Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (15/09/2026)

by Annan Firsta
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bearish  Range        0,71300 – 0,70700

Tekanan yang terjadi pada mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Kondisi mata uang Aussie ini melanjutkan pelemahan dari minggu sebelumnya hingga mencapai level terendah dalam hampir dua minggu, setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat argumen bagi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Setelah rilis data tersebut, para pedagang meningkatkan taruhan hingga 86% bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, sambil juga memperkirakan kenaikan lain di akhir tahun, yang akan mendorong penguatan dolar AS. Di Australia, komentar bernada hawkish dari Reserve Bank (RBA), ditambah dengan kenaikan harga minyak, telah mendorong pasar untuk memperhitungkan kemungkinan sebesar 90% akan adanya kenaikan suku bunga pada akhir bulan ini. Asisten Gubernur RBA, Sarah Hunter, pekan lalu menyatakan bahwa bank sentral mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga jika inflasi terbukti lebih persisten daripada perkiraan. Sementara itu, harga minyak mentah Brent terus naik di atas $100 per barel setelah serangan baru Houthi di Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk memperparah kekhawatiran pasokan menyusul penutupan jalur pipa minyak utama Arab Saudi.

Pivot : 0,71376

R1 : 0,71677      S1 : 0,71089

R2 : 0,71964      S2 : 0,70788

R3 : 0,72265      S3 : 0,70501


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       154,200 – 155,000

Nasib mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus mengalami pelemahan. Bahkan Yen saat ini melemah dan sentuh 154,992, tetapi tetap mendekati level tertingginya sejak Februari, didukung oleh ekspektasi pengetatan kebijakan yang lebih agresif oleh Bank Sentral Jepang, penghentian perdagangan carry trade, dan tanda-tanda peningkatan repatriasi aset oleh investor domestik. Bank Sentral Jepang (BOJ) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1,25% pada Jumat nanti, level tertinggi sejak April 1995, karena bank sentral tersebut berupaya mengatasi risiko kenaikan harga yang terus berlanjut. Pasar juga mengamati arahan BOJ mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lagi di akhir tahun ini. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah berulang kali mendesak BOJ untuk menerapkan pengetatan kebijakan yang lebih agresif guna mencegah pelemahan yen yang berlebihan. Investor juga memantau perkembangan di Timur Tengah seiring lonjakan kembali harga minyak setelah Arab Saudi menutup jalur pipa vital East-West yang melintasi wilayah daratan dan menghindari Selat Hormuz.

Pivot : 154,218

R1 : 155,108     S1 : 153,444   

R2 : 155,882     S2 : 152,554

R3 : 156,772      S3 : 151,780


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3432 –  1.3401

Sesuai perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Senin kemarin. Pounds tertekan oleh penguatan U.S Dollar yang didukung oleh ekspektasi kenaikan suku-bunga the Fed. GBP/USD mengambang tepat di atas 1.3450. Pasar menaruh ekspektasi paling santai minggu ini pada bank sentral Inggris. Gubernur BoE Andrew Bailey minggu lalu membantah adanya “rencana rahasia” untuk menaikkan suku bunga, sehingga pasar memperkirakan kebijakan moneter tidak akan berubah dalam jangka pendek. Minggu ini, pelaku pasar mengantisipasi pengumuman suku bunga dari tiga bank sentral utama. Mulai dari Federal Reserve AS pada hari Rabu, Bank of England pada hari Kamis, dan Bank of Japan pada hari Jumat. FedWatch CME menunjukkan peluang sekitar 85% untuk prospek kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin minggu ini, diikuti dengan satu kali kenaikan lagi pada akhir tahun. Dengan ekspektasi pasar yang sedemikian tinggi, keputusan The Fed yang lebih dovish dapat berbalik menekan kurs Dolar AS. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang dibebani oleh penguatan U.S Dollar di tengah naiknya harga minyak dunia akibat meningkatnya konflik AS-Iran.

Open  : 1.3497         Pivot  1.3497

R1  : 1.3530              S1  : 1.3465

R2  : 1.3561               S2  : 1.3432

R3  : 1.3594               S3  : 1.3401


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1481 – 1.1439

Euro tertekan cukup signifikan pada perdagangan Senin kemarin. Pelemahan mata-uang Euro akibat tekanan di beberapa sisi. Indeks Dollar AS menguat ke level tertinggi 1,5 minggu dan ditutup naik pada hari Senin terbantu pelemahan pasar saham, yang meningkatkan permintaan likuiditas untuk Dollar. Indeks Dollar AS ditutup naik 0,27% pada 99,39. Dukungan bagi Dollar AS juga datang dari kenaikan harga minyak mentah WTI pada hari Senin ke level tertinggi 3,75 bulan meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi membujuk The Fed untuk memperketat kebijakan moneter. Ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC Selasa/Rabu juga mendukung penguatan Dollar. European Central Bank (ECB) menjadi mayoret parade rate hike bulan ini, tetapi tidak memberikan petunjuk untuk kenaikan suku bunga selanjutnya. Alhasil, EUR/USD melemah ke bawah 1.1600 seusai pengumumannya. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.

Open  : 1.1548   Pivot  : 1.1556

R1  : 1.1590        S1  : 1.1514

R2  : 1.1632        S2  : 1.1481

R3  : 1.1666        S3  : 1.1439


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8221  –  0.8236

Swiss Franc masih masih tertekan pada perdagangan Senin kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss Franc terjadi dalam lima sesi terakhir akibat penguatan U.S Dollar. Tekanan harga minyak yang terus melonjak membebani mata-uang Franc Swiss. Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi 1,5 minggu dan ditutup naik pada hari Senin terbantu pelemahan pasar saham, yang meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar. Indeks Dollar AS ditutup naik 0,27% pada 99,39. Dukungan bagi Dollar AS juga datang dari kenaikan harga minyak mentah WTI pada hari Senin ke level tertinggi 3,75 bulan meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi membujuk The Fed untuk memperketat kebijakan moneter. Ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC Selasa/Rabu juga mendukung penguatan Dollar. CHF masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini akibat ekspektasi kenaikan suku-bunga the Fed.

Open  : 0.8163    Pivot  : 0.8174

R1  : 0.8194         S1  : 0.8153

R2  : 0.8221         S2  : 0.8132

R3  : 0.8236         S3  : 0.8111


DXY

Opportunity: Bullish  Range    99,400 –  99,700

Penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus berlanjut. Keperkasaan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya pada 99,736. Kondisi Dollar AS ini level tertinggi dalam sekitar dua minggu—di tengah antisipasi para pedagang terhadap keputusan FOMC Kamis dinihari nanti. Para pelaku pasar memperkirakan peluang hampir 89% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu ini, langkah ini akan menjadi kenaikan biaya pinjaman pertama sejak 2023. Para pembuat kebijakan juga akan merilis prakiraan ekonomi terbaru, sementara pelaku pasar menantikan petunjuk mengenai arah suku bunga di masa depan. Di sisi lain, kenaikan harga minyak menambah tekanan inflasi, memperburuk prospek inflasi, dan memperkuat argumen perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh The Fed. Peringatan dari para CEO perusahaan teknologi terkemuka mengenai potensi risiko AI juga membebani pasar saham, sehingga mendorong permintaan terhadap dolar. Dollar AS menguat secara luas, dengan penguatan terbesar terjadi terhadap Yen Jepang dan Aussie.

Pivot : 99,425

R1 : 99,777        S1 :    99,114 

R2 :  100,088     S2 :    98,762

R3 :  100,440     S3 :    98,451

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 62,470

Indeks Nikkei 225 naik 0,4% menjadi di atas 63.700 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan selama dua hari berturut-turut karena beberapa saham teknologi pulih, sementara investor terus mengevaluasi prospek sektor kecerdasan buatan (AI). Saham teknologi menghadapi tekanan pada hari Senin setelah CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan laju pengembangan AI yang lebih lambat untuk mengurangi potensi risiko. Investor juga tetap fokus pada kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi global, bersamaan dengan kenaikan suku bunga yang akan segera terjadi dari Federal Reserve AS dan Bank of Japan minggu ini. Di antara saham teknologi yang mengalami kenaikan signifikan adalah SoftBank Group (6,3%), Taiyo Yuden (3,7%), dan Lasertec (3,8%). Dalam perkembangan korporasi, Kioxia Holdings naik 2,5% menyusul laporan bahwa produsen chip memori Jepang tersebut sedang mempertimbangkan untuk mengumpulkan setidaknya $10 miliar melalui pencatatan American Depositary Receipt (ADR).

Pivot : 64,048

R1 : 65,222      S1 : 63,357

R2 : 65,913      S2 : 62,183

R3 : 67,087     S3 : 61,492


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,420

Indeks Hang Seng naik 0,5%, atau 112 poin, dan ditutup pada 24.918 pada hari Senin, mengurangi kerugian sebelumnya setelah tiga sesi berturut-turut mengalami penurunan. Investor tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran yang kembali muncul atas harga minyak yang lebih tinggi dan prospek suku bunga global. Ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah lebih tinggi, meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan kebijakan moneter yang lebih ketat. Saham-saham teknologi tetap berada di bawah tekanan, dengan saham-saham terkait AI khususnya melemah setelah aksi jual yang lebih luas di saham-saham AI Asia. Z.AI Co. anjlok 7,1%, sementara MiniMax turun 4,5%, karena investor bereaksi terhadap kekhawatiran atas laju pengembangan AI tingkat lanjut setelah CEO Anthropic Dario Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, dan CEO xAI Elon Musk menyerukan kehati-hatian yang lebih besar seputar ekspansi pesat industri ini. Penurunan Z.AI terjadi meskipun perusahaan baru-baru ini mengumpulkan sekitar US$5 miliar melalui penempatan saham di Hong Kong dan obligasi konversi. Pergerakan saham yang signifikan termasuk Tencent (0,7%), Lenovo (3,5%), dan Xiaomi (2,7%).

Pivot : 25,235

R1 : 25,315    S1 : 25,130

R2 : 25,420    S2 : 25,050

R3 : 25,550    S3 : 24,945


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 29,200| SL: 29,320 | TP: 28,950

Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Selasa setelah indeks utama berada di bawah tekanan pada awal pekan, terbebani oleh aksi jual saham semikonduktor di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan dalam pengembangan kecerdasan buatan. Dalam perdagangan reguler pada hari Senin, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,56%, sementara S&P 500 dan Dow masing-masing turun 0,48% dan 0,29%. CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan laju pengembangan AI yang lebih lambat untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh model yang semakin canggih, dengan CEO OpenAI dan xAI, Sam Altman dan Elon Musk, mendukung pandangan tersebut. Produsen chip menanggung beban terbesar dari aksi jual tersebut, termasuk Nvidia (-3,4%), Micron (-5,3%), Sandisk (-5%), AMD (-4,4%), dan Intel (-5,6%). Investor juga menghadapi harga minyak yang tinggi dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan dilakukan oleh Federal Reserve minggu ini. Pasar memperkirakan sekitar 92% kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu.

Pivot : 29,905.75

R1 : 29,571.75      S1 : 29,113.75

R2 : 29,763.75       S2 : 28,655.75 

R3 : 30,029.75       S3 : 28,655.75



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish menuju 4.282.

Harga emas bergerak tertekan di sekitar level US$4.300 per troy ounce pada Senin, melanjutkan penurunan selama tiga pekan berturut-turut. Tekanan terhadap emas terutama berasal dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang semakin hawkish, setelah lonjakan harga energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah mulai memberikan tekanan inflasi terhadap perekonomian global. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan lebih tinggi, sehingga ruang bagi Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneter menjadi semakin terbatas.

Pasar saat ini memperkirakan sekitar 86% kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu. Ekspektasi tersebut menjadi faktor negatif bagi emas karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Penguatan ekspektasi kenaikan suku bunga juga berpotensi menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi, dua faktor yang secara historis dapat membatasi daya tarik emas.

Dari sisi data ekonomi, tekanan inflasi AS masih menunjukkan ketahanan. Inflasi konsumen pada Agustus tercatat 3,4% secara tahunan, tidak berubah dari Juli dan sesuai dengan perkiraan pasar. Namun, secara bulanan CPI meningkat 0,4%, menjadi kenaikan bulanan terbesar dalam tiga bulan terakhir. Pada saat yang sama, inflasi produsen juga mengalami percepatan pada Agustus, terutama karena meningkatnya biaya energi. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah dapat kembali menimbulkan tekanan inflasi melalui biaya energi dan produksi.

Meski demikian, penurunan emas tidak sepenuhnya mencerminkan hilangnya fungsi emas sebagai aset safe haven. Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, ketidakpastian mengenai jalur distribusi minyak, serta risiko gangguan terhadap perdagangan global tetap memberikan dukungan fundamental terhadap permintaan aset lindung nilai. Namun, untuk saat ini, faktor safe haven tersebut tampaknya belum mampu mengimbangi tekanan dari ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi.

Pivot : 4.376

R1  4.376   R2  4.410  R3 4.435

S1  4.282   S2  4.261  S3  4.223


Oil

Opportunity : Bullish selama di atas 101,23 – 98,52, testing resistance 105,15

Harga minyak bergerak mendekati US$103 per barel pada Senin, mencapai level tertinggi dalam sekitar empat bulan setelah sebelumnya mencatat kenaikan lebih dari 9% sepanjang pekan lalu. Penguatan harga minyak terutama dipicu oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan setelah Arab Saudi menghentikan sementara operasi East-West Pipeline, salah satu jalur penting yang digunakan untuk mengalihkan pengiriman minyak agar tidak harus melewati Selat Hormuz.

Penghentian operasi pipa tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah serangan drone pada Kamis. East-West Pipeline memiliki kapasitas sekitar 7 juta barel per hari dan mengangkut minyak dari wilayah produksi Arab Saudi menuju pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah. Oleh karena itu, penghentian sementara jalur tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap fleksibilitas distribusi minyak di kawasan, khususnya ketika risiko terhadap Selat Hormuz sendiri masih sangat tinggi.

Situasi semakin kompleks setelah pembicaraan antara Iran dan sejumlah negara Teluk mengenai pembentukan koridor pelayaran sementara melalui Selat Hormuz ditunda. Proposal tersebut sebelumnya dipandang sebagai salah satu upaya untuk menjaga kelancaran arus perdagangan energi melalui jalur strategis tersebut. Namun, adanya keberatan dari Arab Saudi serta keputusan Bahrain untuk tidak berpartisipasi menunjukkan bahwa belum terdapat kesepakatan regional yang cukup kuat untuk memberikan kepastian terhadap jalur pengiriman minyak.

Kondisi ini membuat pasar minyak semakin sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global, sehingga setiap ancaman terhadap kelancaran pelayaran di kawasan tersebut dapat dengan cepat diterjemahkan menjadi risk premium dalam harga minyak. Ditambah dengan penghentian East-West Pipeline, pasar melihat semakin pentingnya infrastruktur alternatif yang dapat digunakan untuk mempertahankan arus ekspor ketika Selat Hormuz mengalami gangguan.

Dari perspektif fundamental, kenaikan minyak menuju US$103 per barel menunjukkan bahwa pasar mulai memberikan harga terhadap risiko gangguan pasokan yang lebih besar dan berkepanjangan. Jika East-West Pipeline belum segera kembali beroperasi dan ketidakpastian mengenai Selat Hormuz terus meningkat, harga minyak berpotensi mempertahankan momentum bullish. Namun, kenaikan yang sangat cepat juga meningkatkan risiko koreksi apabila terjadi de-eskalasi geopolitik, tercapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran, atau Saudi Arabia kembali mengaktifkan pipa tersebut.

Pivot: 101,23

R1 105,15        S1  101,23

R2  107,34        S2 98,52

R3  109,41       S3  95,34


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Selasa, 15 September 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Waspadai Perubahan Sentimen Pasar di Tengah Isu Suku Bunga The Fed

Catat jam dan waktunya ya!

  Selasa, 15 September 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy