Market Summary
Peluang trading emas kembali menjadi sorotan pelaku pasar pada hari Jumat ini. Harga emas (XAU/USD) melemah untuk hari kedua berturut-turut dan tergelincir ke bawah level $4.050 pada sesi Asia. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus meningkat. Kondisi ini mendorong harga minyak mentah bertahan tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi.
Pasar kini memperkirakan suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama. Situasi ini membantu dolar AS mempertahankan penguatan mingguannya. Mata uang tersebut bahkan menyentuh level tertinggi dalam hampir sebulan pada hari Kamis. Penguatan dolar inilah yang menekan harga emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Serangan AS ke Iran Berlanjut Selama 13 Malam Berturut-turut
Militer AS mengumumkan telah menyelesaikan putaran serangan baru terhadap Iran pada Kamis malam. Serangan ini menandai malam ke-13 berturut-turut operasi militer AS di kawasan tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyampaikan pernyataan resmi soal target serangan tersebut. Mereka menyebut bahwa pasukan AS menyasar “pusat komando militer Iran, fasilitas penyimpanan drone, jaringan komunikasi, situs pengawasan pesisir, dan kapabilitas maritim.”
Serangan itu bertujuan mengurangi ancaman Iran terhadap kapal-kapal sipil dan komersial yang melintasi Selat Hormuz. Konflik ini semakin meluas ke berbagai wilayah. Iran dan sekutunya melancarkan serangan balasan ke aset militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Houthi Serang Kapal Tanker Saudi, Ancaman Blokade Meluas
Pasukan Houthi yang berafiliasi dengan Iran menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah. Mereka menyebut aksi ini sebagai bagian dari blokade laut terhadap Arab Saudi. Blokade tersebut memperluas dampak perang Timur Tengah ke jalur pelayaran strategis kedua.
Kondisi ini memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia. Harga minyak mentah pun melonjak ke level tertinggi sejak 11 Juni. Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membentuk peluang trading emas ke depan, karena emas kerap bergerak seiring ekspektasi inflasi global.
Data Klaim Pengangguran AS Kuatkan Sikap The Fed
Investor mengkhawatirkan kenaikan harga minyak akan memicu tekanan inflasi baru. Bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed), berpotensi mengambil sikap yang lebih hawkish. Data klaim pengangguran AS yang dirilis Kamis lalu turun ke level terendah sejak September 1969. Angka ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih sangat kuat.
Kondisi pasar tenaga kerja yang solid ini memberi ruang bagi pejabat The Fed untuk tetap fokus mengendalikan inflasi. Situasi ini juga memperkuat peluang kenaikan suku bunga The Fed setidaknya satu kali lagi sebelum akhir tahun ini.
Tarif Baru Trump Bayangi Pasar Global
Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif baru sebesar 10% hingga 12,5% terhadap 60 mitra dagang utama AS. Kebijakan tarif ini mencakup 99,4% total impor AS. Langkah Trump ini berpotensi memicu perang dagang global yang baru.
Kebijakan tersebut menurunkan selera investor terhadap aset berisiko. Dolar AS justru semakin diuntungkan berkat statusnya sebagai mata uang cadangan dunia. Faktor-faktor ini mendukung pelemahan lanjutan harga emas dari puncak dua minggu yang tercatat pada hari Rabu.
Peluang trading emas dalam beberapa hari mendatang akan sangat bergantung pada arah dolar AS dan hasil pertemuan FOMC pekan depan. Trader perlu memantau ketat perkembangan konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, serta sinyal kebijakan The Fed sebelum mengambil posisi di pasar emas.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.076. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut sehingga berpotensi menguji area support di 4.007, kemudian 3.989, hingga 3.972.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga berhasil menembus dan bergerak di atas level 4.076, maka peluang pembalikan arah ke tren bullish akan semakin terbuka. Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance di 4.106 hingga 4.123.
Resistance 1: 4.076 Resistance 2: 4.106 Resistance 3: 4.123
Support1: 4.007 Support 2: 3.989 Support 3: 3.972
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD Jelang ECB Meeting
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
