Dolar AS menguat pada awal pekan setelah mencatat penurunan selama dua hari berturut-turut. Penguatan ini membawa greenback kembali mendekati batas atas kisaran pergerakan terakhir. Pasar kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed, sementara ketegangan geopolitik ikut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.
Indeks Dolar AS Bertahan di Atas 100
Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas level psikologis 100,00 pada Selasa (22/9). Pergerakan tersebut mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat.
Sejumlah pejabat The Fed dijadwalkan menyampaikan pidato. Presiden Federal Reserve New York John Williams, Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson, dan Presiden Federal Reserve Richmond Tom Barkin akan menjadi perhatian pelaku pasar. Data ADP Employment Change Weekly juga akan memberikan petunjuk tambahan mengenai kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat.
Euro dan Poundsterling Tertekan
EUR/USD kembali berada di bawah tekanan setelah mencatat kenaikan selama dua hari. Pasangan mata uang ini bergerak di bawah level 1,1500 menjelang pidato pejabat Bank Sentral Eropa Isabel Schnabel dan rilis data Consumer Confidence awal.
GBP/USD juga bergerak melemah dan kembali menguji area 1,3370–1,3360. Pasar akan mencermati data Public Sector Net Borrowing serta CBI Industrial Trends Orders untuk melihat perkembangan ekonomi Inggris.
USD/JPY Kembali Menembus 157
USD/JPY melanjutkan penguatan dan bergerak di atas level 157,00. Kenaikan tersebut mengikuti pemulihan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama.
Dari Jepang, pasar akan menunggu rilis data awal S&P Global PMI pada 24 September. Data tersebut dapat memberikan gambaran terbaru mengenai aktivitas sektor manufaktur dan jasa Jepang.
Dolar Australia Masih Menguat
AUD/USD sempat naik menuju area 0,7140 sebelum kembali bergerak di sekitar 0,7120. Kinerja dolar Australia masih menunjukkan ketahanan meski dolar AS kembali menguat.
Pasar Australia selanjutnya akan menunggu data awal S&P Global PMI pada 23 September. Data tersebut akan menjadi perhatian untuk melihat kondisi aktivitas ekonomi terbaru di Australia.
Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Diplomasi
Harga minyak mentah WTI kembali melemah dan mendekati level terendah dalam tiga pekan di sekitar US$91 per barel. Penurunan ini terjadi ketika pasar kembali melihat peluang penyelesaian diplomatik dalam konflik Amerika Serikat dan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perkembangan tersebut meningkatkan harapan bahwa ketegangan geopolitik dapat mereda.
Sementara itu, pengiriman minyak dari Arab Saudi melalui kawasan Teluk Persia meningkat pada akhir pekan. Kondisi tersebut turut membantu meredakan tekanan pada harga minyak dan pasar obligasi.
Emas Mengalami Koreksi
Harga emas juga melemah setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut saat dolar AS menguat. Logam mulia tersebut menghadapi hambatan kuat di sekitar US$4.400 per troy ounce.
Dolar AS yang lebih kuat menjadi salah satu faktor yang menekan emas. Pasar juga kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Ekspektasi tersebut dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan membatasi ruang kenaikan emas.
Wall Street Menguat, Saham Teknologi Jadi Penggerak
Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Senin setelah imbal hasil Treasury turun. Penurunan yield membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan makroekonomi dan kembali mendorong minat terhadap saham teknologi.
S&P 500 naik 1,5%, sedangkan Nasdaq menguat 2,3% dan mencetak rekor penutupan baru di 27.122. Dow Jones juga bertambah 366 poin.
Sektor teknologi mendapat dorongan kuat dari perkembangan kecerdasan buatan. Meta melonjak 11,4% setelah muncul tanda positif dari teknologi AI agent barunya. AMD juga melesat 9,9% dan untuk pertama kalinya menutup perdagangan dengan kapitalisasi pasar di atas US$1 triliun. Intel ikut menguat 12,1%.
Penurunan biaya kredit turut memperbaiki prospek perusahaan hyperscaler untuk menerbitkan utang dalam jumlah besar. Kondisi ini mendukung produsen chip dan perusahaan yang menyediakan infrastruktur untuk pengembangan AI.
Pasar Memantau Fed dan Geopolitik
Dolar AS menguat ketika pasar menghadapi dua katalis utama, yaitu prospek kebijakan moneter The Fed dan perkembangan geopolitik. Data ekonomi serta komentar pejabat bank sentral akan menjadi perhatian untuk mengukur arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Di sisi lain, perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi faktor penting bagi pasar energi. Harapan terhadap penyelesaian diplomatik telah membantu menekan harga minyak dari level tertingginya bulan ini.
Dengan kombinasi tersebut, pergerakan dolar AS, emas, minyak, dan aset berisiko akan tetap sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan perkembangan geopolitik sepanjang pekan ini.
Prospek Harga Emas Selasa | 22 September 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 mulai menunjukkan bias bullish setelah harga berhasil bergerak dan bertahan di atas SMA 50, meskipun kenaikan masih menghadapi tekanan dari trendline turun yang terbentuk sejak akhir Agustus. Harga saat ini berada di sekitar 4.363, dengan RSI 14 di level 53,45 yang menunjukkan momentum positif namun masih dalam zona netral. Area 4.400 menjadi resistance penting karena berdekatan dengan trendline turun. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan dapat berlanjut menuju 4.435, kemudian 4.460.
Sebaliknya, apabila harga gagal melewati 4.400 dan kembali berada di bawah SMA 50, tekanan jual berpotensi meningkat dengan support di 4.334, lalu 4.305. Penurunan lebih lanjut di bawah 4.305 dapat membuka ruang menuju 4.251, sehingga level-level tersebut menjadi area penting untuk melihat apakah momentum bullish mampu berlanjut atau kembali melemah.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.400 R2 4.435 R3 4.460
S1 4.334 S2 4.305 S3 4.251
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.340 |
| Profit Target Level | 4.400 |
| Stop Loss Level | 4.300 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.400 |
| Profit Target Level | 4.340 |
| Stop Loss Level | 4.440 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 22 September 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini menunjukkan bias bearish, setelah harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Penurunan dari area puncak sekitar 106,50 telah membawa harga ke sekitar 92,05, sehingga struktur jangka pendek mulai membentuk tekanan turun dengan area 94,62 sebagai resistance terdekat. Jika harga mampu kembali menembus 94,62, ruang rebound terbuka menuju 96,96, sedangkan level 100,49 menjadi resistance berikutnya yang cukup kuat.
Namun, selama harga masih berada di bawah SMA 50 dan belum mampu merebut kembali 94,62, tekanan jual masih relatif dominan. RSI 14 berada di 33,14, sudah mendekati area oversold, sehingga peluang technical rebound tetap perlu diperhatikan. Jika harga gagal bertahan di atas 90,82, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 88,68 dan selanjutnya 85,89. Dengan demikian, area 90,82 menjadi support penting untuk melihat apakah penurunan mulai tertahan atau justru berlanjut lebih dalam.
US Oil INTRADAY AREA
R1 94,62 R2 96,96 R3 100,49
S1 90,82 S2 88,68 S3 85,89
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 91,00 |
| Profit Target Level | 94,00 |
| Stop Loss Level | 88,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 94,60 |
| Profit Target Level | 91,50 |
| Stop Loss Level | 97,00 |
Baca analisa sebelumnya: Arah Dolar AS Tertekan Meski BoJ Naikkan Suku Bunga
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
