Dolar AS melemah pada Selasa setelah mencatat level tertinggi baru pada awal pekan. Perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Penurunan harga minyak mentah dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang bervariasi turut memengaruhi pergerakan mata uang utama.
Dolar AS Melemah Menjelang Data Inflasi
Indeks Dolar AS (DXY) turun ke kisaran 102,20 setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut. Pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada Rabu. Angka tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga dan menentukan arah dolar dalam jangka pendek.
Selain inflasi, pasar akan mencermati data aplikasi kredit pemilikan rumah dari Mortgage Bankers Association (MBA), laporan Beige Book The Fed, serta laporan mingguan persediaan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API).
Pejabat The Fed Michelle Bowman dan Thomas Barkin juga dijadwalkan menyampaikan pidato. Komentar keduanya dapat memberikan petunjuk mengenai pandangan bank sentral terhadap kondisi ekonomi dan prospek kebijakan moneter.
Euro dan Poundsterling Menguat
EUR/USD memanfaatkan pelemahan dolar dengan bangkit dari level terendah baru-baru ini di sekitar 1,1150 dan kembali menguji level 1,1200. Agenda ekonomi kawasan euro relatif terbatas, dengan data harga grosir Jerman menjadi perhatian utama. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde juga dijadwalkan berbicara.
Sementara itu, GBP/USD sempat naik ke kisaran 1,3250 sebelum sedikit terkoreksi. Pergerakan tersebut berlangsung di tengah sentimen positif pada sejumlah aset berisiko. Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya
Yen Bergerak Terbatas, Dolar Australia Mendekati 0,7000
USD/JPY bergerak dalam rentang terbatas di kisaran bawah 158,00 dan masih bergulat dengan Simple Moving Average (SMA) 200 hari. Pelaku pasar Jepang akan mencermati data pesanan mesin, investasi mingguan pada obligasi luar negeri, utilisasi kapasitas, serta data final produksi industri yang dijadwalkan rilis pada 15 Oktober.
AUD/USD juga melanjutkan pergerakan yang fluktuatif dan mendekati level psikologis 0,7000. Australia hanya memiliki agenda utama berupa Westpac Leading Index, sehingga arah pasangan mata uang ini berpotensi tetap dipengaruhi sentimen global dan pergerakan dolar AS.
Harga Minyak Naik, Emas Menguji Support
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan pemulihan untuk hari keempat berturut-turut dan mendekati USD95 per barel. Kenaikan tersebut berlangsung meskipun ketegangan terkait konflik AS-Iran dan Selat Hormuz mulai mereda. Perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi pasokan dan harga minyak.
Sebaliknya, harga emas melanjutkan penurunan yang terjadi pada Senin dan menghadapi tekanan di sekitar USD4.150 per troy ounce. Pelemahan dolar AS dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang bervariasi belum mampu mendorong pemulihan emas secara konsisten. Pelaku pasar kini menunggu data inflasi AS untuk menilai prospek suku bunga dan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Saham Teknologi Tertekan, Wall Street Melemah
Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah pada Selasa. Indeks S&P 500 berakhir nyaris tidak berubah, Dow Jones turun 180 poin, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,3%. Tekanan terutama datang dari saham semikonduktor yang melanjutkan pelemahan dalam beberapa sesi terakhir.
Kemajuan perusahaan China, CXMT, dalam mengembangkan arsitektur memori baru meningkatkan persaingan bagi produsen chip Amerika Serikat dan Korea Selatan. CEO Broadcom, Hock Tan, juga memperingatkan bahwa belanja kecerdasan buatan (AI) yang berlebihan berpotensi menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang rendah.
Sentimen tersebut menekan sejumlah saham teknologi. Micron turun 4,6%, SanDisk melemah 1,7%, Lam Research terkoreksi 3,2%, dan Applied Materials anjlok 7,2%.
Di sektor kesehatan, Johnson & Johnson merosot 5,6% akibat penjualan yang lebih lemah. UnitedHealth justru menguatkan prospek labanya, meskipun sahamnya tercatat turun sekitar 0,3% berdasarkan data yang tersedia.
Sektor keuangan juga mencatat pergerakan beragam. Citigroup turun 5,3% meskipun membukukan pendapatan yang kuat, sedangkan Wells Fargo melemah 2,6% setelah merilis laporan keuangan. Goldman Sachs terkoreksi tipis 0,1% meski pendapatan perdagangan saham meningkat. JPMorgan Chase turun 0,3% karena lemahnya pendapatan perdagangan obligasi dan kenaikan biaya mengimbangi proyeksi pendapatan bunga bersih yang lebih tinggi.
Fokus Pasar Hari Ini
Pasar akan memusatkan perhatian pada data inflasi AS sebagai penentu penting ekspektasi kebijakan The Fed. Hasil yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan tinggi dan memberi dukungan bagi dolar AS. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi pelemahan dolar dan mendorong pemulihan aset lain.
Selain data tersebut, pidato Michelle Bowman dan Thomas Barkin juga patut dicermati. Perkembangan harga minyak, dinamika geopolitik Timur Tengah, serta tekanan pada saham teknologi akan menjadi faktor tambahan yang memengaruhi sentimen pasar global.
Prospek Harga Emas Rabu | 14 Oktober 2026
Pergerakan harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, terlihat dari pola lower high dan lower low serta posisi harga yang masih berada di bawah SMA 50. Saat ini, harga bergerak di sekitar 4.161,94 dan menguji area support 4.146. Jika support tersebut bertahan, emas berpeluang rebound untuk menguji resistance 4.207, yang juga berdekatan dengan garis tren turun.
Namun, jika harga menembus ke bawah 4.146, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju 4.105 hingga 4.081. RSI di level 48,96 menunjukkan momentum masih relatif netral, sehingga arah pergerakan berikutnya akan bergantung pada kemampuan harga bertahan di area support atau menembus resistance 4.207.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.207 R2 4.244 R3 4.279
S1 4.146 S2 4.105 S3 4.081
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 4.170 |
| Profit Target Level | 4.205 |
| Stop Loss Level | 4.140 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.200 |
| Profit Target Level | 4.170 |
| Stop Loss Level | 4.220 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 14 Oktober 2025
Pergerakan harga US Oil pada time frame H4 menunjukkan pemulihan bullish setelah bergerak naik di atas SMA 50. Harga saat ini berada di sekitar 93,49 dan mendekati resistance 94,67 yang menjadi area penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika mampu menembus resistance tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 96,72 hingga 98,44. RSI di level 59,43 juga menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat, meskipun harga masih perlu menembus resistance terdekat untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik.
Sebaliknya, jika gagal menembus 94,67, harga berpotensi mengalami koreksi menuju support 90,79. Penurunan di bawah level tersebut dapat membuka peluang pelemahan lebih lanjut ke 89,56 hingga 86,82.
US Oil INTRADAY AREA
R1 94,67 R2 96,72 R3 98,44
S1 90,79 S2 89,56 S3 86,82
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 92,85 |
| Profit Target Level | 94,20 |
| Stop Loss Level | 89,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 93,90 |
| Profit Target Level | 91,20 |
| Stop Loss Level | 94,70 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat, Harga Minyak Naik di Tengah Konflik
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
