Market Summary
Harga emas mencatat kenaikan pada hari Rabu, 11 Juni 2025, di tengah sikap hati-hati para investor terkait ketidakpastian kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pada pukul 08:08 GMT, harga spot emas naik sebesar 0,7% menjadi $3.344,93 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS meningkat 0,7% menjadi $3.366,40.
Meskipun pejabat AS dan China telah menyepakati kerangka kerja untuk melanjutkan gencatan senjata perdagangan serta menghapus pembatasan ekspor rare earths oleh China, pembicaraan ini belum memberikan sinyal penyelesaian jangka panjang atas perbedaan perdagangan kedua negara.
Risiko Perdagangan Global Menopang Harga Emas
Pasar memahami bahwa jalan menuju kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia tidak akan mudah. Emas diperkirakan akan tetap didukung selama risiko ketegangan perdagangan global tetap tinggi atau bahkan terus meningkat.
Faktor Pendukung Kenaikan Harga Emas
Beberapa faktor turut mendukung penguatan emas pada pekan ini, termasuk:
- Keputusan pengadilan banding federal yang mengizinkan tarif “Liberation Day” tetap berlaku sementara waktu.
- Kesepakatan awal AS dan China terkait Konsensus Jenewa untuk mengurangi ketegangan perdagangan.
- Risiko geopolitik yang terus berlanjut, seperti serangan Rusia ke Ukraina dan konflik di Gaza, yang mendorong permintaan aset safe-haven seperti emas.
Dolar AS dan Pergerakan Harga Emas
Meskipun laporan Nonfarm Payrolls AS yang lebih kuat dari ekspektasi minggu lalu telah menekan harapan pemotongan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, pasar masih memperkirakan kemungkinan dua pemotongan suku bunga pada akhir tahun ini. Sementara itu, dolar AS tetap bergerak dalam kisaran terbatas menjelang rilis data CPI dan PPI, yang akan memengaruhi dinamika harga emas dalam waktu dekat.
Fokus Pasar pada Data Inflasi AS
Laporan indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT menjadi perhatian utama investor. Data ini diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang langkah kebijakan Federal Reserve selanjutnya. Ekspektasi kenaikan CPI diperkirakan akan menahan peluang pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, analisis Trading Central melihat potensi bullish pada harga emas di time frame H4. Level pivot berada di 3.320. Selama harga bertahan di atas level ini, target berikutnya diperkirakan menguji resistance di 3.360-3.400.
Sebagai alternatif, jika harga turun dan menembus level 3.320, target penurunan selanjutnya diproyeksikan menuju area support di 3.304-3.296.
Resistance 1: 3.360 Resistance 2: 3.380 Resistance 3: 3.400
Support1: 3.320 Support 2: 3.304 Support 3: 3.296
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini harga masih bergerak di bawah area resistance 3.338 dengan support terdekat di kisaran 3.293. Pergerakan harga masih tertahan di sekitar garis SMA 50, yang saat ini berperan sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang didukung oleh posisi harga di atas SMA 50, yang kini berperan sebagai support dinamis. Saat ini harga tertahan di bawah resistance 65,57, dan jika berhasil menembusnya, ada potensi kenaikan lanjutan menuju 66,41 hingga 67,14.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3520. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan akan berlanjut dengan target ke area support 1.3465–1.3425.

Pergerakan emas pada time frame H4 H4 terlihat harga saat ini mengalami rebound setelah menyentuh area support di sekitar 3.293 dan mulai menguji resistance dinamis berupa SMA 50. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50 serta resistance minor di 3.338, maka ada potensi kelanjutan tren naik menuju level resistance berikutnya di 3.353 hingga 3.375.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus resistance di sekitar 64,73 dan kini bergerak stabil di atas SMA 50. Struktur harga mengindikasikan potensi bullish lanjutan dengan target berikutnya di kisaran 65,57 hingga 67,14.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 cenderung bearish, dengan level pivot berada di 144.45. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi pergerakan selanjutnya adalah penurunan menuju area support di kisaran 143.78-142.90.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga telah menembus ke bawah SMA 50 (sekitar 3.330). Ini mengindikasikan potensi pergeseran tren menuju arah bearish. RSI 14 berada di level 39.31, mencerminkan tekanan jual yang mulai menguat, meski belum memasuki area jenuh jual.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4, terlihat harga telah berhasil menembus area konsolidasi (zona kuning) dan bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan penguatan momentum bullish. RSI 14 berada di level 68,57, mendekati area overbought, namun masih mendukung kelanjutan tren naik. Selama harga mampu bertahan di atas area breakout 63,85, peluang penguatan menuju resistance berikutnya di 65,57 hingga 66,41 tetap terbuka.
