Indeks Dolar AS tembus 100 pada perdagangan Selasa dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Penguatan tersebut mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan suku bunga ketat. Di sisi lain, pasar mulai melihat peluang kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.
Indeks Dolar AS Capai Level Tertinggi Dua Bulan
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak semakin tinggi setelah melewati level psikologis 100,00. DXY mencapai level tertinggi dalam dua bulan di tengah pergerakan imbal hasil US Treasury yang beragam di berbagai tenor.
Perhatian pasar kini tertuju pada data awal S&P Global Manufacturing dan Services PMI Amerika Serikat untuk September. Data tersebut dapat memberikan gambaran terbaru mengenai aktivitas ekonomi AS.
Pasar juga akan mencermati MBA Mortgage Applications dan laporan mingguan persediaan minyak mentah dari EIA. Selain itu, pidato pejabat Federal Reserve Barr dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
EUR/USD dan GBP/USD Tertekan
EUR/USD melanjutkan penurunan pada Selasa setelah melemah pada perdagangan sebelumnya. Pasangan tersebut turun menuju area 1,1430 dan mencapai level terendah dalam beberapa pekan.
Pasar akan mencermati data awal S&P Global Manufacturing dan Services PMI zona euro untuk September. Komentar pejabat ECB Vujcic dan Lane juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter kawasan tersebut.
GBP/USD ikut melemah dan bergerak di sekitar 1,3320. Level tersebut merupakan area yang terakhir terlihat pada akhir Juli. Sentimen positif terhadap Greenback memberikan tekanan tambahan terhadap Pound Sterling.
Investor Inggris selanjutnya menunggu data awal S&P Global Manufacturing dan Services PMI September. Data tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi aktivitas manufaktur dan jasa Inggris.
USD/JPY Menguat Tiga Hari Beruntun
USD/JPY mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Pasangan tersebut bertahan di atas level 157,00 setelah melanjutkan penguatan dari perdagangan sebelumnya.
Data awal S&P Global PMI Jepang menjadi perhatian berikutnya. Publikasi tersebut dijadwalkan pada 24 September dan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi aktivitas ekonomi Jepang.
Sementara itu, AUD/USD melanjutkan penurunan dari Senin. Pasangan tersebut sempat menembus support 0,7100 dan mencapai level terendah dalam tiga hari.
Pasar Australia selanjutnya menunggu data awal S&P Global PMI. Hasilnya dapat memengaruhi sentimen terhadap Dolar Australia.
Harga WTI Turun di Bawah US$90
Harga minyak WTI berjangka bulan terdepan melanjutkan penurunan dan menembus level penting US$90 per barel. WTI kemudian mencapai level terendah dalam tiga pekan.
Penurunan tersebut terjadi ketika harapan pembukaan kembali Selat Hormuz kembali meningkat. Jika jalur pelayaran tersebut kembali terbuka, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global dapat berkurang.
Perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran karena itu tetap menjadi perhatian pasar energi. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai pertemuan yang “sangat baik” dengan perwakilan Iran turut meningkatkan perhatian terhadap perkembangan tersebut.
Harga Emas Naik Tipis
Emas membalikkan tekanan awal dan bergerak naik tipis pada perdagangan Selasa. Namun, harga emas masih bertahan di bawah level penting US$4.400 per troy ounce.
Kenaikan emas terjadi meski Greenback masih berada dalam tren penguatan. Ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve dan pergerakan imbal hasil US Treasury tetap menjadi faktor penting bagi logam mulia.
Pergerakan emas juga menunjukkan bahwa pasar masih mempertimbangkan berbagai faktor secara bersamaan. Selain kebijakan The Fed, perkembangan geopolitik dan kondisi pasar obligasi turut memengaruhi permintaan terhadap emas.
Nasdaq Cetak Rekor Baru
Pasar saham Amerika Serikat bergerak beragam pada Selasa. Nasdaq naik 0,5% dan mencatat rekor penutupan baru di 27.244. S&P 500 berakhir datar, sedangkan Dow Jones turun 185 poin.
Sektor kecerdasan buatan kembali menjadi penggerak utama Nasdaq. Saham perusahaan infrastruktur AI mendapat dorongan setelah pasar merespons positif Muse AI agent milik Meta.
Anthropic juga bersiap memperkenalkan model AI baru yang dirancang untuk menangani berbagai pekerjaan bisnis dengan biaya lebih rendah. Perkembangan tersebut menjaga perhatian investor terhadap sektor teknologi dan AI.
Saham perusahaan semikonduktor turut menopang Nasdaq. Nvidia naik 0,7%, Micron melonjak 5%, sedangkan Sandisk naik 6,8% setelah mendapat kenaikan rekomendasi dari Rosenblatt.
Namun, sektor perbankan memberikan tekanan terhadap Dow Jones. Saham JPMorgan turun 3,4%, sementara Bank of America melemah 3%.
Pasar Menunggu Data PMI
Indeks Dolar AS tembus 100 dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Pergerakan berikutnya akan banyak dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat serta komentar pejabat Federal Reserve.
Selain itu, investor akan mencermati data PMI dari AS, zona euro, Inggris, Jepang, dan Australia. Perkembangan hubungan AS-Iran serta situasi di Selat Hormuz juga tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pasar energi dan aset global.
Dengan berbagai katalis tersebut, pasar memasuki sesi perdagangan berikutnya dengan perhatian utama pada data ekonomi, kebijakan The Fed, serta perkembangan geopolitik.
Prospek Harga Emas Rabu | 23 September 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam fase konsolidasi, namun cenderung bullish setelah harga bergerak di atas SMA 50. RSI 14 juga berada di atas level 50, menunjukkan momentum beli mulai menguat. Kondisi ini membuka peluang bagi XAU/USD untuk menguji resistance di 4.400.
Jika berhasil menembus level tersebut, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 4.435 hingga 4.460. Sebaliknya, kegagalan menembus 4.400 dapat membuat harga kembali bergerak sideways dengan support terdekat di 4.322 hingga 4.291.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.400 R2 4.435 R3 4.460
S1 4.323 S2 4.291 S3 4.251
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.325 |
| Profit Target Level | 4.370 |
| Stop Loss Level | 4.290 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.400 |
| Profit Target Level | 4.340 |
| Stop Loss Level | 4.440 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 23 September 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga menembus ke bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 32,20, yang menunjukkan momentum jual masih dominan dan harga mulai mendekati area oversold. Selama harga bertahan di bawah SMA 50, US Oil berpeluang melanjutkan penurunan menuju support 88,68 dan 85,89. Jika tekanan jual semakin kuat, level 83,40 menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan.
Namun, jika harga mampu rebound, US Oil berpeluang menguji resistance 92,00. Penembusan resistance tersebut dapat membuka peluang kenaikan menuju 93,81 hingga 96,04. Meski demikian, selama harga masih berada di bawah SMA 50, kenaikan tersebut masih berpotensi menjadi fase koreksi dalam tren bearish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 92,00 R2 93,81 R3 96,04
S1 88,68 S2 85,89 S3 83,40
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 86,00 |
| Profit Target Level | 88,50 |
| Stop Loss Level | 83,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 92,00 |
| Profit Target Level | 90,00 |
| Stop Loss Level | 93,85 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat di Tengah Ekspektasi Fed
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
