Market Summary
Peluang Trading Silver jelang data PPI AS menjadi perhatian pelaku pasar setelah harga perak (XAG/USD) berhasil bangkit dari level terendah dalam dua setengah bulan terakhir. Pada perdagangan Kamis, perak menguat hingga menyentuh area $64,50 per ounce setelah sebelumnya sempat turun ke sekitar $61,50.
Penguatan ini terjadi di tengah munculnya harapan bahwa ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran dapat mereda. Laporan terbaru menunjukkan bahwa pembicaraan antara kedua negara masih berlangsung, sehingga meningkatkan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan yang dapat mengurangi risiko konflik lebih lanjut di Timur Tengah.
Sebelumnya, tekanan terhadap perak meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap fasilitas militer Iran. Iran kemudian merespons dengan menargetkan aset-aset Amerika Serikat di kawasan tersebut. Eskalasi konflik ini sempat memicu kekhawatiran pasar dan mendorong volatilitas pada aset-aset safe haven.
Inflasi AS Masih Menjadi Faktor Utama
Meski berhasil rebound, pergerakan perak masih dibayangi oleh prospek suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dirilis pada Rabu menunjukkan inflasi tahunan meningkat pada laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Kenaikan inflasi tersebut memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menguatkan dolar AS. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi logam mulia. Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan bunga, seperti perak dan emas.
Di sisi lain, konflik berkepanjangan di Timur Tengah masih mengganggu distribusi energi global. Gangguan pada jalur pelayaran di Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga energi. Akibatnya, pasar semakin khawatir tekanan inflasi akan bertahan lebih lama.
Fokus Pasar Tertuju pada Data PPI AS
Saat ini perhatian investor beralih ke data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini. Data tersebut berpotensi menjadi katalis utama bagi pergerakan pasar keuangan, termasuk perak.
Ekonom memperkirakan PPI AS naik 0,7% secara bulanan pada Mei 2026 setelah melonjak 1,4% pada April, yang merupakan kenaikan terbesar sejak Maret 2022. Sementara itu, inflasi produsen inti diperkirakan meningkat 0,5%, lebih rendah dibandingkan kenaikan 1% pada bulan sebelumnya.
Dalam basis tahunan, inflasi produsen utama diproyeksikan naik menjadi 6,4% dari sebelumnya 6%, sedangkan inflasi inti diperkirakan meningkat menjadi 5,4% dari 5,2%. Jika realisasi data melampaui ekspektasi pasar, peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve dapat kembali meningkat.
Prospek Perak Masih Sensitif terhadap Data Inflasi
Peluang Trading Silver jelang data PPI AS akan sangat dipengaruhi oleh hasil rilis inflasi produsen tersebut. Data yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi menguatkan dolar AS dan menekan harga perak karena pasar akan kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve.
Sebaliknya, jika data PPI menunjukkan perlambatan tekanan harga, perak berpeluang melanjutkan pemulihan dari level rendah yang tercapai pekan ini. Kondisi tersebut dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan dan memberikan ruang bagi logam mulia untuk menguat.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot berada di 64,90. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 62,40, kemudian 61,45, dan selanjutnya 60,00.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil menembus dan bergerak stabil di atas level 64,90, potensi kenaikan dapat terbuka untuk menguji area resistance di 65,80, sebelum berlanjut menuju 67,40.
Resistance 1: 64,90 Resistance 2: 65,80 Resistance 3: 67,40
Support1: 62,40 Support 2: 61,45 Support 3: 60,00
Baca juga: Peluang Trading Emas Menjelang Data CPI AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
