Emas Naik, Minyak Turun Usai Kesepakatan Lebanon
Gencatan senjata Israel – Lebanon menjadi perhatian utama pasar keuangan global pada perdagangan Kamis. Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik di Timur Tengah, sehingga mendorong kenaikan harga emas, menekan harga minyak, dan membantu pasar saham Amerika Serikat mempertahankan penguatannya.
Indeks Dow Jones melonjak 1,73% dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Sementara itu, S&P 500 naik 0,41%, sedangkan Nasdaq Composite turun tipis 0,09% akibat tekanan pada saham-saham teknologi.
Saham AS Bergerak Variatif di Tengah Tekanan AI
Perdagangan di Wall Street berlangsung tidak merata. Sektor teknologi menghadapi tekanan setelah laporan keuangan Broadcom gagal memenuhi ekspektasi investor yang sebelumnya berharap permintaan chip kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan terus meningkat tajam.
Saham Broadcom anjlok lebih dari 12% dan menyeret sektor semikonduktor secara keseluruhan. Indeks Philadelphia Semiconductor turun 2,2%, menunjukkan bahwa investor mulai mengevaluasi kembali valuasi saham-saham AI yang sebelumnya mengalami reli kuat.
Meski demikian, penguatan saham sektor keuangan dan kesehatan berhasil menopang kinerja pasar secara keseluruhan. Kondisi tersebut membantu Dow Jones dan S&P 500 mengakhiri perdagangan di zona hijau.
Bursa Eropa Ikut Menguat
Sentimen positif juga terlihat di pasar Eropa. Indeks STOXX Europe 600 naik 0,52%, sementara indeks saham global MSCI bertambah 0,09%.
Investor menilai berkurangnya ketegangan geopolitik dapat memberikan ruang bagi stabilitas ekonomi global. Harapan tersebut meningkatkan minat terhadap aset berisiko meskipun masih terdapat ketidakpastian di sejumlah kawasan.
Kesepakatan Lebanon Redakan Risiko Geopolitik
Gencatan senjata Israel Lebanon kembali berlaku setelah kedua pihak menyepakati penghentian konflik melalui mediasi Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut dicapai setelah putaran keempat perundingan yang difasilitasi Washington.
Dalam pernyataan bersama, Israel dan Lebanon menyatakan bahwa kesepakatan bergantung pada penghentian penuh serangan Hezbollah serta evakuasi seluruh personel kelompok tersebut dari wilayah selatan Sungai Litani.
Perkembangan gencatan senjata Israel – Lebanon meningkatkan optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya, Iran menjadikan berakhirnya konflik di Lebanon sebagai salah satu syarat untuk kembali melanjutkan pembicaraan diplomatik.
Di Washington, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat yang dikuasai Partai Republik menyetujui resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan perang Presiden Donald Trump terhadap Iran. Meski peluang menjadi undang-undang masih kecil, langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa tekanan untuk menghindari eskalasi konflik semakin besar.
Harga Minyak Turun Lebih dari 3%
Meredanya ketegangan di Timur Tengah memicu koreksi harga minyak. Kontrak minyak mentah Brent dan WTI turun lebih dari 3% setelah sebelumnya menguat selama tiga sesi berturut-turut.
Pelaku pasar memperkirakan risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah mulai berkurang. Selain itu, muncul harapan bahwa hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran dapat membaik apabila proses perdamaian terus berlanjut.
Penurunan premi risiko geopolitik membuat investor mengurangi posisi beli di pasar energi sehingga harga minyak bergerak melemah.
Yen Bertahan Dekat Level 160
Di pasar mata uang, yen Jepang tetap berada di sekitar level psikologis 160 per dolar AS. Investor terus memantau kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan mata uang tersebut.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank of Japan terkait langkah yang diperlukan di pasar keuangan. Pernyataan itu muncul setelah Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, kembali memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan dalam waktu dekat.
Yen menguat tipis ke level 160,02 per dolar AS. Sementara itu, euro naik menjadi 1,1609 dolar AS dan indeks dolar AS bergerak relatif stabil di level 99,46.
Harga Emas Naik Didukung Pelemahan Dolar
Harga emas memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak. Kedua faktor tersebut meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Harga emas spot naik 1,03% menjadi 4.477,51 dolar AS per troy ounce. Selain itu, turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga membantu menopang pergerakan emas.
Yield obligasi AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,477%. Penurunan tersebut mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Pasar Menanti Kelanjutan Upaya Diplomasi
Investor kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari proses diplomasi di Timur Tengah. Gencatan senjata Israel – Lebanon telah membantu memperbaiki sentimen pasar, tetapi pelaku pasar masih mencermati respons Hezbollah serta peluang dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Selama risiko geopolitik terus mereda, pasar saham berpeluang mempertahankan momentum positif. Namun, setiap perkembangan baru di kawasan Timur Tengah tetap berpotensi memicu volatilitas pada harga minyak, emas, dan aset keuangan global lainnya.
Prospek Harga Emas Jumat | 05 Juni 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish meskipun sempat mengalami pemulihan dalam jangka pendek. Setelah memantul dari area support 4.423, harga sempat menembus resistance 4.497 yang bertepatan dengan SMA 50, namun gagal bertahan di atas level tersebut dan kembali bergerak turun. Kegagalan mempertahankan posisi di atas resistance sekaligus SMA 50 tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual masih cukup kuat.
Selain itu, harga masih bergerak di bawah garis tren menurun yang telah terbentuk sejak pertengahan April, sehingga struktur bearish jangka menengah masih tetap terjaga. Indikator RSI (14) juga masih berada di bawah level 50, yang menunjukkan bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk mengubah arah tren secara signifikan.
Selama harga tetap berada di bawah resistance 4.497, risiko pelemahan masih mendominasi dengan target penurunan menuju support 4.423. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan ke area 4.397 hingga 4.366. Sebaliknya, jika emas mampu kembali menembus dan bertahan di atas 4.497, peluang kenaikan dapat terbuka menuju resistance berikutnya di 4.546, kemudian 4.595.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.497 R2 4.546 R3 4.595
S1 4.423 S2 4.397 S3 4.366
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.425 |
| Profit Target Level | 4.470 |
| Stop Loss Level | 4.395 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.490 |
| Profit Target Level | 4.430 |
| Stop Loss Level | 4.525 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 05 Juni 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish terbatas meskipun sedang mengalami fase koreksi. Harga masih bertahan di atas SMA 50, yang mengindikasikan bahwa tren naik jangka pendek belum berubah. Namun, kegagalan menembus resistance 96,94 memicu tekanan jual yang mendorong harga bergerak turun dari area puncak rebound terbaru.
Sementara itu, indikator RSI (14) telah turun ke bawah level 50, menandakan melemahnya momentum bullish dan meningkatnya dominasi seller dalam jangka pendek. Kondisi ini membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan koreksi menuju area support 90,08 sebelum kembali mencari arah pergerakan berikutnya.
Selama harga tetap bertahan di atas support 90,08, peluang pemulihan masih terbuka dengan target pengujian ulang resistance 96,94. Jika level tersebut berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 99,32. Sebaliknya, penembusan di bawah support 90,08 dapat memperkuat tekanan bearish dan mendorong harga turun lebih lanjut ke area 87,75 hingga 85,60, sejalan dengan tren turun jangka menengah yang masih terlihat dari garis tren menurun.
US Oil INTRADAY AREA
R1 96,94 R2 99,32 R3 102,54
S1 90,08 S2 87,75 S3 85,60
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 91,65 |
| Profit Target Level | 96,00 |
| Stop Loss Level | 90,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 96,90 |
| Profit Target Level | 92,50 |
| Stop Loss Level | 99,50 |
Baca analisa sebelumnya: Wall Street Turun Saat Konflik Iran Picu Lonjakan Minyak
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
