Dolar AS Kembali Menguat
Dolar AS kembali menguat pada Rabu setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di sekitar 102,3. Level ini menjadi yang tertinggi sejak Maret 2025.
Kenaikan dolar AS berjalan seiring dengan peningkatan imbal hasil US Treasury, terutama pada tenor menengah hingga panjang. Kondisi tersebut kembali memperkuat daya tarik aset berbasis dolar di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap inflasi.
Pergerakan harga minyak juga ikut menjadi perhatian. Volatilitas minyak masih menimbulkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi ini membuat pasar memperkirakan Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Risalah Fed Perkuat Ekspektasi Suku Bunga
Risalah pertemuan FOMC 15–16 September 2026 menunjukkan sebagian besar pejabat Federal Reserve menilai kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan sebelum akhir tahun. Namun, mereka tidak menunjukkan urgensi untuk segera mengambil keputusan.
Seluruh anggota FOMC mendukung kenaikan target federal funds rate sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Langkah tersebut membawa kisaran suku bunga ke 3,75%-4%.
Para pejabat Fed menilai inflasi masih berada pada level tinggi. Mereka juga melihat pasar tenaga kerja berada dekat dengan kondisi full employment. Aktivitas ekonomi pun masih berkembang dengan solid.
Risalah tersebut juga menunjukkan bahwa risiko inflasi cenderung meningkat. Sementara itu, risiko terhadap pasar tenaga kerja dinilai sudah lebih seimbang.
Pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober hanya sekitar 17%. Angka tersebut turun tajam dari sekitar 70% setelah keputusan Fed pada September. Namun, peluang kenaikan 25 basis poin pada Desember meningkat menjadi sekitar 70%.
Kondisi tersebut memberi dukungan tambahan bagi dolar AS. Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk memastikan tekanan inflasi kembali terkendali.
Euro Tertekan Masalah Fiskal
EUR/USD kembali turun mendekati level terendah dalam 17 bulan di bawah 1,1200. Tekanan terhadap euro datang ketika pasar mencermati persoalan politik dan fiskal di Spanyol serta Prancis.
Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap mata uang tunggal Eropa ketika dolar AS sedang mendapatkan dukungan dari kenaikan imbal hasil Treasury.
Data Neraca Perdagangan akan menjadi perhatian berikutnya. Pasar juga menunggu publikasi Accounts dari European Central Bank (ECB) serta pidato pejabat ECB Philip Lane.
Pound dan Yen Masih Tertekan
GBP/USD kembali bergerak turun setelah sempat mencatat kenaikan kuat pada Selasa. Pasangan ini kini bergerak di bawah 1,3200.
Pelaku pasar akan mencermati RICS House Price Balance dan Credit Conditions Survey dari Bank of England. Selain itu, pidato pejabat Bank of England, Megan Greene dan Andrew Bailey, juga akan menjadi perhatian.
Sementara itu, USD/JPY bergerak fluktuatif di sekitar 158,00. Pasangan ini masih mempertahankan pola konsolidasi dalam beberapa hari terakhir.
Data Current Account Jepang akan menjadi perhatian berikutnya. Pasar juga menunggu Eco Watchers Survey dan data mingguan Foreign Bond Investment.
AUD/USD kembali mendapat tekanan setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Pasangan ini bergerak menuju area 0,6900. Melbourne Institute dijadwalkan merilis data Consumer Inflation Expectations untuk bulan berjalan.
Fokus Hari Ini
Data Initial Jobless Claims dan Wholesale Inventories Amerika Serikat menjadi perhatian pasar pada Kamis. Pelaku pasar juga akan mencermati pidato pejabat Federal Reserve Christopher Waller dan Alberto Musalem.
Prospek Harga Emas Kamis | 08 Oktober 2026
Pergerakan harga emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tekanan bearish, dengan harga berada di bawah SMA 50 dan trendline menurun. Harga masih berada di bawah resistance 4.143, sehingga tekanan jual masih terlihat dominan. RSI 14 berada di 42,30, juga masih di bawah level 50 dan mengonfirmasi momentum yang cenderung bearish.
Selama harga belum mampu menembus 4.143, peluang penurunan masih terbuka untuk menguji area support 4.081–4.065. Jika support tersebut ditembus, tekanan bearish berikutnya berpotensi mengarah ke 4.019. Sebaliknya, rebound di atas 4.143 dapat membuka peluang kenaikan menuju 4.188 dan 4.219.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.143 R2 4.188 R3 4.219
S1 4.081 S2 4.065 S3 4.019
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.090 |
| Profit Target Level | 4.130 |
| Stop Loss Level | 4.050 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.140 |
| Profit Target Level | 4.090 |
| Stop Loss Level | 4.190 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 08 Oktober 2025
Pergerakan harga US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan membentuk pola lower high. Harga masih berada di bawah resistance 90,92–91,94, sehingga momentum kenaikan belum cukup kuat.
RSI 14 berada di 44,83, masih di bawah level 50 dan menunjukkan momentum bearish yang relatif dominan. Jika harga gagal menembus 90,92–91,94, tekanan jual berpotensi kembali membawa harga menguji support 86,82. Penembusan support tersebut dapat membuka ruang penurunan berikutnya menuju 84,56–83,66.
US Oil INTRADAY AREA
R1 90,92 R2 91,94 R3 93,59
S1 86,82 S2 84,56 S3 83,66
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 87,10 |
| Profit Target Level | 99,40 |
| Stop Loss Level | 86,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 90,90 |
| Profit Target Level | 87,50 |
| Stop Loss Level | 92,00 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Melemah, Emas dan Saham Menguat
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
