Ketegangan AS-Iran memicu gejolak di pasar keuangan global pada perdagangan Rabu. Indeks Dolar AS (DXY) sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan, sebelum tekanan jual kembali menekan mata uang tersebut ke kisaran 99,50-99,60. Investor mencerna data ketenagakerjaan yang lemah sekaligus memantau eskalasi militer di Timur Tengah yang mengguncang sentimen pasar sepanjang hari.
Data ADP AS Melemah, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Melonjak
Laporan ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi 47.000 dan menjadi kenaikan terlemah sejak Januari. Data ini mengonfirmasi pendinginan pasar tenaga kerja AS secara lebih luas. Meski data melemah, Dolar AS tetap bertahan dekat level tertinggi dua pekan karena investor mencari aset aman di tengah kekhawatiran atas dampak ekonomi dari gejolak energi.
Ketegangan AS-Iran meningkat tajam setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara semalam terhadap sejumlah target di Iran. Teheran langsung membalas serangan tersebut, menandai eskalasi paling serius antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir. Pasar merespons dengan cepat: probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada September melonjak ke 66% menurut CME FedWatch Tool, jauh di atas angka 40% pada pekan sebelumnya.
Euro dan Poundsterling Tertekan, Yen Menguat Tajam
EUR/USD bergerak melemah tipis namun berhasil memantul dari level terendah dua pekan di sekitar 1,1570. Pelaku pasar kini menanti rilis final S&P Global Services PMI Jerman dan zona euro, serta data Producer Prices kawasan tersebut.
GBP/USD gagal mempertahankan penembusan level 1,3500 dan mundur ke kisaran 1,3470. Fokus pasar Inggris hari ini tertuju pada rilis final S&P Global Services PMI.
USD/JPY turun tajam dan sempat menembus rata-rata pergerakan 200 hari (SMA) di dekat 158,40. Spekulasi pasar tentang kemungkinan intervensi valuta asing oleh Bank of Japan dan Kementerian Keuangan Jepang untuk menopang yen kian menguat. Investor selanjutnya akan mencermati rilis final S&P Global Services PMI serta data mingguan Foreign Bond Investment.
AUD/USD memulihkan diri dengan cepat dari pelemahan hari sebelumnya dan melanjutkan tren naik ke atas 0,7170. Pasar Australia hari ini akan mencermati rilis final S&P Global Services PMI, data Neraca Perdagangan, serta pidato dari pejabat Reserve Bank of Australia, yaitu Jones, Hunter, dan Brischetto.
Harga Minyak dan Emas Melonjak di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Harga minyak WTI melanjutkan tren kenaikannya dan menembus level 92,00 dolar AS per barel, level tertinggi dalam enam pekan. Kekhawatiran investor atas potensi gangguan pasokan energi akibat konflik AS-Iran-Selat Hormuz mendorong lonjakan harga tersebut.
Harga emas juga menunjukkan pemulihan tajam dan bergerak mendekati level 4.400 dolar AS per troy ons. Kenaikan ini menghentikan tren penurunan multi-hari yang berlangsung sejak level puncak Agustus di dekat 4.700 dolar AS. Pelemahan dolar AS dan pergerakan imbal hasil Treasury AS yang variatif turut menopang kenaikan harga emas harian.
Bursa Saham AS Ditutup Menguat, Saham Teknologi Jadi Penggerak Utama
Indeks saham utama Wall Street ditutup menguat pada Rabu, didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. S&P 500 naik 0,5%, Nasdaq bertambah 0,2%, dan Dow Jones melesat 295 poin. Saham sektor keuangan dan teknologi pulih setelah kenaikan imbal hasil Treasury pada sesi-sesi sebelumnya sempat menekan sektor yang sensitif terhadap kredit.
Sebagian besar saham hyperscaler menguat: Alphabet naik 0,6%, Meta melonjak 2,5%, dan Oracle bertambah 3,1%. Alphabet mendapat dukungan tambahan setelah hakim federal memutuskan Google tidak perlu melepas bisnis bursa iklannya, namun tetap mewajibkan perusahaan membuka interoperabilitas alat ad-tech-nya dengan pesaing. Nvidia melonjak 3,2% setelah muncul laporan bahwa perusahaan ini mendekati kesepakatan akuisisi senilai 14 miliar dolar AS terhadap startup AI, Hugging Face.
Dell melesat 15,8% setelah mengalahkan ekspektasi laba dan menaikkan proyeksi pendapatannya. Di sisi lain, Palo Alto Networks anjlok 9,3% meski mencatatkan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, sementara Broadcom melemah 0,7% menjelang rilis laporan keuangannya setelah penutupan bursa.
Agenda Pasar Hari Ini
Ketegangan AS-Iran diperkirakan tetap menjadi katalis utama pergerakan pasar hari ini, seiring pelaku pasar juga mencermati rilis klaim pengangguran mingguan (Initial Jobless Claims), ISM Services PMI, data Neraca Perdagangan, Unit Labor Costs kuartalan, serta pidato dari pejabat Federal Reserve, Waller dan Hammack.
Prospek Harga Emas Kamis | 03 September 2026
Pada grafik H4, emas masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area 4.461 dan kini melakukan rebound dari kisaran support 4.300 an. RSI 41,26 menunjukkan momentum masih cenderung bearish, meski mulai muncul pemulihan dari area oversold.
Selama harga belum menembus 4.396, rebound berpeluang kembali tertahan dan membuka risiko turun menuju 4.311, bahkan 4.262. Sebaliknya, jika harga mampu menembus 4.396, peluang kenaikan terbuka menuju 4.464 dan selanjutnya 4.508.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.396 R2 4.464 R3 4.508
S1 4.311 S2 4.262 S3 4.223
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 4.400 |
| Profit Target Level | 4.460 |
| Stop Loss Level | 4.360 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.460 |
| Profit Target Level | 4.410 |
| Stop Loss Level | 4.510 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 03 September 2025
Pada grafik H4, US Oil masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas SMA 50 yang terus menanjak. Namun, RSI 68,01 menunjukkan momentum sudah mendekati area overbought sehingga koreksi jangka pendek berpotensi terjadi.
Jika harga turun, area 89,30 menjadi support awal, sedangkan 87,64 menjadi support penting; selama bertahan di atas 87,64, peluang kembali naik menuju 92,38 dan 93,43 masih terbuka. Jika 93,43 berhasil ditembus, target berikutnya berada di 95,42, sementara penurunan di bawah 87,64 dapat membuka ruang koreksi menuju 85,07.
US Oil INTRADAY AREA
R1 92,38 R2 93,43 R3 95,42
S1 89,30 S2 87,64 S3 85,07
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 89,30 |
| Profit Target Level | 92,30 |
| Stop Loss Level | 87,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 92,35 |
| Profit Target Level | 90,00 |
| Stop Loss Level | 93,45 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat, Emas dan Bursa Tertekan
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
