Market Summary
Dollar Amerika Serikat mengalami pelemahan terhadap euro pada perdagangan Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan sinyal bahwa siklus pelonggaran kebijakan moneternya mungkin akan segera berakhir. Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, di tengah tekanan yang terus meningkat dari kebijakan tarif.
Euro Menguat Seiring Sinyal Akhir Siklus Pemangkasan Suku Bunga ECB
ECB kembali memangkas suku bunga untuk kedelapan kalinya dalam setahun, namun mengakui bahwa inflasi telah terkendali dan outlook ekonomi memburuk akibat risiko perang dagang dengan Amerika Serikat. Presiden ECB menyatakan bahwa bank sentral mulai mendekati akhir dari siklus pelonggaran, sebagai respons terhadap berbagai guncangan ekonomi termasuk perang di Ukraina dan krisis energi di Eropa.
Sentimen tersebut langsung mendorong penguatan euro, yang sempat menyentuh level tertinggi enam pekan di $1.1495, mendekati puncak lebih dari tiga tahun di $1.1573 yang terjadi pada April lalu. Di sisi lain, dollar AS tercatat telah melemah hampir 11% terhadap euro sepanjang tahun ini, mencerminkan pelemahan sentimen terhadap greenback secara lebih luas.
Kondisi ini juga diperburuk oleh data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan peningkatan klaim tunjangan pengangguran untuk dua pekan berturut-turut. Meskipun data tersebut tidak langsung mempengaruhi laporan Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Mei yang akan dirilis Jumat, pasar mulai menyesuaikan ekspektasi. Konsensus sementara memperkirakan penambahan 130.000 pekerjaan, turun dari 177.000 pada April, dengan tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 4,2%.
Sementara itu, investor juga memperhatikan perkembangan hubungan dagang AS-Tiongkok setelah Presiden Xi Jinping melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden AS, yang menandai komunikasi tingkat tinggi pertama dalam beberapa waktu terakhir. Ketidakpastian terkait arah negosiasi dagang dan dinamika tarif terus menjadi faktor yang membayangi pasar global.
Bursa AS Tertekan, Minyak Naik Ditopang Isu Geopolitik
Indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah tajam pada Kamis, di tengah ketegangan antara Presiden AS dan CEO Tesla yang menyebabkan saham teknologi tertekan. Saham Tesla anjlok 14,3% setelah Presiden mengancam akan mencabut subsidi pemerintah menyusul kritik terhadap kebijakan fiskal terbaru. Nasdaq menjadi indeks yang paling tertekan, sementara Dow Jones dan S&P 500 mencatat penurunan yang lebih moderat.
- Dow Jones turun 108 poin atau 0,25% ke 42.319,74
- S&P 500 melemah 0,53% ke 5.939,33
- Nasdaq terkoreksi 0,83% ke 19.298,45
Di sisi lain, harga minyak mentah menguat setelah pasar merespons positif pembicaraan telepon antara Presiden Trump dan Xi Jinping, yang dianggap sebagai peluang meredakan ketegangan perdagangan. Penguatan harga minyak terjadi meskipun terdapat peningkatan stok minyak AS dan adanya pemotongan harga ekspor minyak Arab Saudi ke Asia untuk bulan Juli.
- Minyak WTI naik 0,83% ke $63,37 per barel
- Minyak Brent naik 0,74% ke $65,34 per barel
Harga Emas Turun Setelah Sinyal Membaiknya Hubungan AS-Tiongkok
Harga emas yang sempat menguat justru berbalik arah dan ditutup melemah. Pelemahan ini terjadi setelah muncul sinyal bahwa hubungan dagang antara Washington dan Beijing mulai mencair. Emas spot turun 0,56% ke $3.356,41 per ons. Emas berjangka AS melemah 0,48% ke $3.357,30 per ons.
Kondisi ini mencerminkan pergeseran sentimen investor. Aset safe haven mulai ditinggalkan demi instrumen berisiko yang dinilai lebih menarik jika ketegangan geopolitik mereda.
Prospek Harga Emas Hari Jumat (06/06)
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini bergerak dalam tren naik jangka pendek yang ditunjukkan oleh garis trendline ascending dan posisi harga yang berada di atas SMA 50. Meskipun sempat mengalami koreksi dari area resistance di sekitar 3.400, harga masih bertahan di atas trendline yang menjadi support dinamis. Indikator RSI berada di level 52, yang menunjukkan bahwa momentum pasar masih cenderung positif dan mendukung peluang lanjutan penguatan.
Selama harga mampu bertahan di atas area support 3.325 dan trendline tidak ditembus, peluang penguatan kembali ke arah resistance 3.400 hingga 3.431 tetap terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah support tersebut dapat membuka jalan bagi pelemahan lebih lanjut menuju area 3.296 bahkan 3.250.
Data Perdagangan pada hari Kamis (05/06)
Open: 3.373,61 High: 3.403,45 Low: 3.339,39 Close: 3.353,73 Range: 64,06
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.400 R2 3.431 R3 3.468
S1 3.325 S2 3.296 S3 3.250
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.330 |
| Profit Target Level | 3.370 |
| Stop Loss Level | 3.290 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.400 |
| Profit Target Level | 3.350 |
| Stop Loss Level | 3.431 |
Prospek Harga Minyak Hari Jumat (06/06)

Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil bertahan di atas garis SMA 50 dan terus bergerak mendekati batas atas dari pola konsolidasi berbentuk rectangle yang telah terbentuk sejak pertengahan Mei. Konsolidasi ini mencerminkan fase akumulasi dengan support di kisaran 60,54 dan resistance kuat di area 63,86. RSI 14 yang berada di level 56 mendukung momentum positif, mengindikasikan bahwa tekanan beli perlahan menguat.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area resistance 63.86, maka peluang penguatan lanjutan ke 64,72 hingga 65,57 terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut dapat mendorong harga kembali ke dalam zona konsolidasi, dengan support penting di 61,24 dan 60,54 sebagai area pertahanan utama.
Data perdagangan pada hari Kamis (05/06)
Open: 62,70 High: 63,96 Low: 62,49 Close: 63,26 Range: 1,47
OIL INTRADAY AREA
R1 63,86 R2 64,72 R3 65,57
S1 62,13 S2 61,24 S3 60,54
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 62,55 |
| Profit Target Level | 63,50 |
| Stop Loss Level | 62,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 63,86 |
| Profit Target Level | 62,50 |
| Stop Loss Level | 64,75 |
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih memiliki kecenderungan bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.1395. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 1.1435–1.1470.





Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat saat ini harga bergerak di atas garis SMA 50, menunjukkan momentum bullish jangka menengah masih terjaga. Struktur harga membentuk pola ascending triangle dengan resistance kuat di area 3.392. Jika harga mampu menembus level tersebut secara valid, maka potensi penguatan lanjutan menuju 3.431 hingga 3.468 terbuka lebar.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak sideways dalam zona konsolidasi yang ditandai area kuning, dengan batas bawah di sekitar 61,24 dan batas atas di sekitar 63,86. Harga saat ini berada sedikit di bawah resistance atas, namun belum mampu breakout secara meyakinkan. Posisi harga yang masih di atas SMA 50 menunjukkan kecenderungan bullish masih ada, namun validasi arah perlu konfirmasi lanjutan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan peluang harga emas melanjutkan tren bullish pada time frame H4. Level pivot saat ini berada di 3.334,6. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan bisa berlanjut. Target berikutnya adalah area resistance di kisaran 3.373 hingga 3.405.



Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga saat ini berada di atas garis tren naik dan juga di atas SMA 50, yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren bullish. RSI (14) berada di level 58.86, mendekati area overbought namun masih memberi ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga sedang menguji area resistance atas dari pola konsolidasi berbentuk rectangle (ditandai warna kuning), dengan SMA 50 yang mulai melandai dan harga bergerak di atasnya, memberi sinyal potensi breakout. RSI (14) berada di 60,62, masih mendukung kelanjutan momentum bullish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4. Level pivot kunci berada di 1.1289. Selama harga bertahan di atas level ini, kenaikan diperkirakan berlanjut. Target kenaikan berada di area resistance 1.1453 hingga 1.1480.
