Market Summary
Peluang Trading Emas di Tengah Permintaan Safe Haven semakin terbuka setelah harga emas dunia melampaui level USD 4.400 per ons untuk pertama kalinya. Pada awal pekan, emas spot naik 1,7% ke area USD 4.411 per ons setelah sempat mencetak rekor intraday di USD 4.420. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari turut menguat ke kisaran USD 4.444 per ons.
Sepanjang tahun berjalan, emas telah melonjak sekitar 67%. Kinerja ini menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik dan berpotensi mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 1979.
Silver Ikut Reli di Tengah Arus Investasi
Tidak hanya emas, perak juga mencuri perhatian pasar. Harga perak spot melonjak sekitar 2,5% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD 69,44 per ons. Secara year-to-date, perak telah melesat hingga 138%, jauh mengungguli emas.
Reli perak ditopang oleh arus masuk investasi yang kuat serta keterbatasan pasokan global. Kondisi ini membuat logam mulia secara umum berada dalam fase bullish yang solid.
Safe Haven dan Geopolitik Jadi Penopang
Emas kembali diminati sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global. Ketegangan di kawasan Eropa Timur serta dinamika geopolitik di Amerika Latin ikut memperkuat permintaan terhadap emas.
Selain itu, pembelian yang konsisten dari bank sentral dunia dan aliran dana ETF yang berkelanjutan memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas.
Ekspektasi Suku Bunga AS dan Nilai Dolar
Pasar keuangan saat ini memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun depan. Meskipun The Fed masih berhati-hati, tanda-tanda perlambatan inflasi dan pasar tenaga kerja AS memperkuat spekulasi kebijakan yang lebih longgar.
Lingkungan suku bunga rendah cenderung menguntungkan aset tanpa imbal hasil seperti emas. Pelemahan dolar AS juga menjadi faktor pendukung karena membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli global, sehingga Peluang Trading Emas di Tengah Permintaan Safe Haven tetap terjaga.
Perspektif Analis
Analis mengatakan bahwa harga emas berhasil menembus area resistance penting di USD 4.375 per ons. Penembusan ini membuka peluang kenaikan lanjutan menuju area USD 4.427 per ons. Secara musiman, bulan Desember juga dikenal cenderung memberikan imbal hasil positif bagi emas dan perak.
Namun, pelaku pasar mulai mencermati potensi penurunan volume menjelang akhir tahun. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang aksi ambil untung dalam jangka pendek, meskipun tren utama masih berada dalam jalur positif.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 4.375. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.430. Jika level ini berhasil ditembus, potensi penguatan dapat berlanjut untuk menguji area resistance selanjutnya di kisaran 4.460–4.500.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central mencermati bahwa apabila harga emas bergerak turun dan menembus ke bawah level 4.375, maka risiko koreksi lanjutan akan meningkat dengan potensi pengujian area support di 4.355–4.335.
Resistance 1: 4.430 Resistance 2: 4.460 Resistance 3: 4.500
Support1: 4.375 Support 2: 4.355 Support 3: 4.335
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pada grafik H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari harga yang bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang terus mengarah ke atas. Setelah menembus area resistance 4.285–4.306 yang kini berfungsi sebagai support, harga cenderung bergerak konsolidatif di kisaran 4.330–4.356.
Pada grafik H4, US Oil masih berada dalam fase downtrend jangka pendek setelah harga turun tajam dan membentuk low di area 54,87. Rebound yang terjadi saat ini terlihat sebagai pergerakan korektif, dengan harga sedang menguji area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 56,83. Selama harga masih tertahan di bawah 56,83, tekanan bearish masih dominan dan membuka peluang penurunan kembali menuju support 55,60 hingga 54,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai bahwa pasangan EUR/JPY masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 182,39. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance di 183,40 kini telah berhasil ditembus, yang sekaligus mengonfirmasi kelanjutan tren bullish. Dengan demikian, target kenaikan selanjutnya berada di area 183,65 hingga 183,91.

Pada grafik H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik dengan harga bertahan di atas SMA 50 dan garis tren naik, namun tekanan beli mulai melemah. RSI membentuk bearish divergence, di mana harga sempat mencetak higher high sementara RSI justru membentuk lower high, sehingga mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.
Pada grafik H4, US Oil masih berada dalam tren bearish setelah harga turun dari area 59,02 dan membentuk low baru di sekitar 54,24. Rebound yang terjadi selanjutnya hanya bersifat korektif dan tertahan di area 56,83 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga area tersebut kini berperan sebagai resistance dinamis.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 65,10. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan diperkirakan masih berlanjut dengan resistance terdekat di 67,10. Jika resistance ini berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 68,50 hingga 70,00.

Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50 dan bergerak mengikuti garis tren naik jangka menengah. Harga saat ini berkonsolidasi di atas area support 4.285–4.306, yang sebelumnya berfungsi sebagai area resistance, sehingga selama zona ini mampu dipertahankan, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka. Resistance terdekat berada di area 4.356, diikuti zona 4.381–4.400 sebagai target kenaikan berikutnya.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50 dan membentuk tren turun jangka pendek. Penurunan tajam membawa harga menguji area support 54,87 sebelum terjadi rebound teknikal, namun kenaikan saat ini masih bersifat korektif.
