Market Summary
Peluang Trading US Oil pasca gencatan senjata Iran langsung terlihat setelah harga minyak mentah WTI jatuh lebih dari 15% pada hari Rabu. Penurunan tajam ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu, sekaligus membuka peluang negosiasi damai.
Harga WTI yang sebelumnya berada di atas $106 kini terkoreksi dan bergerak di sekitar $90 per barel. Perubahan ini menunjukkan bahwa pasar merespons cepat setiap perkembangan geopolitik, terutama yang berkaitan dengan stabilitas pasokan energi global.
Gencatan Senjata Iran Dorong Stabilitas Sementara
Kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang menekan harga minyak. Iran menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz selama dua minggu dengan syarat seluruh serangan dihentikan, sementara Israel juga dilaporkan menyetujui kesepakatan tersebut.
Selat Hormuz memegang peranan penting dalam distribusi energi global karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Ketegangan sebelumnya sempat memicu lonjakan harga dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global serta perlambatan ekonomi.
Harga Minyak Masih Ditopang Risiko Geopolitik
Meskipun harga minyak mengalami penurunan tajam, level saat ini masih sekitar 40% lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik berlangsung. Kondisi ini mencerminkan bahwa risiko geopolitik masih membayangi pasar.
Kerusakan pada fasilitas minyak di kawasan Teluk berpotensi membatasi peningkatan produksi dalam waktu dekat. Hal ini membuat penurunan harga cenderung tertahan meskipun sentimen pasar mulai membaik.
OPEC+ Tambah Pasokan, Pasar Tetap Waspada
OPEC+ telah menyepakati peningkatan produksi sebesar 206 ribu barel per hari mulai 1 Mei. Kebijakan ini berpotensi memberikan tambahan pasokan ke pasar, terutama jika distribusi melalui Selat Hormuz kembali normal.
Namun, pelaku pasar masih berhati-hati karena stabilitas kawasan belum sepenuhnya terjamin. Setiap gangguan baru dapat memicu lonjakan harga secara cepat.
Peluang Trading US Oil Pasca Gencatan Senjata Iran Masih Volatil
Peluang trading US Oil pasca gencatan senjata Iran saat ini didominasi oleh volatilitas tinggi dengan kecenderungan tekanan turun dalam jangka pendek. Sentimen damai mendorong aksi jual, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menahan penurunan lebih dalam.
Selain itu, pelaku pasar juga memantau perkembangan negosiasi antara AS dan Iran serta arus distribusi minyak global. Kombinasi faktor ini akan menjadi penentu arah pergerakan harga minyak selanjutnya.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 103,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun masih berpotensi berlanjut untuk menguji support terdekat di 91,00. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 84,40 hingga 75,70.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga mampu bergerak naik dan menembus level 103,00, maka potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke area resistance di 107,50 hingga 112,00.
Resistance 1: 103,00 Resistance 2: 107,50 Resistance 3: 112,00
Support1: 91,00 Support 2: 84,40 Support 3: 75,70
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini menunjukkan struktur bullish yang semakin kuat, di mana harga berhasil menembus resistance 4.700 dan melanjutkan kenaikan dengan momentum yang cukup solid. Selama harga mampu bertahan di atas area 4.700, peluang kenaikan masih terbuka untuk melanjutkan rally menuju resistance berikutnya di kisaran 4.899 hingga 4.967.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan adanya penolakan kuat di area resistance 109,14 hingga 117,51, yang kemudian diikuti penurunan tajam hingga menembus support 103,23. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga bergerak di bawah SMA 50, menandakan momentum bullish mulai melemah dan berpotensi berbalik arah dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.6915. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 0.6960, kemudian 0.6980, hingga 0.7000.

Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan fase pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup dalam, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 yang mulai melandai dan mengindikasikan potensi perubahan arah tren. Harga sempat menguji area resistance 4.742 namun gagal menembusnya, sehingga saat ini bergerak konsolidatif di sekitar 4.700–4.595.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya berhasil menembus resistance 101,58 yang juga bertepatan dengan posisi SMA 50, sehingga mengonfirmasi perubahan momentum ke arah bullish. Setelah itu, harga mengalami reli cukup kuat sebelum akhirnya terkoreksi dan membentuk support baru di 108,83. Namun, struktur harga terbaru masih menunjukkan terbentuknya lower high, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya hilang meskipun tren utama masih cenderung naik.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai membentuk fase rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup dalam, dengan harga kini bergerak di atas area support 4.523 dan mencoba menjaga momentum di atas kisaran 4.589. Posisi harga yang mulai mendekati SMA 50 menunjukkan adanya potensi perubahan arah ke bullish, meskipun masih tertahan di area resistance kuat sekitar 4.700–4.742 yang menjadi kunci kelanjutan tren naik.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil menembus area pivot di sekitar 107,63 dan kini bergerak mendekati resistance 117,01. Posisi harga yang berada di atas SMA 50 mengindikasikan bahwa tren naik masih cukup solid, didukung oleh struktur higher high dan higher low yang terus terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Namun, RSI yang sudah berada di area overbought mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan.
Week Ahead: Fokus Pasar pada Konflik Iran dan Arah The Fed
Pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari struktur lower high serta posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun dan SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound ke area resistance di sekitar 1.1575–1.1620, namun belum mampu menembusnya secara konsisten, sehingga potensi penurunan masih terbuka.
Pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, terlihat dari struktur higher low yang terbentuk serta harga yang masih bergerak di atas garis tren naik. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di sekitar area 159,00–159,40 setelah sempat terkoreksi, namun tetap bertahan di atas support penting di 158,20. Selama level ini tidak ditembus, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance di 160,00 hingga 160,45.
