Market Summary
Peluang trading EUR/USD menjelang rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat kembali menarik perhatian pelaku pasar, setelah pasangan mata uang ini turun ke level terendah dalam satu setengah pekan pada awal sesi Eropa. Meski sempat memangkas sebagian pelemahan dari kisaran level psikologis 1.1500, latar belakang fundamental saat ini cenderung berpihak pada pelaku pasar yang bersikap bearish, sehingga jalur dengan resistensi paling kecil bagi harga spot mengarah ke bawah.
Data CPI AS Redakan Tekanan ke The Fed, tapi Dolar Tetap Perkasa
Data Consumer Price Index (CPI) AS yang rilis Rabu lalu tidak menunjukkan kejutan ke arah atas, sehingga meredakan sedikit tekanan bagi Federal Reserve (Fed) terkait potensi kenaikan suku bunga lanjutan. Meski begitu, investor masih memperhitungkan peluang besar bahwa bank sentral AS akan menaikkan biaya pinjaman sebelum akhir tahun ini, seiring kekhawatiran bahwa harga energi yang lebih tinggi dapat memicu kembali inflasi. Kondisi ini mengangkat Dolar AS (USD) ke level tertinggi dalam dua pekan dan menekan pasangan EUR/USD.
Ketegangan Timur Tengah Angkat Premi Risiko Perang
Perkembangan terbaru krisis Timur Tengah turut memperkuat sentimen aset aman. Presiden Donald Trump mengklaim bahwa AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, sementara Iran berjanji akan terus menutup jalur vital tersebut hingga seluruh tuntutannya terpenuhi. Selain itu, kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, dengan menyasar kapal-kapal Arab Saudi. Eskalasi ini mendorong naiknya premi risiko perang, yang pada gilirannya menopang harga minyak mentah sekaligus memperkuat Dolar AS sebagai aset safe-haven.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga ECB Batasi Pelemahan Euro
Di sisi lain, pasar uang kini memperhitungkan probabilitas sekitar 90% bahwa European Central Bank (ECB) akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan kebijakan September mendatang. Prospek hawkish ini membuat pelaku pasar menahan diri dari memasang posisi bearish yang agresif terhadap mata uang bersama tersebut, sekaligus membatasi ruang pelemahan lebih lanjut bagi EUR/USD. Fokus pasar kini beralih ke data makro AS, yakni Producer Price Index (PPI) dan klaim pengangguran mingguan (Weekly Initial Jobless Claims), yang akan menjadi penggerak utama Dolar AS.
HSBC: Bank Sentral Utama Hadapi Tantangan Kebijakan yang Berbeda
Analis HSBC menyoroti semakin lebarnya kesenjangan tantangan kebijakan di antara bank-bank sentral utama dunia. Bank tersebut memperkirakan ECB akan kembali menaikkan suku bunga pada September, sementara bank sentral lain menghadapi situasi yang jauh lebih rumit dalam mengambil keputusan. Menurut HSBC, ECB kemungkinan besar akan melanjutkan pengetatan kebijakan, sedangkan pembuat kebijakan di negara lain harus menghadapi trade-off yang lebih kompleks antara menekan risiko inflasi dan menghindari pengetatan yang berlebihan.
Fokus Pasar pada Data PPI AS Malam Ini
Peluang trading EUR/USD pada sesi mendatang akan sangat bergantung pada hasil rilis PPI AS. Harga produsen AS diperkirakan naik 0,2% secara bulanan pada Juli 2026, membaik dari penurunan 0,3% pada Juni. Inti harga produsen (core PPI), yang mengecualikan komponen pangan dan energi yang lebih fluktuatif, diperkirakan naik 0,3% pada Juli, mempercepat laju kenaikan dari 0,2% pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi produsen headline diproyeksikan melambat ke 4,9%, turun dari 5,5% pada Juni dan menjadi level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Sementara itu, inflasi inti produsen tahunan diperkirakan turun ke 4,2% dari 4,7%, sekaligus mencatat level terendah sejak Maret. Sensitivitas peluang trading EUR/USD terhadap data ini membuat trader perlu memantau rilis PPI dan klaim pengangguran malam ini secara ketat, karena keduanya berpotensi menggerakkan arah dolar dan EUR/USD dalam jangka pendek.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 1.1546. Selama harga masih bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish diperkirakan tetap berlanjut, dengan potensi penurunan menuju support di 1.1497, kemudian 1.1485, hingga 1.1472.
Sebaliknya, apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas level 1.1546, skenario bearish berpotensi batal dan tren dapat berbalik bullish. Dalam kondisi tersebut, EUR/USD berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance di 1.1566 hingga 1.1579.
Resistance 1.1546 Resistance 2: 1.1566 Resistance 3: 1.1579
Support1: 1.1497 Support 2: 1.1485 Support 3: 1.1472
Baca juga: Peluang Trading Emas Jelang Data CPI AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga mampu bertahan di atas support 4.356, kemudian melanjutkan kenaikan hingga tertahan di resistance 4.444. Setelah itu, harga mengalami koreksi, tetapi penurunan tersebut belum mengubah tren karena emas masih bergerak di atas support 4.356.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish setelah harga mampu bertahan di atas support 81,24 yang berdekatan dengan SMA 50, kemudian rebound dan bergerak naik menuju area 84,40. Saat ini harga masih berkonsolidasi di bawah resistance 84,40, sehingga penembusan level tersebut berpotensi membuka jalan menuju 86,14 hingga 87,63 yang juga merupakan area gap.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan harga emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.348. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 4.438, 4.462, dan 4.485.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil menembus resistance 4.313 dan 4.351, kemudian naik hingga sempat di atas resistance 4.423 sebelum mengalami koreksi. Saat ini harga terlihat tertahan di sekitar 4.351, sementara SMA 50 yang menanjak mengindikasikan tren naik masih terjaga, didukung RSI 14 yang berada di 62,12.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil menembus resistance 79,54 yang kini menjadi support dan berdekatan dengan SMA 50, kemudian melanjutkan kenaikan hingga menyentuh resistance 84,40. Setelah tertahan di level tersebut, harga mengalami koreksi dan membentuk support baru di 81,24, sehingga selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji 84,40 dan selanjutnya area gap 86,14–87,63.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 0.7041. Selama harga mampu bertahan di atas pivot tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 0.7088, kemudian 0.7099 hingga 0.7110.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish kuat setelah harga berhasil menembus resistance 4.276, 4.313, dan 4.351 yang kini berpotensi menjadi area support. Harga juga bergerak jauh di atas SMA 50 yang mulai menanjak, menegaskan dominasi tekanan beli, sementara RSI 14 berada di level 73,96 sehingga kondisi sudah memasuki area overbought dan membuka peluang terjadinya koreksi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya terkoreksi tajam hingga membentuk low di 74,16. Harga kini berhasil breakout resistance 79,54 sekaligus menembus SMA 50, sehingga level tersebut berpotensi berubah menjadi support dan menjadi konfirmasi awal pemulihan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berpotensi bullish, dengan level pivot di 1.1533. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 1.1591, kemudian 1.1605, hingga 1.1619.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus resistance 4.276 dan 4.307, yang kini berpotensi menjadi area support terdekat. Harga kemudian bergerak naik menuju resistance 4.382 dan saat ini terlihat berkonsolidasi di bawah level tersebut, sementara RSI 14 berada di 71,51 yang mengindikasikan kondisi mulai overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase rebound setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga menyentuh 74,16. Saat ini harga bergerak naik dan berusaha menguji resistance 79,54 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga area tersebut menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.
Outlook Pekan Depan: Fokus ke Inflasi AS
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 4.236. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan resistance terdekat di 4.326.
