Market Summary
Pidato Trump menjadi pendorong utama pergerakan harga minyak global dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 7% setelah sempat melemah dalam dua sesi sebelumnya, dan kini bergerak di atas $101,10 per barel pada perdagangan sesi Eropa.
Kenaikan ini terjadi karena pasar merespons meningkatnya risiko pasokan setelah pidato Trump terkait konflik Timur Tengah tidak memberikan sinyal deeskalasi. Sebaliknya, pernyataan tersebut justru memperkuat kekhawatiran terhadap potensi gangguan distribusi energi.
Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan
Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan bahwa Iran bukan lagi ancaman besar, namun tetap membuka kemungkinan eskalasi militer dalam beberapa pekan ke depan. Pernyataan ini memicu kekhawatiran akan dampak lanjutan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Iran merespons dengan menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup dan berada di bawah kendali militernya. Risiko terhadap jalur distribusi minyak semakin meningkat setelah kapal tanker yang disewa oleh QatarEnergy terkena serangan rudal di perairan Qatar.
Risiko Distribusi Energi Meningkat
Gangguan terhadap jalur pelayaran utama memperbesar potensi disrupsi pasokan global. International Energy Agency memperingatkan bahwa dampak gangguan pasokan mulai terasa di Eropa sejak April, terutama setelah sebelumnya kawasan tersebut mengandalkan cadangan energi.
Ketidakpastian ini membuat pasar semakin sensitif terhadap perkembangan geopolitik, yang pada akhirnya mendorong harga minyak tetap bertahan di level tinggi.
Dolar AS Menguat Didukung Data Ekonomi
Di sisi lain, dolar AS menguat seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah pidato Trump meredam harapan pasar terhadap penyelesaian konflik dalam waktu dekat. Indeks dolar (DXY) kembali bergerak di atas level 100.
Data ekonomi AS yang dirilis juga menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Laporan tenaga kerja ADP mencatat penambahan 62 ribu pekerjaan pada Maret, sementara indeks manufaktur dari Institute for Supply Management naik ke 52,7, tertinggi sejak Juli 2022.
Fokus Pasar ke Data Tenaga Kerja AS
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis data Nonfarm Payrolls yang dijadwalkan pada Jumat. Konsensus pasar memperkirakan adanya tambahan sekitar 60 ribu pekerjaan baru, setelah penurunan sebesar 92 ribu pada bulan sebelumnya.
Data ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan moneter The Fed dalam jangka pendek, sekaligus memberikan pengaruh terhadap pergerakan dolar AS dan harga minyak global.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 101,50. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 109,50. Jika level ini berhasil ditembus, penguatan berpeluang berlanjut menuju 113,00 hingga 117,00.
Sebagai skenario alternatif, penurunan di bawah 101,50 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam untuk menguji area support di 99,50 hingga 97,50.
Resistance 1: 109,50 Resistance 2: 113,00 Resistance 3: 117,00
Support1: 101,50 Support 2: 99,50 Support 3: 97,50
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat mulai pulih setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam, di mana harga kini berhasil naik dan menembus area trendline bearish serta bergerak di atas SMA 50, menandakan adanya perubahan momentum ke arah bullish. Saat ini harga sedang menguji resistance terdekat di area 4.803, dan jika mampu menembus level tersebut secara konsisten, maka peluang kenaikan dapat berlanjut menuju area 4.840 hingga 4.867, bahkan membuka jalan ke resistance berikutnya di sekitar 4.899.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mengalami koreksi setelah sebelumnya menguat cukup signifikan, di mana harga kini bergerak turun mendekati area support di sekitar 96,50 yang juga berdekatan dengan garis SMA, sehingga zona ini menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan emas di time frame H4 masih cenderung bullish dengan pivot di 4.665. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Saat ini, harga mencoba bertahan di atas resistance 4.735. Jika level tersebut ditembus dengan kuat, kenaikan bisa berlanjut ke area 4.800 hingga 4.860.



Pergerakan emas di time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup tajam. Harga kini berhasil naik dan menembus area resistance 4.600, sekaligus bergerak di atas SMA, yang mengindikasikan adanya perubahan momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area 4.529–4.600, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 4.726.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus area resistance sebelumnya dan bergerak di atas SMA 50, meskipun saat ini mulai mengalami koreksi dari area puncak di sekitar 105.10 106,75. Koreksi yang terjadi berpotensi menguji area support terdekat di 99,54 hingga 96,50, yang menjadi zona penting untuk menjaga struktur kenaikan tetap valid.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki potensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 160,00, dilanjutkan ke 160,20 hingga 160,45.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan struktur lower high yang terus terbentuk. Setelah sempat rebound, kenaikan tertahan di area resistance 4.600, yang juga berdekatan dengan garis SMA sehingga memperkuat tekanan jual.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang kuat setelah harga berhasil menembus resistance 103,30 yang kini beralih menjadi support terdekat. Saat ini harga sedang menguji resistance berikutnya di area 108,00, dengan struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga serta posisi harga yang konsisten di atas SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot berada di 4.467. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.555. Jika resistance ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju 4.600 hingga 4.640.
