi rebound korektif.
Sebaliknya, jika harga kembali tertahan di bawah 92,78 dan turun menembus 88,68, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju 85,89 dan 83,71.
US Oil INTRADAY AREA
R1 92,78 R2 94,67 R3 96,56
S1 88,68 S2 85,89 S3 83,71
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 88,70 |
| Profit Target Level | 91,20 |
| Stop Loss Level | 87,40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 91,80 |
| Profit Target Level | 88,80 |
| Stop Loss Level | 92,80 |
Baca analisa sebelumnya: Rebound Dolar AS Tekan Euro dan Pound
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat bahwa pergerakan Silver masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 62,312. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut dengan target support di 59,780, kemudian 59,144, hingga 58,507.






Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support 4.235 dan bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound dari area 4.110–4.142, sementara RSI 42,55 mulai naik dari wilayah oversold, menunjukkan adanya peluang pemulihan jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 94,67 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Tekanan jual membawa harga turun hingga menguji support 88,68, sementara RSI 36,63 menunjukkan momentum bearish masih dominan.
Dari sisi teknikal, Trading Central peluang trading AUD/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.7011. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut dengan target support di 0.6965, kemudian 0.6945 dan 0.6942.

Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish yang semakin kuat. Harga saat ini berada di bawah SMA 50 dan juga masih tertahan oleh garis tren menurun, sehingga tekanan jual masih dominan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan konsolidasi dengan tekanan bearish, setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 96,04 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 48,71, menunjukkan momentum yang relatif netral.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat USD/CHF masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0.8287. Selama harga bertahan di atas level tersebut, pasangan ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 0.8330. Jika berhasil ditembus, target berikutnya berada di 0.8340 dan 0.8350.

Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50 dan garis tren turun. RSI 14 berada di level 40,21, menandakan momentum jual masih dominan, meski belum memasuki area oversold.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih cenderung bearish setelah harga berada di bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 51,70, menunjukkan momentum mulai netral dan masih membuka peluang rebound. Selama harga tertahan di bawah SMA 50, tekanan turun berpotensi kembali menguji support 91,20 dan 88,68.
